Julian Johan Bawa Misi Penting pada Rally Dakar 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Penjualan mobil tidak bisa hanya didukung insentif mobil listrik, belum menjangkau pembeli mobil pertama
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah memberikan insentif mobil listrik berupa relaksasi Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 10 persen buat model yang berstatus rakitan lokal dan punya Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen.
Hal ini mengakibatkan harga mobil listrik dinilai semakin kompetitif. Kemudian ada keringanan buat merek yang mengimpor tetapi dengan komitmen perakitan lokal berupa insentif impor, seperti sekarang dinikmati BYD.
Bahkan harga mobil listrik terbaru BYD yakni Atto 1 ada di kisaran Rp 195 jutaan on the road Jakarta.
PT Toyota Astra Motor (TAM) menilai bahwa kebijakan dari pemerintah itu belum sepenuhnya inklusif atau menaikkan penjualan secara signifikan.
“Battery Electric Vehicle (BEV) itu siapa sekarang pembelinya? Riset yang kami lakukan, kebanyakkan additional buyer,” kata Resha Kusuma Atmaja, Marketing Planning General Manager PT TAM di sela GIIAS 2025 beberapa waktu lalu.
Additional buyer berarti masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki mobil. Artinya konsumen dengan kemampuan finansial cukup atau menengah ke atas.
Menurut pihak Toyota, LCGC masih jadi jalan yang tepat untuk mendongkrak angka penjualan mobil di dalam negeri.
LCGC menargetkan pembeli pertama atau masyarakat yang tadinya menggunakan kendaraan roda dua buat beralih ke mobil.
Dari segi perawatan terbilang mudah dan murah, kemudian konsumen tak perlu mengkhawatirkan infrastruktur.
Jadi perlu ada kebijakan dari pemerintah yang memperhatikan segmen konsumen pembeli pertama apabila ingin mendongkrak penjualan mobil.
“Terkait kebijakan berimbang dan juga inklusif, ujungnya nanti kami yakin akan mengembangkan pasar Indonesia,” tegas Resha.
Lebih lanjut dia menjelaskan, LCGC menyangkut banyak pihak terkait. Apalagi unitnya merupakan rakitan lokal dengan TKDN yang tinggi, sehingga melibatkan banyak industri termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Di tengah tantangan otomotif, pelemahan daya beli dan maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) LCGC dinilai jadi salah satu solusi tepat.
LCGC juga masih bisa dijangkau oleh masyarakat kelas menengah yang dapat membantu memperbaiki pasar otomotif secara lebih signifikan.
“Ujungnya adalah masyarakat secara inklusif menerima kebijakan dari pemerintah, merata. Sehingga kita sama-sama bisa meningkatkan market di Indonesia,” tegas Resha.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Januari 2026, 19:00 WIB
02 Januari 2026, 16:00 WIB
02 Januari 2026, 15:00 WIB
02 Januari 2026, 13:38 WIB
02 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
03 Januari 2026, 11:00 WIB
Setidaknya penundaan kebijakan opsen PKB dan BBNKB mampu memberikan dampak positif bagi pasar motor baru
03 Januari 2026, 09:00 WIB
Penjualan mobil listrik BYD di 2025 mencapai 2,26 juta unit lampaui Tesla yang hanya mampu melepas 1,64 juta unit
03 Januari 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Pajero generasi terbaru diyakini jadi bagian dari line up produk anyar pabrikan Jepang itu di 2026
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri