Konsep Baru Diler GAC Aion KS Tubun, Prioritaskan Mitra Pengemudi
20 Juni 2026, 13:00 WIB
Pembangunan pabrik GAC Aion Thailand rampung bulan ini, meninggalkan Indonesia yang baru selesai di akhir tahun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan asal China memang tengah agresif menjadikan Asia Tenggara sebagai pasar mereka di masa depan. Salah satunya adalah GAC Aion yang telah berkomitmen menggelontorkan dana investasi guna membangun pabrik di Thailand dan Indonesia sekaligus.
Dengan demikian mereka bisa lebih mudah untuk melakukan ekspor ke berbagai negara lain. Rencana tersebut pun tampaknya segera terealisasi karena petinggi perusahaan mengungkap bahwa pabrik mereka di Thailand sudah rampung.
Dilansir dari CarNewsCHina, pabrik tersebut adalah fasilitas produksi pertama mereka di luar China. Ada pun investasi yang digelontorkan adalah mencapai US$64,8 juta atau setara Rp 1,06 triliun dan mampu memproduksi 50.000 kendaraan per tahun.
Aion Y Plus pun digadang-gadang bakal menjadi model pertama yang akan diproduksi di lokasi tersebut.
Pabrik Thailand juga menjadi bagian dari rencana perusahaan yang berambisi mencapai penjualan sebesar 1 juta unit pada 2025.
Berbeda dengan Thailand yang pembangunannya sudah hampir rampung, pabrik GAC Aion di Indonesia justru prosesnya baru akan dimulai. Fasilitas tersebut dibuat di kawasan Cikampek, Jawa Barat dan diharapkan selesai pada kuartal keempat 2024.
Kapasitas produksinya pun rencananya disamakan dengan pabrik di Thailand yaitu 50.000 unit per tahun. Jumlah itu diklaim masih bertambah seiring pertumbuhan pasar kendaraan listrik dalam negeri.
Pabrik tersebut bakal memproduksi Aion Y Plus lalu disusul oleh Hyper HT. Dengan demikian diharapkan masyarakat bisa mendapat lebih banyak pilihan dibanding sebelumnya.
“Perakitan Hyper HT mungkin sedikit di belakang Aion Y Plus tetapi tidak akan beda jauh. Doakan saja agar dilakukan tahun ini,” ungkap ungkap Andry Ciu, CEO GAC Aion Indonesia.
Kehadiran fasilitas produksi membuat pabrikan memiliki kesempatan mendapat insentif kendaraan listrik dari pemerintah. Pasalnya mereka akabisan mengejar Tingkat Komponen Dalam Negeri agar sesuai aturan.
“Awal 2026 TKDN masih 40 karena merupakan tahap awal. Selebihnya kita buat agar memenuhi persyaratan-persyaratan berikutnya agar memenuhi 60 persen di 2029,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Juni 2026, 13:00 WIB
20 Februari 2026, 13:00 WIB
18 Februari 2026, 15:00 WIB
05 Februari 2026, 23:34 WIB
20 Januari 2026, 20:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang
24 September 2026, 18:41 WIB
Variasi warna Honda Stylo 160 kini bertambah, ada satu opsi baru masing-masing untuk tipe ABS dan CBS
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya