Harga Mobil Listrik Desember 2025 Mulai Rp 100 Jutaan
10 Desember 2025, 14:00 WIB
Guna membuat harga mobil listrik jadi lebih terjangkau, Hyundai targetkan TKDN Ioniq 5 80 persen sesingkatnya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Harga mobil listrik masih jadi kendala tersendiri buat sejumlah konsumen yang ingin beralih dari kendaraan konvensional. Perlu diketahui baterai menjadi faktor penentu banderol karena jadi komponen paling mahal.
Bicara salah satu mobil listrik yang sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah yakni Hyundai Ioniq 5, harga baterainya ternyata masih sangat tinggi bahkan setara mobil baru mulai dari Rp300 jutaan.
Fajar Ahya, Assembly Processing Engineer PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) menyebut meski TKDN Ioniq 5 capai 45 persen baterai belum diproduksi lokal sehingga memakan biaya terbesar.
“Harga baterai Rp300 jutaan itu untuk (Ioniq 5) Standard Range. Long Range lebih mahal di Rp400 jutaan,” ujar Fajar kepada media di pabrik HMMI, Senin (2/10).
Ia menjelaskan TKDN diperhitungkan berdasarkan harga akhir termasuk baterai. Hyundai sendiri sudah bekerja sama dengan LG Solution untuk produksi baterai sel dan BMS (Battery Management System).
Fransiscus Soerjopranoto selaku COO (Chief Operating Officer) PT HMID menyebut bahwa inisiatif tersebut dilakukan tahun ini. Total investasi mencapai 1.1 miliar USD dan 60 juta USD untuk BMS.
Hal itu diharapkan dapat memenuhi keperluan konsumen dalam hal baterai mobil listrik. Apabila pabrik selesai dibangun diharapkan harga mobil bisa lebih terjangkau buat calon konsumen.
“Tentu faktor utama bukan hanya harga tapi bagaimana kelengkapan value chain yang bisa kita tawarkan ke konsumen. Salah satu contoh adalah charging station terus kita tingkatkan jumlahnya tidak hanya di diler tapi area pabrik,” ujar dia kepada TrenOto beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan pabrik baterai Hyundai diharapkan bisa selesai pada kuartal keempat 2024. Kapasitas fasilitas tersebut diklaim melebihi keperluan domestik.
Hyundai Ioniq 5 bersama dengan Wuling Air ev telah memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen sehingga berhak menerima insentif pajak dari pemerintah.
Selang satu tahun saudaranya Ioniq 6 debut di Indonesia melalui pameran GIIAS 2023. Ini jadi respon akan antusiasme konsumen Hyundai terhadap mobil listrik.
Hanya saja Ioniq 6 yang mengusung konsep sedan sporti itu belum diproduksi lokal, namun CBU (completely built up) alias impor utuh dari Korea Selatan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Desember 2025, 14:00 WIB
28 November 2025, 13:00 WIB
04 November 2025, 15:00 WIB
16 Oktober 2025, 14:00 WIB
15 Oktober 2025, 17:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 19:16 WIB
Mitsubishi Fuso mendominasi pasar kendaraan niaga di Tanah Air dengan menorehkan market share 39,9 persen
11 Desember 2025, 18:33 WIB
Mobil yang diyakini bakal jadi Wuling Almaz Darion di Indonesia resmi meluncur, ada tiga opsi jantung pacu
11 Desember 2025, 17:16 WIB
Gokart indoor terbaru di Jakarta, Drift.inc resmi dibuka di Central Park Mall dengan panjang trek 284 meter
11 Desember 2025, 16:00 WIB
GWM Puri memiliki fasilitas 3S (Sales, Service dan Spare Parts) untuk bisa memanjakan konsumen setia
11 Desember 2025, 15:00 WIB
Meskipun baru mendapatkan penyegaran tahun ini, X55-II tidak signifikan membantu penjualan BAIC di RI
11 Desember 2025, 14:00 WIB
Pramac Yamaha menjadi skuad pertama yang akan memamerkan tampilan motor balap baru mereka untuk MotoGP 2026
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Jaecoo J5 EV mulai didistribusikan ke konsumen, masuk tiga besar mobil listrik terlaris pada November 2025
11 Desember 2025, 12:00 WIB
Salah satu diskon motor matic Honda yang bisa dimanfaatkan jelang Nataru adalah untuk pembelian Vario 160