Suzuki Siapkan Teknologi REEV Light, Modal di Era Elektrifikasi
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
Hyundai belum minat kembangkan hybrid pada line up kendaraanya dan lebih memilih fokus ke mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Hyundai belum minat kembangkan hybrid ke model yang ditawarkan ke pasar Indonesia dalam waktu dekat. Mereka telah memutuskan untuk lebih fokus pada pengembangan kendaraan listrik serta Internal Combustion Engine (ICE).
Pabrikan mobil asal Korea Selatan itu mengungkap bahwa di ICE pihaknya masih fokus pada Stargazer serta Creta. Hyundai juga melihat ada potensi besar di segmen mobil listrik karena cukup diterima masyarakat namun dengan range luas sehingga menarik untuk digali.
“Sehingga kami memilih masuk di pasar mobil listrik lebih banyak dan tidak masuk ke segmen hybrid,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (07/11).
Ia pun menambahkan bahwa mengembangkan kendaraan ramah lingkungan bisa melalui banyak cara. Mulai dari membuat mesin ICE lebih efisien, penggunakan teknologi plug in hybrid, mobil listrik hingga hidrogen.
“Pilihan ada banyak jadi tinggal produsen kendaraan menentukan mau ambil market yang mana. Kemudian disesuaikan strategi seperti apa untuk penetrasi ke pasar,” tegas Fransiscus.
Sementara ia mengaku bahwa Hyundai sudah melakukan banyak investasi untuk mengembangkan ekosistem Electric Vehicle. Mulai dari membangun pabrik baterai listrik sampai fasilitas produksi kendaraan.
“Saat kami hadirkan mobil listrik masuknya sangat sulit karena banyak pertanyaan pengisian daya dimana. Oleh karena itu Hyundai hendak melakukan investasi guna membangun charging station guna menjawab kebutuhan tersebut,” tambahnya.
Tak tanggung-tanggung, Hyundai telah membangun hampir 300 titik pengisian daya di berbagai lokasi di Indonesia. Harapannya masyarakat tidak perlu khawatir lagi ketika berpergian jarak jauh sekalipun.
Hyundai pun berencana meluncurkan satu mobil listrik baru yang menggunakan komponen lokal lebih besar dibandingkan Ioniq 5. Hal ini dimungkinkan karena pabrik baterai listrik mereka sudah selesai dibangun pada awal 2024.
Walau tidak disampaikan secara detail tentang kendaraan tersebut tetapi peluncurkan akan dilakukan pada semester I tahun depan. Nantinya model itu tidak cuma dijual di Indonesia tapi juga diekspor ke beberapa negara terutama Asia Tenggara
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 19:00 WIB
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza
02 Oktober 2026, 08:13 WIB
AHM baru saja memberikan opsi warna maupun grafis baru pada moge mereka, yakni Honda CRF1100L Africa Twin
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung merupakan salah satu fasilitas untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
Setelah dievaluasi, kebijakan Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas di Ibu Kota
02 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta di akhir pekan beroperasi di lima lokasi terbatas, layani perpanjangan masa berlaku kartu
01 Oktober 2026, 21:00 WIB
Belum diumumkan besarannya, namun tarif Transjakarta serta Transjabodetabek dipastikan naik mulai 2027