Nasib Harga Mobil Hyundai saat Pasar Otomotif Bergejolak
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
Hyundai bangun pabrik mobil listrik di Amerika Serikat dengan menggelontorkan dana sebesar Rp81 triliun
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Hyundai bangun pabrik mobil listrik dan baterai di Amerika Serikat. Guna mewujudkan keinginannya, mereka berinvestasi sebesar USD5.54 miliar atau setara Rp81.3 triliun.
Dilansir dari Antara, pengumumkan investasi dilakukan setelah Presiden AS Joe Biden mengunjungi Korea Selatan. Pabrikan berlogo H miring tersebut telah memilih Georgia sebagai lokasi untuk pengembangan kendaraan listrik mereka.
Ada banyak alasan Hyundai memilih lokasi tersebut seperti pasar dinamis hingga kemampuan negara bagian untuk memenuhi standar netralitas karbon. Terlebih, Georgia adalah rumah bagi jaringan anak perusahaan dan pemasok Hyundai.
Rencananya Hyundai Motor Group akan memulai pembangunan pabrik mobil listrik serta baterai pada Januari 2023. Sementara untuk produksi dimulai pada paruh pertama 2025 dengan kapasitas produksi 300.000 unit.
"Amerika Serikat selalu menempati tempat penting dalam strategi global Grup dan kami senang bermitra dengan Negara Bagian Georgia untuk mencapai tujuan bersama yaitu tentang mobilitas serta keberlanjutan listrik," kata Euisun Chung, Chairman Hyundai Motor Group.
Tak hanya itu, pemasok Hyundai juga dikabarkan akan melakukan investasi pabrik baru senilai USD 1 miliar serta membuat 8.100 pekerjaan baru. Brian Kemp, Gubernur Georgia menyebut investasi Hyundai sebagai proyek pembangunan ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian.
Kehadiran pabrik baru nantinya diyakini dapat membantu Hyundai Motor.Co di negeri Paman Sam. Pasalnya mereka dikabarkan sedang mempersiapkan diri untuk meluncurkan beberapa SUV listrik seperti Ioniq 7.
Hyundai juga telah mengumumkan untuk menginvestasikan USD5 miliar (Rp73 triliun) untuk pengembangkan robotika dan perangkat lunak mengemudi otonom. Investasi ini diyakini cukup untuk menyediakan produk serta solusi inovatif bagi pelanggan AS.
“Hyundai Motor Group berencana menginvestasikan tambahan USD5 miliar hingga 2025 yang akan memperkuat kolaborasi kami dengan perusahaan Amerika dalam beragam teknologi. Mulai dari robotika, mobilitas udara perkotaan, mengemudi otonom dan kecerdasan buatan,” tegas Chung.
Menariknya lagi, sebelum keputusan besar terkait 2 investasi di atas, Hyundai sebenarnya sudah menggelontorkan USD300 juta untuk pabrik mereka di Alabama. Dana tersebut dikucurkan untuk memulai produksi Santa Fe Hybrid serta Genesis GV70 yang merupakan mobil listrik pada akhir tahun.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta