Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Hyundai jual pabrik mereka di Rusia dengan harga hanya Rp1.7 juta karena berhenti beroperasi sejak tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai jual pabrik di Rusia seharga 10.000 rubel atau setara Rp1.7 juta. Aset tersebut pun langsung dibeli salah satu perusahaan Rusia namun dengan beberapa persyaratan.
Salah satunya adalah Hyundai bisa membeli kembali pabrik dalam dua tahun setelah transaksi dilakukan. Kesepatakan itu pun telah disetujui dalam rapat dewan awal pekan ini serta dapat izin dari pemerintah Rusia.
Dilansir Carscoops, Hyundai akan menanggung kerugian sebesar 287 miliar won atau sekitar Rp3.4 triliun. Kesepakatan pun dikabarkan selesai pada 28 Desember 2023.
Sebelumnya diberitakan bahwa pabrik Hyundai yang berlokasi di St. Petersburg berhenti beroperasi pada Maret 2022. Penutupan dilakukan seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina di Februari 2022.
Padahal pabrik tersebut memiliki kapasitas tahunan sekitar 200.000 unit. Fasilitas itu memproduksi Hyundai Solaris, Hyundai Creta, Kia Rio dan Kia Rio X-Line yang merupakan model unggulan di Negara Beruang Merah.
Penutupan pabrik ini sangat memukul pabrikan asal Korea Selatan. Terlebih sebelum terjadi perang Hyundai bersama Kia masuk ke tiga merek terlaris di negara tersebut.
Namun semua berubah setelah invasi dilakukan. Bahkan Agustus 2023 mereka cuma berhasil menjual enam kendaraan, turun drastis dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 2.892 unit.
Kemudian bila melihat semakin ke belakang maka penjualan Hyundai dan Kia hanya mencapai 400.000 unit di 2019. Jumlah itu juga tercapai pada 2021 serta menguasai 22.5 persen dari total pasar.
Selain Hyundai, beberapa pabrikan besar lain juga telah menjual pabrik mereka di dengan harga murah dalam 18 bulan terakhir. Sebagai contoh Oktober lalu Nissan telah menjual fasilitas mereka ke Central Research and Development Automobile and Engine Institute Rusia.
Ketika itu harga yang ditawarkan hanyalah 1 euro atau sekitar Rp17.000. Artinya pabrikan Jepang tersebut mengalami kerugian 100 miliar yen atau setara Rp10.8 triliun.
Sama seperti Hyundai mereka juga memiliki pilihan untuk membeli kembali fasilitasnya dalam enam tahun ke depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 13:00 WIB
23 Desember 2025, 08:00 WIB
22 Desember 2025, 10:00 WIB
22 Desember 2025, 07:00 WIB
19 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026