Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Hyundai jual pabrik mereka di Rusia dengan harga hanya Rp1.7 juta karena berhenti beroperasi sejak tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Hyundai jual pabrik di Rusia seharga 10.000 rubel atau setara Rp1.7 juta. Aset tersebut pun langsung dibeli salah satu perusahaan Rusia namun dengan beberapa persyaratan.
Salah satunya adalah Hyundai bisa membeli kembali pabrik dalam dua tahun setelah transaksi dilakukan. Kesepatakan itu pun telah disetujui dalam rapat dewan awal pekan ini serta dapat izin dari pemerintah Rusia.
Dilansir Carscoops, Hyundai akan menanggung kerugian sebesar 287 miliar won atau sekitar Rp3.4 triliun. Kesepakatan pun dikabarkan selesai pada 28 Desember 2023.
Sebelumnya diberitakan bahwa pabrik Hyundai yang berlokasi di St. Petersburg berhenti beroperasi pada Maret 2022. Penutupan dilakukan seiring dengan invasi Rusia ke Ukraina di Februari 2022.
Padahal pabrik tersebut memiliki kapasitas tahunan sekitar 200.000 unit. Fasilitas itu memproduksi Hyundai Solaris, Hyundai Creta, Kia Rio dan Kia Rio X-Line yang merupakan model unggulan di Negara Beruang Merah.
Penutupan pabrik ini sangat memukul pabrikan asal Korea Selatan. Terlebih sebelum terjadi perang Hyundai bersama Kia masuk ke tiga merek terlaris di negara tersebut.
Namun semua berubah setelah invasi dilakukan. Bahkan Agustus 2023 mereka cuma berhasil menjual enam kendaraan, turun drastis dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 2.892 unit.
Kemudian bila melihat semakin ke belakang maka penjualan Hyundai dan Kia hanya mencapai 400.000 unit di 2019. Jumlah itu juga tercapai pada 2021 serta menguasai 22.5 persen dari total pasar.
Selain Hyundai, beberapa pabrikan besar lain juga telah menjual pabrik mereka di dengan harga murah dalam 18 bulan terakhir. Sebagai contoh Oktober lalu Nissan telah menjual fasilitas mereka ke Central Research and Development Automobile and Engine Institute Rusia.
Ketika itu harga yang ditawarkan hanyalah 1 euro atau sekitar Rp17.000. Artinya pabrikan Jepang tersebut mengalami kerugian 100 miliar yen atau setara Rp10.8 triliun.
Sama seperti Hyundai mereka juga memiliki pilihan untuk membeli kembali fasilitasnya dalam enam tahun ke depan.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
29 September 2026, 21:26 WIB
Spacer pada mobil membantu memperbaiki proporsi ban dengan fender, namun pemilik perlu mengenali risikonya
29 September 2026, 16:17 WIB
Thailand jadi negara pertama di ASEAN yang akan menjual Mitsubishi Pajero terbaru, ini kisaran harganya
29 September 2026, 14:39 WIB
Mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia, wajib meningkatkan TKDN sampai 80 persen pada 2030 mendatang
29 September 2026, 09:00 WIB
Diler motor Honda siapkan aplikasi dengan fitur Booking Servis, mudahkan pelanggan saat servis kendaraan
29 September 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez memiliki bekal penting untuk keluar sebagai pemenang di MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi
29 September 2026, 06:00 WIB
Guna meminimalisir kesalahan pengendara di kawasan maupun jalan protokol di jalan Ibu Kota, diterapkan ganjil genap Jakarta
29 September 2026, 06:00 WIB
Agar mengurus dokumen berkendara lebih mudah, masyarakat disarankan untuk mendatangi SIM keliling Bandung
28 September 2026, 21:01 WIB
Bintang Chemical Indonesia melakukan peletakan batu pertama, siap punya pabrik cat belkote baru di Indonesia