Indomobil Siap Bawa Leapmotor ke Indonesia
14 Maret 2026, 21:00 WIB
Hyundai tarik 853 Kona Electric karena terjadi kebocoran pada komponen EPCU di Amerika Serikat beberapa saat lalu.
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – Nasib sial harus dialami oleh para pengguna mobil listrik di Amerika Serikat. Sebab Hyundai Tarik 853 Kona Electric di negeri Paman Sam beberapa saat lalu.
Hal itu karena mobil listrik tersebut mengalami kebocoran pada komponen EPCU (Electric Power Control Unit).
Dikutip dari Carscoops, kerusakan membuat kendaraan setrum kehilangan daya secara tiba-tiba. Bahkan paling parah ada sampai mati total sehingga tidak bisa digunakan.
Namun semua tergantung dari seberapa kerusakan terjadi. Sebab ada pengguna yang sempat mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu pada panel meter kendaraan mereka.
Kabar beredar penyebabnya karena pembersihan yang tidak sempurnah pada bagian rumah converter DC setelah produksi. Akibatnya terjadi kebocoran cairan mengenai pengontrol daya utama.
Padahal Hyundai sudah sempat memprediksi kejadian itu sejak November 2022. Akan tetapi mereka baru melakukan penyelidikan internal baru-baru ini
Terkini pabrikan asal Korea melakukan penarikan Kona Electric sejak Jumat (9/12). Namun mereka tidak akan memberitahu langkah tersebut kepada para diler sampai Februari 2023.
Para pemilik Kona Electric akan mendapatkan surat pemberitahuan, lalu Hyundai melakukan pemeriksaan dan penggantian EPCU secara gratis. Walaupun masa garansi sudah berakhir.
Sebelumnya pada 2020 lalu mereka sempat melakukan recall model ini sebanyak dua kali. Pertama 80 ribu unit crossover listrik itu berpotensi terbakar saat melakukan pengisian baterai.
Terdapat 13 laporan menyebutkan Kona Electric terbakar, termasuk di antaranya satu di Kanada juga Austria. Kabar beredar menyebutkan bahwa sistem baterai tegangan tinggi menjadi penyebabnya.
Di sisi lain ada yang menyebut biang kerok lainnya adalah tab anoda karena terlipat di baterai. Hal ini memicu korsleting listrik lantaran pelapis lithium menyentuh katoda.
Sekadar informasi, Hyundai global bahkan sampai mengeluarkan biaya sangat besar. Mengutip Carbuzz, estimasi dana dikucurkan lebih dari 500 juta dollar atau setara Rp7.2 triliunan.
Kemudian produsen Korea Selatan juga sempat melakukan penarikan sehubungan dengan pembaruan perangkat lunak dan penggantian baterai.
Sebab LG Chem Ltd selaku pabrikan baterai Kona Electrik ingin melakukan pengujian bersama Hyundai untuk membuktikan apakah api berasal dari baterai. Namun mereka tidak menemukan sumber dari part yang rusak tersebut.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Maret 2026, 21:00 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
13 Maret 2026, 09:00 WIB
12 Maret 2026, 21:00 WIB
12 Maret 2026, 17:00 WIB
Terkini
15 Maret 2026, 13:00 WIB
Pertamina menggelar Lesehan Enduro dengan segudang fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh para pemudik
15 Maret 2026, 09:13 WIB
Sebagai bagian dari program mudik, Wuling membuka enam titik posko untuk menunjang perjalanan konsumen
14 Maret 2026, 21:00 WIB
Indomobil siap membawa Leapmotor ke Tanah Air untuk memberi lebih banyak pilihan kendaraan listrik pada pelanggan
14 Maret 2026, 18:54 WIB
Mudik Balik Bareng Honda kembali digelar pada Lebaran 2026 dan diikuti 2.521 orang serta 1.116 sepeda motor
14 Maret 2026, 13:20 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dibawa berkendara jarak jauh dari Jakarta-Surabaya, begini impresi berkendaranya
14 Maret 2026, 10:25 WIB
Dyandra Promosindo merilis sejumlah data pencapaian terbaru ajang IIMS 2026 yang bisa menjadi sinyal positif
13 Maret 2026, 22:42 WIB
BYD buka enam posko mudik yang tersebar di sejumlah lokasi selama libur Lebaran 2026 yang segera berlangsung
13 Maret 2026, 21:00 WIB
Program Astra Siaga Lebaran mencakup pos yang tersebar di sejumlah titik jalur mudik utama tahun ini