Koleksi Mobil Prilly Latuconsina, Doyan Mercedes-Benz
21 Desember 2025, 10:17 WIB
Guna membuat harga mobil listrik jadi lebih terjangkau, Hyundai targetkan TKDN Ioniq 5 80 persen sesingkatnya
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Harga mobil listrik masih jadi kendala tersendiri buat sejumlah konsumen yang ingin beralih dari kendaraan konvensional. Perlu diketahui baterai menjadi faktor penentu banderol karena jadi komponen paling mahal.
Bicara salah satu mobil listrik yang sudah mendapatkan subsidi dari pemerintah yakni Hyundai Ioniq 5, harga baterainya ternyata masih sangat tinggi bahkan setara mobil baru mulai dari Rp300 jutaan.
Fajar Ahya, Assembly Processing Engineer PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia) menyebut meski TKDN Ioniq 5 capai 45 persen baterai belum diproduksi lokal sehingga memakan biaya terbesar.
“Harga baterai Rp300 jutaan itu untuk (Ioniq 5) Standard Range. Long Range lebih mahal di Rp400 jutaan,” ujar Fajar kepada media di pabrik HMMI, Senin (2/10).
Ia menjelaskan TKDN diperhitungkan berdasarkan harga akhir termasuk baterai. Hyundai sendiri sudah bekerja sama dengan LG Solution untuk produksi baterai sel dan BMS (Battery Management System).
Fransiscus Soerjopranoto selaku COO (Chief Operating Officer) PT HMID menyebut bahwa inisiatif tersebut dilakukan tahun ini. Total investasi mencapai 1.1 miliar USD dan 60 juta USD untuk BMS.
Hal itu diharapkan dapat memenuhi keperluan konsumen dalam hal baterai mobil listrik. Apabila pabrik selesai dibangun diharapkan harga mobil bisa lebih terjangkau buat calon konsumen.
“Tentu faktor utama bukan hanya harga tapi bagaimana kelengkapan value chain yang bisa kita tawarkan ke konsumen. Salah satu contoh adalah charging station terus kita tingkatkan jumlahnya tidak hanya di diler tapi area pabrik,” ujar dia kepada TrenOto beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan pabrik baterai Hyundai diharapkan bisa selesai pada kuartal keempat 2024. Kapasitas fasilitas tersebut diklaim melebihi keperluan domestik.
Hyundai Ioniq 5 bersama dengan Wuling Air ev telah memenuhi persyaratan TKDN minimal 40 persen sehingga berhak menerima insentif pajak dari pemerintah.
Selang satu tahun saudaranya Ioniq 6 debut di Indonesia melalui pameran GIIAS 2023. Ini jadi respon akan antusiasme konsumen Hyundai terhadap mobil listrik.
Hanya saja Ioniq 6 yang mengusung konsep sedan sporti itu belum diproduksi lokal, namun CBU (completely built up) alias impor utuh dari Korea Selatan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 Desember 2025, 10:17 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
28 November 2025, 13:00 WIB
04 November 2025, 15:00 WIB
16 Oktober 2025, 14:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV