Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Hyundai tarik 853 Kona Electric karena terjadi kebocoran pada komponen EPCU di Amerika Serikat beberapa saat lalu.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Nasib sial harus dialami oleh para pengguna mobil listrik di Amerika Serikat. Sebab Hyundai Tarik 853 Kona Electric di negeri Paman Sam beberapa saat lalu.
Hal itu karena mobil listrik tersebut mengalami kebocoran pada komponen EPCU (Electric Power Control Unit).
Dikutip dari Carscoops, kerusakan membuat kendaraan setrum kehilangan daya secara tiba-tiba. Bahkan paling parah ada sampai mati total sehingga tidak bisa digunakan.
Namun semua tergantung dari seberapa kerusakan terjadi. Sebab ada pengguna yang sempat mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu pada panel meter kendaraan mereka.
Kabar beredar penyebabnya karena pembersihan yang tidak sempurnah pada bagian rumah converter DC setelah produksi. Akibatnya terjadi kebocoran cairan mengenai pengontrol daya utama.
Padahal Hyundai sudah sempat memprediksi kejadian itu sejak November 2022. Akan tetapi mereka baru melakukan penyelidikan internal baru-baru ini
Terkini pabrikan asal Korea melakukan penarikan Kona Electric sejak Jumat (9/12). Namun mereka tidak akan memberitahu langkah tersebut kepada para diler sampai Februari 2023.
Para pemilik Kona Electric akan mendapatkan surat pemberitahuan, lalu Hyundai melakukan pemeriksaan dan penggantian EPCU secara gratis. Walaupun masa garansi sudah berakhir.
Sebelumnya pada 2020 lalu mereka sempat melakukan recall model ini sebanyak dua kali. Pertama 80 ribu unit crossover listrik itu berpotensi terbakar saat melakukan pengisian baterai.
Terdapat 13 laporan menyebutkan Kona Electric terbakar, termasuk di antaranya satu di Kanada juga Austria. Kabar beredar menyebutkan bahwa sistem baterai tegangan tinggi menjadi penyebabnya.
Di sisi lain ada yang menyebut biang kerok lainnya adalah tab anoda karena terlipat di baterai. Hal ini memicu korsleting listrik lantaran pelapis lithium menyentuh katoda.
Sekadar informasi, Hyundai global bahkan sampai mengeluarkan biaya sangat besar. Mengutip Carbuzz, estimasi dana dikucurkan lebih dari 500 juta dollar atau setara Rp7.2 triliunan.
Kemudian produsen Korea Selatan juga sempat melakukan penarikan sehubungan dengan pembaruan perangkat lunak dan penggantian baterai.
Sebab LG Chem Ltd selaku pabrikan baterai Kona Electrik ingin melakukan pengujian bersama Hyundai untuk membuktikan apakah api berasal dari baterai. Namun mereka tidak menemukan sumber dari part yang rusak tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 22:43 WIB
Fitur-fitur yang disematkan pada Mitsubishi Xforce bisa menambah kenyamanan para penggunanya sehari-hari
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi