Debut GIIAS 2026 Hyundai Neira Prototype Sukses Curi Perhatian
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
Membuat kendaraan lebih fungsional, Hyundai dan Samsung jalin kerja sama kembangkan IoT (Internet of Things)
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – IoT (Internet of Things) jadi satu hal yang banyak ditemukan pada mobil keluaran terbaru. Teknologi tersebut dapat memudahkan pemilik untuk mengakses beragam fitur kendaraan dari smartphone.
Belum lama ini Hyundai dan Samsung umumkan kolaborasi untuk mengembangkan platform SmartThings ke lini Hyundai termasuk Kia dan model mobil listriknya.
Kedua pihak menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) pada 3 Januari 2024, bertujuan mengintegrasikan fungsi smart home dan mobil yang terhubung.
Nantinya pemilik smart home terkoneksi Samsung SmartThings bisa dengan mudah mengakses informasi tempat tinggal serta kendaraan hanya lewat telepon genggam.
Secara singkat fungsi Home-to-Car dan Car-to-Home menghubungkan rumah dengan sistem infotainment mobil.
Jika biasanya IoT hanya menyediakan akses mobil dari smartphone, teknologi baru ini membuat pemilik juga bisa mengatur beragam fitur di rumah seperti menyalakan AC dan televisi.
Pemilik juga bisa mendapatkan informasi kendaraan listrik setiap pagi seperti kondisi baterai serta daya jelajah tersisa.
Saat kondisi mobil terhubung charging, pemilik bisa mengatur durasi pengisian daya optimal agar tidak merusak baterai.
Chanwoo Park, Executive Vice President Samsung Electronics mengatakan bahwa kolaborasi tersebut suguhkan komunikasi Home-to-Car dan manajemen rumah efisien energi yang cocok untuk gaya hidup di masa mendatang.
“Dengan menghubungkan platform SmartThings ke mobil kita bisa secara signifikan menambah pengalaman konsumen di rumah dan kendaraan,” ujar Chanwoo dalam siaran resmi Samsung Newsroom, dikutip Jumat (5/1).
Hyundai dan Kia juga akan memperbarui sistem infotainment sambil menyediakan fitur-fitur terbaru secara OTA (over-the-air) alias wireless delivery software update.
Pabrikan asal Korea Selatan ini punya Hyundai Bluelink pada Creta, Stargazer, new Palisade dan Ioniq 5. Lewat aplikasi pemilik bisa mengakses beragam informasi kendaraan sampai lokasi secara real-time.
Layanan tersebut diberikan tiga tahun pertama saat pemilik pertama kali membeli dan ada bayaran setelahnya. Setelah itu konsumen bisa lakukan perpanjangan.
Maka tombol Bluelink pada mobil-mobil tersebut akan non-aktif setelah masa berlaku habis. Namun pihak Hyundai masih enggan membeberkan biaya berlangganannya.
“Dari internal masih riset belum ada kisaran kira-kira akan berapa subscription fee selama satu tahun atau metodenya seperti apa, nanti akan kita informasikan,” ucap Ridwan Arifin, Aftersales Service Department PT HMID (Hyundai Motors Indonesia).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Agustus 2026, 07:00 WIB
03 Juli 2026, 07:58 WIB
02 Juli 2026, 19:03 WIB
13 Juni 2026, 20:27 WIB
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia