Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memastikan Hyundai Stargazer tidak diharamkan tenggak pertalite serta garansi tetap aman
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Hyundai Stargazer yang merupakan LMPV adalan terbaru Hyundai tentu telah dilengkapi dengan beragam teknologi terkini. Dan keberadaannya digadang menjadi rising star alias menjadi penantang kuat bagi Mitsubishi Xpander, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia hingga Suzuki Ertiga.
Salah satu yang menarik untuk menjadi perhatian di kelas ini adalah penggunaan bahan bakar. Dan dengan tegas HMID menyebut bahwa Hyundai Stargazer tidak diharamkan tenggak pertalite, jika terjadi masalah garansi dipastikan tidak gugur.
"Garansi gugur? Tidak, jadi ini clear ya, boleh pake Pertalite, boleh, garansi tidak akan gugur," tegas Makmur, Chief Operating Officer (COO) HMID disela-sela Stargazer Driving Day, Malang, Jawa Timur, Kamis (31/8/2022).
Makmur menambahkan bahwa soal pemilihan bahan bakar dikembalikan kepada konsumen. Namun demikian Hyundai merekomendasikan untuk menggunakan bahan bakar dengan kualitas yang paling baik. Ini tentu demi mengejar performa, kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar dengan oktan terbaik.
"Kami tidak bisa melarang konsumen pada saat ingin memakai Pertalite. Kami hanya merekomendasikan gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi dari pabrikan," tambah Makmur.
Seperti kita ketahui, Pemerintah tidak menaikan harga bahan bakar bersubsidi Pertalite pada 1 September 2022 lalu. Namun jika harga jadi disesuaikan alias naik, HMID tetap optimis angka penjualan kendaraan di Indonesia tetap tumbuh.
"Konsumen tidak ada pilihan karena Pertalite adalah BBM paling murah saat ini," kata Makmur.
Di sisi lain, Hyundai tentu telah memiliki solusi terbaik dalam mengatasi masalah kenaikan bahan bakar lewat Electric Vehicle (EV). Dan saat ini memiliki potensi yang terus berkembang serta makin besar.
"Potensi EV pun semakin besar, apalagi dengan kenaikan BBM. Belum ditambah dengan adanya program pemerintah yang ingin beralih mobilitas kendaraan masyarakat menjadi listrik," terang Makmur.
Saat ini Hyundai sendiri memiliki 2 model andalan EV yakni Kona Electric serta Ionic 5. Dan Makmur memberikan bocoran bahwa pihaknya akan menghadirkan model baru mobil listrik kelas MPV.
"Saat ini Indonesia masih terbuka dengan segala kemungkinan di masa depan, termasuk salah satunya membuat kendaraan listrik. Dan jika ditanya apakah kita punya rencana pembangunan EV yang lain, ya kita punya, pasti akan kita pikirkan," tutup Makmur.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
08 Januari 2026, 16:40 WIB
29 November 2025, 21:00 WIB
16 September 2025, 16:00 WIB
Terkini
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan
30 September 2026, 07:00 WIB
IMX 2026 kembali akan berlangsung pada 9-11 Oktober dan diramaikan dengan mobil-mobil modifikasi ikonik
30 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta diputuskan masih lanjut sampai akhir tahun, setelah sempat ditinjau beberapa pihak
30 September 2026, 06:00 WIB
Di akhir bulan September, SIM keliling Bandung tetap beroperasi untuk melayani masyarakat di Kota Kembang
30 September 2026, 06:00 WIB
Ada lima lokasi fasilitas SIM keliling Jakarta yang tersedia hari ini, simak tempat dan jam operasionalnya
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya