Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Hyundai tarik 853 Kona Electric karena terjadi kebocoran pada komponen EPCU di Amerika Serikat beberapa saat lalu.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Nasib sial harus dialami oleh para pengguna mobil listrik di Amerika Serikat. Sebab Hyundai Tarik 853 Kona Electric di negeri Paman Sam beberapa saat lalu.
Hal itu karena mobil listrik tersebut mengalami kebocoran pada komponen EPCU (Electric Power Control Unit).
Dikutip dari Carscoops, kerusakan membuat kendaraan setrum kehilangan daya secara tiba-tiba. Bahkan paling parah ada sampai mati total sehingga tidak bisa digunakan.
Namun semua tergantung dari seberapa kerusakan terjadi. Sebab ada pengguna yang sempat mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu pada panel meter kendaraan mereka.
Kabar beredar penyebabnya karena pembersihan yang tidak sempurnah pada bagian rumah converter DC setelah produksi. Akibatnya terjadi kebocoran cairan mengenai pengontrol daya utama.
Padahal Hyundai sudah sempat memprediksi kejadian itu sejak November 2022. Akan tetapi mereka baru melakukan penyelidikan internal baru-baru ini
Terkini pabrikan asal Korea melakukan penarikan Kona Electric sejak Jumat (9/12). Namun mereka tidak akan memberitahu langkah tersebut kepada para diler sampai Februari 2023.
Para pemilik Kona Electric akan mendapatkan surat pemberitahuan, lalu Hyundai melakukan pemeriksaan dan penggantian EPCU secara gratis. Walaupun masa garansi sudah berakhir.
Sebelumnya pada 2020 lalu mereka sempat melakukan recall model ini sebanyak dua kali. Pertama 80 ribu unit crossover listrik itu berpotensi terbakar saat melakukan pengisian baterai.
Terdapat 13 laporan menyebutkan Kona Electric terbakar, termasuk di antaranya satu di Kanada juga Austria. Kabar beredar menyebutkan bahwa sistem baterai tegangan tinggi menjadi penyebabnya.
Di sisi lain ada yang menyebut biang kerok lainnya adalah tab anoda karena terlipat di baterai. Hal ini memicu korsleting listrik lantaran pelapis lithium menyentuh katoda.
Sekadar informasi, Hyundai global bahkan sampai mengeluarkan biaya sangat besar. Mengutip Carbuzz, estimasi dana dikucurkan lebih dari 500 juta dollar atau setara Rp7.2 triliunan.
Kemudian produsen Korea Selatan juga sempat melakukan penarikan sehubungan dengan pembaruan perangkat lunak dan penggantian baterai.
Sebab LG Chem Ltd selaku pabrikan baterai Kona Electrik ingin melakukan pengujian bersama Hyundai untuk membuktikan apakah api berasal dari baterai. Namun mereka tidak menemukan sumber dari part yang rusak tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan