Hyundai Tarik 853 Kona Electric, Ini Penyebabnya

Hyundai tarik 853 Kona Electric karena terjadi kebocoran pada komponen EPCU di Amerika Serikat beberapa saat lalu.

Hyundai Tarik 853 Kona Electric, Ini Penyebabnya

TRENOTO – Nasib sial harus dialami oleh para pengguna mobil listrik di Amerika Serikat. Sebab Hyundai Tarik 853 Kona Electric di negeri Paman Sam beberapa saat lalu.

Hal itu karena mobil listrik tersebut mengalami kebocoran pada komponen EPCU (Electric Power Control Unit).

Dikutip dari Carscoops, kerusakan membuat kendaraan setrum kehilangan daya secara tiba-tiba. Bahkan paling parah ada sampai mati total sehingga tidak bisa digunakan.

Namun semua tergantung dari seberapa kerusakan terjadi. Sebab ada pengguna yang sempat mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu pada panel meter kendaraan mereka.

Photo : Pribadi

Kabar beredar penyebabnya karena pembersihan yang tidak sempurnah pada bagian rumah converter DC setelah produksi. Akibatnya terjadi kebocoran cairan mengenai pengontrol daya utama.

Padahal Hyundai sudah sempat memprediksi kejadian itu sejak November 2022. Akan tetapi mereka baru melakukan penyelidikan internal baru-baru ini

Terkini pabrikan asal Korea melakukan penarikan Kona Electric sejak Jumat (9/12). Namun mereka tidak akan memberitahu langkah tersebut kepada para diler sampai Februari 2023.

Para pemilik Kona Electric akan mendapatkan surat pemberitahuan, lalu Hyundai melakukan pemeriksaan dan penggantian EPCU secara gratis. Walaupun masa garansi sudah berakhir.

Sebelumnya pada 2020 lalu mereka sempat melakukan recall model ini sebanyak dua kali. Pertama 80 ribu unit crossover listrik itu berpotensi terbakar saat melakukan pengisian baterai.

Baca Juga: Hyundai Kona 2024 Debut, Pakai LED Panjang Mirip Staria

Terdapat 13 laporan menyebutkan Kona Electric terbakar, termasuk di antaranya satu di Kanada juga Austria. Kabar beredar menyebutkan bahwa sistem baterai tegangan tinggi menjadi penyebabnya.

Di sisi lain ada yang menyebut biang kerok lainnya adalah tab anoda karena terlipat di baterai. Hal ini memicu korsleting listrik lantaran pelapis lithium menyentuh katoda.

Sekadar informasi, Hyundai global bahkan sampai mengeluarkan biaya sangat besar. Mengutip Carbuzz, estimasi dana dikucurkan lebih dari 500 juta dollar atau setara Rp7.2 triliunan.

Photo : Istimewa

Kemudian produsen Korea Selatan juga sempat melakukan penarikan sehubungan dengan pembaruan perangkat lunak dan penggantian baterai.

Sebab LG Chem Ltd selaku pabrikan baterai Kona Electrik ingin melakukan pengujian bersama Hyundai untuk membuktikan apakah api berasal dari baterai. Namun mereka tidak menemukan sumber dari part yang rusak tersebut.


Terkini

news
Operasi Zebra 2025

Polda Metro Jaya Ungkap Pelanggaran Operasi Zebra 2025 Turun

Polda Metro Jaya mengungkap jumlah pelanggaran operasi Zebra 2025 di Jakarta telah mengalami penurunan

news
Lokasi SPBU Shell yang Jual BBM Super, Jakarta sampai Cirebon

Lokasi SPBU Shell yang Jual BBM Super, Jakarta sampai Cirebon

Pertamina yang baru saja mengirimkan pasokan BBM ke SPBU Shell Indonesia kini sudah bisa dinikmati konsumen

mobil
10 Merek Mobil Terlaris November 2025, Mitsubishi Naik 11 Persen

10 Merek Mobil Terlaris November 2025, Mitsubishi Naik 11 Persen

Toyota masih memimpin sebagai merek mobil terlaris di November 2025 disusul Daihatsu, simak daftar lengkapnya

mobil
Chery Matangkan Rencana Akuisisi Pabrik Handal, Diumumkan 2026

Chery Matangkan Rencana Akuisisi Pabrik Handal, Diumumkan 2026

Chery tengah berdiskusi untuk mempertimbangkan berbagai hal yang ada sebelum mengakuisisi pabrik Handal

mobil
Stelato S9T, Huawei dan BAIC

Stelato S9T, Station Wagon Racikan Huawei-BAIC Terdaftar di RI

Mobil listrik Stelato S9T berpotensi jadi station wagon EV pertama di Indonesia, ini desain dan spesifikasinya

mobil
Lexus LFA Concept, Cara Toyota Pertahankan Identitas di Era EV

Lexus LFA Concept, Cara Toyota Pertahankan Identitas di Era EV

Toyota perkenalkan Lexus LFA Concept, gambaran calon mobil listrik sports bertenaga listrik di masa depan

motor
Wholesales Motor Baru di November 2025 Merosot, Hanya 523 Ribu

Wholesales Motor Baru di November 2025 Merosot, Hanya 523 Ribu

Bila dibandingkan dengan Oktober 2025, wholesales motor baru di November terkoreksi sampai 11,31 persen

news
Tarif Tol Sedyatmo

Tarif Tol Sedyatmo Segera Naik, Simak Besarannya

Biaya perjalanan ke bandara Soekarno-Hatta bakal lebih tinggi karena tarif tol Sedyatmo akan disesuaikan