Harga Hyundai Ioniq 5 Bekas Jeblok, Ini Kata Asosiasi
06 Juli 2026, 17:44 WIB
Guna membuat harga mobil listrik jadi lebih terjangkau, Hyundai targetkan TKDN Ioniq 5 80 persen sesingkatnya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Harga mobil listrik masih jadi kendala tersendiri buat sejumlah konsumen yang ingin beralih dari kendaraan konvensional. Perlu diketahui baterai menjadi faktor penentu banderol karena jadi komponen paling mahal.
Bicara salah satu mobil listrik yang sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah yakni Hyundai Ioniq 5, harga baterainya ternyata masih sangat tinggi bahkan setara mobil baru mulai dari Rp300 jutaan.
Fajar Ahya, Assembly Processing Engineer PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) menyebut meski TKDN Ioniq 5 capai 45 persen baterai belum diproduksi lokal sehingga memakan biaya terbesar.
“Harga baterai Rp300 jutaan itu untuk (Ioniq 5) Standard Range. Long Range lebih mahal di Rp400 jutaan,” ujar Fajar kepada media di pabrik HMMI, Senin (2/10).
Ia menjelaskan TKDN diperhitungkan berdasarkan harga akhir termasuk baterai. Hyundai sendiri sudah bekerja sama dengan LG Solution untuk produksi baterai sel dan BMS (Battery Management System).
Fransiscus Soerjopranoto selaku COO (Chief Operating Officer) PT HMID menyebut bahwa inisiatif tersebut dilakukan tahun ini. Total investasi mencapai 1.1 miliar USD dan 60 juta USD untuk BMS.
Hal itu diharapkan dapat memenuhi keperluan konsumen dalam hal baterai mobil listrik. Apabila pabrik selesai dibangun diharapkan harga mobil bisa lebih terjangkau buat calon konsumen.
“Tentu faktor utama bukan hanya harga tapi bagaimana kelengkapan value chain yang bisa kita tawarkan ke konsumen. Salah satu contoh adalah charging station terus kita tingkatkan jumlahnya tidak hanya di diler tapi area pabrik,” ujar dia kepada TrenOto beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan pabrik baterai Hyundai diharapkan bisa selesai pada kuartal keempat 2024. Kapasitas fasilitas tersebut diklaim melebihi keperluan domestik.
Hyundai Ioniq 5 bersama dengan Wuling Air ev telah memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen sehingga berhak menerima insentif pajak dari pemerintah.
Selang satu tahun saudaranya Ioniq 6 debut di Indonesia melalui pameran GIIAS 2023. Ini jadi respon akan antusiasme konsumen Hyundai terhadap mobil listrik.
Hanya saja Ioniq 6 yang mengusung konsep sedan sporti itu belum diproduksi lokal, namun CBU (completely built up) alias impor utuh dari Korea Selatan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Juli 2026, 17:44 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
13 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pertamina Enduro VR46 Racing Team akan tampil beda dengan livery khusus yang menggambarkan kekuatan Indonesia
07 Oktober 2026, 07:00 WIB
MotoGP Mandalika 2026 bisa jadi kesempatan bagi Marquez untuk meraih poin dan memangkas jarak dengan Martin
07 Oktober 2026, 06:09 WIB
Evaluasi terhadap aturan Ganjil Genap Jakarta terus dilakukan untuk bisa mengurangi tingkat kemacetan
07 Oktober 2026, 06:08 WIB
Ada lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia hari ini, layani perpanjangan masa berlaku SIM yang aktif
07 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan pihak kepolisian agar lebih memudahkan pengendara
06 Oktober 2026, 22:00 WIB
Enea Bastianini resmi menjalin kerja sama dengan merek kacamata Police yang bisa menunjang penampilannya
06 Oktober 2026, 20:00 WIB
Kei car listrik BYD Racco mengincar pasar mobil setir kanan seperti Makau dan Sri Lanka, selanjutnya bisa jadi RI
06 Oktober 2026, 18:56 WIB
Alex Marquez dan Fermin Aldeguer bertemu penggemar di acara Meet and Greet dari Aspira jelang MotoGP Mandalika