Hyundai Ioniq 5 Ditawarkan Dengan Sistem Sewa Mulai Rp 15 Juta
12 Februari 2026, 11:00 WIB
Membuat kendaraan lebih fungsional, Hyundai dan Samsung jalin kerja sama kembangkan IoT (Internet of Things)
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – IoT (Internet of Things) jadi satu hal yang banyak ditemukan pada mobil keluaran terbaru. Teknologi tersebut dapat memudahkan pemilik untuk mengakses beragam fitur kendaraan dari smartphone.
Belum lama ini Hyundai dan Samsung umumkan kolaborasi untuk mengembangkan platform SmartThings ke lini Hyundai termasuk Kia dan model mobil listriknya.
Kedua pihak menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) pada 3 Januari 2024, bertujuan mengintegrasikan fungsi smart home dan mobil yang terhubung.
Nantinya pemilik smart home terkoneksi Samsung SmartThings bisa dengan mudah mengakses informasi tempat tinggal serta kendaraan hanya lewat telepon genggam.
Secara singkat fungsi Home-to-Car dan Car-to-Home menghubungkan rumah dengan sistem infotainment mobil.
Jika biasanya IoT hanya menyediakan akses mobil dari smartphone, teknologi baru ini membuat pemilik juga bisa mengatur beragam fitur di rumah seperti menyalakan AC dan televisi.
Pemilik juga bisa mendapatkan informasi kendaraan listrik setiap pagi seperti kondisi baterai serta daya jelajah tersisa.
Saat kondisi mobil terhubung charging, pemilik bisa mengatur durasi pengisian daya optimal agar tidak merusak baterai.
Chanwoo Park, Executive Vice President Samsung Electronics mengatakan bahwa kolaborasi tersebut suguhkan komunikasi Home-to-Car dan manajemen rumah efisien energi yang cocok untuk gaya hidup di masa mendatang.
“Dengan menghubungkan platform SmartThings ke mobil kita bisa secara signifikan menambah pengalaman konsumen di rumah dan kendaraan,” ujar Chanwoo dalam siaran resmi Samsung Newsroom, dikutip Jumat (5/1).
Hyundai dan Kia juga akan memperbarui sistem infotainment sambil menyediakan fitur-fitur terbaru secara OTA (over-the-air) alias wireless delivery software update.
Pabrikan asal Korea Selatan ini punya Hyundai Bluelink pada Creta, Stargazer, new Palisade dan Ioniq 5. Lewat aplikasi pemilik bisa mengakses beragam informasi kendaraan sampai lokasi secara real-time.
Layanan tersebut diberikan tiga tahun pertama saat pemilik pertama kali membeli dan ada bayaran setelahnya. Setelah itu konsumen bisa lakukan perpanjangan.
Maka tombol Bluelink pada mobil-mobil tersebut akan non-aktif setelah masa berlaku habis. Namun pihak Hyundai masih enggan membeberkan biaya berlangganannya.
“Dari internal masih riset belum ada kisaran kira-kira akan berapa subscription fee selama satu tahun atau metodenya seperti apa, nanti akan kita informasikan,” ucap Ridwan Arifin, Aftersales Service Department PT HMID (Hyundai Motors Indonesia).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Februari 2026, 11:00 WIB
07 Februari 2026, 14:00 WIB
06 Februari 2026, 15:30 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026