Gaikindo Tanggapi Kesulitan Neta Bertahan di Pasar RI
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Besaran insentif mobil listrik akan diumumkan 1 April 2023 bersamaan dengan ketentuan untuk bus listrik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Pemerintah memberikan sejumlah bantuan untuk produsen kendaraan listrik di Tanah Air demi mendorong daya beli masyarakat. Ini juga diharapkan dapat mempercepat elektrifikasi.
Tidak hanya untuk kendaraan roda dua, insentif mobil listrik juga akan diberikan mengingat harganya yang saat ini masih cukup tinggi. Namun untuk besaran subsidinya masih dalam tahap finalisasi.
Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih berdiskusi dengan pihak-pihak terkait.
“KBLBB (kendaraan bermotor listrik berbasis baterai) roda empat termasuk bus sebagai insentif fiskal, akan diumumkan kebijakannya di 1 April 2023,” ucap Luhut dalam konferensi pers, Senin (20/03).
Ada beberapa syarat untuk produsen kendaraan listirk yang ingin mendapatkan manfaat insentif ini, yakni TKDN (tingkat komponen dalam negeri harus mencapai 40 persen.
Hingga saat ini baru ada dua pabrikan yang memenuhi ketentuan tersebut yakni Hyundai dan Wuling.
Hyundai memboyong Ioniq 5 dengan rentang harga di kisaran Rp800 jutaan. Sementara Wuling dengan Air ev harganya diklaim leibh terjangkau sekitar Rp200 juta sampai Rp300 jutaan.
Dengan adanya insentif tersebut, Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan menegaskan bahwa akan ada penurunan harga kendaraan listrik hingga 35 persen.
“Secara akumulatif insentif fiskal dari sisi perpajakan selama masa pakai mobil mencapai 32 persen dari harga jual untuk mobil listrik, dan 18 persen untuk motor listrik,” ucap Sri.
Sedangkan untuk kendaraan roda dua Luhut mengatakan kebijakan tersebut sudah berlaku efektif per hari ini, Senin 20 Maret 2023.
Untuk motor, ditegaskan bahwa seluruh produsen dilarang menaikkan harga jualnya selama masa pemberian insentif. Saat ini sudah adal delapan merek yang berhak menerima bantuan.
Sebelumnya disampaikan oleh Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian bahwa pedoman umum terkait bantuan ini bakal segera diumumkan.
“Untuk mobil listrik diketahui ada dua produsen yaitu Hyundai dan Wuling. Itu kami usulkan sejumlah 35.900 unit kendaraan sampai Desember 2023,” ucap Agus.
Pabrikan juga menyambut baik bantuan ini, diyakini menjadi salah sastu langkah awal untuk membuat masyarakat lebih tertarik membeli kendaraan listrik.
“Kami percaya bila ini merupakan langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih hijau di Indonesia dan kami berkomitmen untuk mendukung inisiatif ini melalui produk dan layanan kami,” ujar Dian Asmahani, Brand & Marketing Director Wuling Motors.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 11:00 WIB
DFSK Indonesia siapkan model baru di pertengahan 2026 untuk menjangkau pasar yang lebih luas dibanding sekarang
16 Februari 2026, 11:00 WIB
Per Januari 2026 wholesales dan retail sales Neta nol unit, tidak ada rencana peluncuran produk baru
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung