Ribuan Suzuki Burgman Direcall Akibat Potensi Kerusakan Rem
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Ada masalah airbag pada sejumlah model, Jeep imbau konsumen untuk lakukan pengecekan ke bengkel resmi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Jeep yang saat ini berada di bawah PT Indomobil National Distributor mulai memperkuat kehadirannya di dalam negeri.
Selain memperluas jaringan diler, Jeep Indonesia umumkan penarikan kembali sejumlah model yang berpeluang memiliki masalah airbag.
Pihak Jeep menegaskan bahwa seluruh konsumen terdampak bisa melakukan penggantian airbag di diler resmi Jeep.
Layanan ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh konsumen Jeep termasuk pembeli dari ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) terdahulu ataupun IU (Importir Umum).
“Jika masih dalam masa garansi silakan datang ke bengkel. Ada penggantian airbag gratis untuk model tertentu,” kata Andry Oktavianus, After Sales Department Head Jeep Indonesia di Jakarta Utara belum lama ini.
Hanya saja dia enggan menjelaskan secara rinci model dan berapa jumlah unit yang mungkin terdampak di Indonesia.
“Detailnya bisa dilihat di website kita. Tinggal memasukkan nomor rangka (untuk mengetahui) apakah konsumen mendapat penggantian airbag atau tidak,” ungkap Andry.
Dikutip dari laman resmi Mopar, Sabtu (28/06) ada empat merek di bawah grup Stellantis yang unitnya berpeluang ditarik kembali karena potensi kendala airbag yakni Chrysler, Dodge, Jeep dan Ram.
Khusus Jeep, model terdampak adalah Jeep Wrangler lansiran 2007 sampai 2016. Sehingga bisa dipastikan tidak mempengaruhi unit produksi 2025 yang sekarang dipasarkan oleh Jeep Indonesia.
Konsumen Jeep terdampak penggantian airbag, menurut Andry merupakan pelanggan ‘masa lampau’, membeli unit sebelum Jeep diambil alih oleh PT Indomobil National Distributor.
Recall potensi masalah airbag Takata pada Jeep telah dilakukan berkala sejak 2015. Di Indonesia, sempat ada kasus airbag tidak mengembang di Jeep Grand Cherokee pada 2021.
Sang pemilik diketahui kurang fokus berkendara dan berakhir menabrak truk kontainer di jalan tol. Tetapi tidak ada satupun airbag mengembang dalam insiden tersebut, jadi dia mengajukan komplain ke PT Das Indonesia Motor sebagai pemegang merek Jeep saat itu.
Sekadar informasi, pada 2015-2016 Takata Corporation menginformasikan NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration) bahwa banyak airbag mereka alami kerusakan. Tak tanggung-tanggung, jumlah airbag terdampak tembus 67 juta unit.
Pemilik disarankan segera melakukan pengecekan ke bengkel resmi untuk menghindari potensi bahaya disebabkan oleh airbag tidak mengembang atau justru meledak ketika kendaraan terdampak kecelakaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 07:00 WIB
26 Maret 2026, 07:00 WIB
09 Februari 2026, 20:00 WIB
04 Februari 2026, 12:00 WIB
20 Desember 2025, 16:38 WIB
Terkini
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta