Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera
01 Januari 2026, 13:00 WIB
HMID membuka peluang buat memproduksi atau merakit secara lokal salah satu mobil listrik, yakni Hyundai Ioniq 6
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO –Mobil listrik Hyundai Ioniq 6 mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Padahal harganya sudah tembus di angka Rp1.1 miliar.
Hal itu terjadi karena masih diimpor secara utuh dari Korea Selatan alias CBU (Completely Built up). Sehingga banderolnya ketika dijual di Indonesia cukup tinggi.
Namun PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) membuka peluang buat memproduksi secara lokal Hyundai Ioniq 6. Akan tetapi semua itu bisa terealisasi bila muncul permintaan dari pelanggan setia.
“Semua tergantung dari hasil survey kita ke konsumen. Karena related to the production, kapasitas produksi dan lain sebagainya,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, COO PT HMID di acara Katadata Sustainability Action for The Future Economy (SAFE) 2023, Selasa (26/9).
Dengan begitu bukan tidak mungkin jika Ioniq 6 bisa berstatus CKD (Completely Knocked Down). Apalagi ditambah adanya produk subsidi mobil listrik dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Kalau pemerintah meminta lebih banyak TKDN (Tingkat Kandungan Dalam Negeri) dari Hyundai tentu kita akan mengarah ke sana, karena lebih baik juga,” ucapnya.
Kemudian Frans sapaan akrabnya menuturkan kalau pihaknya saat ini menempatkan Hyundai Ioniq 6 sebagai produk flagship mereka.
“Jadi bukan sebagai selling model, Ioniq 6 kita buat sebagai model flagship. Sehingga penjualannya tidak dibuat terlalu besar seperti Hyundai Ioniq 5,” tegas Frans.
Nah jika membahas spesifikasinya, mobil listrik Hyundai satu ini mengusung konsep Electrified Streamliner. Mereka mengedepankan faktor aerodinamis serta futuristik buat produknya.
Kemudian jenama asal Korea Selatan menawarkan Hyundai Ioniq 6 dalam beberapa opsi warna. Sebut saja seperti Abyss Black Pearl, Serenity White Pearl, Gravity Gold Matte, Nocturne Grey Matte sampai Biophilic Blue Pearl.
Sementara buat pada sektor dapur pacu dibenamkan motor listrik permanent magnet synchronous yang sanggup menghasilkan tenaga 320.5 hp dan torsi puncak 605 Nm.
Hyundai mengklaim kalau line up kendaraan elektriknya bisa berakselerasi dari 0 sampai 100 km per jam hanya dalam waktu 5.1 detik.
Nah guna menunjang kinerjanya, dilengkapi juga baterai liquid cooled lithium ion berkapasitas 77.4 kWH. Membuatnya bisa menjelajah sejauh 519 kilometer.
Sementara buat fitur keselamatannya ada Hyundai SmartSense, mencakup IFS (Intelligent Front-lighting System), Forward Collision Avoidance Assist 2, Blind-Spot Collision Avoidance Assist, Blind-Spot View Monitor hingga Surround View Monitor.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 13:00 WIB
22 Desember 2025, 10:00 WIB
17 Desember 2025, 21:00 WIB
06 Desember 2025, 09:00 WIB
05 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV