Ribuan Hyundai Palisade Ditarik Ulang, Ini Penyebabnya
26 Maret 2026, 07:00 WIB
HMID membuka peluang buat memproduksi atau merakit secara lokal salah satu mobil listrik, yakni Hyundai Ioniq 6
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO –Mobil listrik Hyundai Ioniq 6 mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Padahal harganya sudah tembus di angka Rp1.1 miliar.
Hal itu terjadi karena masih diimpor secara utuh dari Korea Selatan alias CBU (Completely Built up). Sehingga banderolnya ketika dijual di Indonesia cukup tinggi.
Namun PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) membuka peluang buat memproduksi secara lokal Hyundai Ioniq 6. Akan tetapi semua itu bisa terealisasi bila muncul permintaan dari pelanggan setia.
“Semua tergantung dari hasil survey kita ke konsumen. Karena related to the production, kapasitas produksi dan lain sebagainya,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, COO PT HMID di acara Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2023, Selasa (26/9).
Dengan begitu bukan tidak mungkin jika Ioniq 6 bisa berstatus CKD (Completely Knocked Down). Apalagi ditambah adanya produk subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Kalau pemerintah meminta lebih banyak TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dari Hyundai tentu kita akan mengarah ke sana, karena lebih baik juga,” ucapnya.
Kemudian Frans sapaan akrabnya menuturkan kalau pihaknya saat ini menempatkan Hyundai Ioniq 6 sebagai produk flagship mereka.
“Jadi bukan sebagai selling model, Ioniq 6 kita buat sebagai model flagship. Sehingga penjualannya tidak dibuat terlalu besar seperti Hyundai Ioniq 5,” tegas Frans.
Nah jika membahas spesifikasinya, mobil listrik Hyundai satu ini mengusung konsep Electrified Streamliner. Mereka mengedepankan faktor aerodinamis serta futuristik buat produknya.
Kemudian jenama asal Korea Selatan menawarkan Hyundai Ioniq 6 dalam beberapa opsi warna. Sebut saja seperti Abyss Black Pearl, Serenity White Pearl, Gravity Gold Matte, Nocturne Grey Matte sampai Biophilic Blue Pearl.
Sementara buat pada sektor dapur pacu dibenamkan motor listrik permanent magnet synchronous yang sanggup menghasilkan tenaga 320.5 hp dan torsi puncak 605 Nm.
Hyundai mengklaim kalau line up kendaraan elektriknya bisa berakselerasi dari 0 sampai 100 km per jam hanya dalam waktu 5.1 detik.
Nah guna menunjang kinerjanya, dilengkapi juga baterai liquid cooled lithium ion berkapasitas 77.4 kWH. Membuatnya bisa menjelajah sejauh 519 kilometer.
Sementara buat fitur keselamatannya ada Hyundai SmartSense, mencakup IFS (Intelligent Front-lighting System), Forward Collision Avoidance Assist 2, Blind-Spot Collision Avoidance Assist, Blind-Spot View Monitor hingga Surround View Monitor.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
26 Maret 2026, 07:00 WIB
13 Maret 2026, 19:00 WIB
13 Maret 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 07:00 WIB
19 Februari 2026, 13:00 WIB
Terkini
03 April 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dibuka di lima tempat berbeda tersebar di sekitar Ibu Kota
03 April 2026, 06:00 WIB
Meski menjelang akhir pekan, SIM keliling Bandung tetap dihadiri demi memudahkan pengendara di Kota Kembang
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia