Hyundai Staria Hybrid Terdaftar di RI, Incar Pasar MPV Premium
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Hyundai jual pabrik mereka di Rusia dengan harga hanya Rp1.7 juta karena berhenti beroperasi sejak tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai jual pabrik di Rusia seharga 10.000 rubel atau setara Rp1.7 juta. Aset tersebut pun langsung dibeli salah satu perusahaan Rusia namun dengan beberapa persyaratan.
Salah satunya adalah Hyundai bisa membeli kembali pabrik dalam dua tahun setelah transaksi dilakukan. Kesepatakan itu pun telah disetujui dalam rapat dewan awal pekan ini serta dapat izin dari pemerintah Rusia.
Dilansir Carscoops, Hyundai akan menanggung kerugian sebesar 287 miliar won atau sekitar Rp3.4 triliun. Kesepakatan pun dikabarkan selesai pada 28 Desember 2023.
Sebelumnya diberitakan bahwa pabrik Hyundai yang berlokasi di St. Petersburg berhenti beroperasi pada Maret 2022. Penutupan dilakukan seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina di Februari 2022.
Padahal pabrik tersebut memiliki kapasitas tahunan sekitar 200.000 unit. Fasilitas itu memproduksi Hyundai Solaris, Hyundai Creta, Kia Rio dan Kia Rio X-Line yang merupakan model unggulan di Negara Beruang Merah.
Penutupan pabrik ini sangat memukul pabrikan asal Korea Selatan. Terlebih sebelum terjadi perang Hyundai bersama Kia masuk ke tiga merek terlaris di negara tersebut.
Namun semua berubah setelah invasi dilakukan. Bahkan Agustus 2023 mereka cuma berhasil menjual enam kendaraan, turun drastis dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 2.892 unit.
Kemudian bila melihat semakin ke belakang maka penjualan Hyundai dan Kia hanya mencapai 400.000 unit di 2019. Jumlah itu juga tercapai pada 2021 serta menguasai 22.5 persen dari total pasar.
Selain Hyundai, beberapa pabrikan besar lain juga telah menjual pabrik mereka di dengan harga murah dalam 18 bulan terakhir. Sebagai contoh Oktober lalu Nissan telah menjual fasilitas mereka ke Central Research and Development Automobile and Engine Institute Rusia.
Ketika itu harga yang ditawarkan hanyalah 1 euro atau sekitar Rp17.000. Artinya pabrikan Jepang tersebut mengalami kerugian 100 miliar yen atau setara Rp10.8 triliun.
Sama seperti Hyundai mereka juga memiliki pilihan untuk membeli kembali fasilitasnya dalam enam tahun ke depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juni 2026, 20:27 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
14 Mei 2026, 20:18 WIB
22 April 2026, 15:00 WIB
17 April 2026, 07:42 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 21:33 WIB
Rofbell Ardante Sahroni mendapat apresiasi dari IMI (Ikatan Motor Indonesia) atas prestasinya di ajang Drift
01 Juli 2026, 17:00 WIB
Harga Porsche Cayenne versi rakitan Malaysia semakin kompetitif di Rp 2,99 miliar, spesifikasi tidak berubah
01 Juli 2026, 16:32 WIB
Pertamina kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mulai berlaku secara nasional pada hari ini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM