Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Harga Tesla Model Y dan 3 mengalami kenaikan hingga puluhan juta di awal tahun ini, berikut harga lengkapnya
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Memiliki beragam pilihan mobil listrik, China menjadi salah satu negara yang tengah berjuang beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Tak menyia-nyiakan kesempatan ini, Tesla Model Y dan 3 hadir dengan beragam keunggulan.
Menjadi varian yang diminati konsumen, kedua model tersebut mengalami pembaruan harga di awal tahun ini. Hal tersebut disampaikan pabrikan melalui website resminya di China.
Seperti dilansir Gizmochina, Senin (3/1/2022), kenaikan harga berlaku untuk varian penggerak roda belakang Model 3 dan Model Y.
Khusus varian penggerak roda belakang Model 3, harga yang ditawarkan saat ini berada di angka 265.652 Yuan atau setara dengan Rp596 juta. Banderol tersebut mengalami peningkatan 10.000 Yuan atau Rp22 jutaan, dibandingkan harga sebelumnya.
Untuk varian penggerak roda belakang Model Y, harga yang ditawarkan saat ini yakni 301.840 Yuan atau setara dengan Rp677 jutaan. Angka tersebut meningkat hingga 21.000 Yuan atau Rp47 jutaan dari banderol sebelumnya.
Perlu diketahui, varian penggerak roda belakang merupakan tipe dasar kedua mobil listrik tersebut. Khusus Model Y, Tesla menawarkan jangkauan hingga 545 kilometer untuk sekali pengisian daya secara penuh.
Terkait kecepatan, mobil ini mampu melaju hingga 217 kilometer per jam. Tak hanya itu, mobil ini juga bisa berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 6,9 detik.
Berbeda dengan model sebelumnya, untuk Model 3, pabrikan mobil listrik ini menawarkan kecepatan tertinggi hingga 225 kilometer per jam. Saat baterai terisi penuh, kendaraan mampu menjangkau 556 kilometer.
Selain itu, Model 3 bisa melaju dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 6,1 detik.
Meski kenaikan harga telah diberlakukan, pabrikan masih enggan memberikan komentar terkait alasan pihaknya melakukan hal ini.
Karena tak ada pernyataan resmi dari perusahaan, spekulasi akhirnya bermunculan. Salah satu yang menarik perhatian ialah komentar penasehat bisnis Suolei di Shanghai
“Meningkatnya popularitas Tesla di China dan Asia mengakibatkan kesenjangan yang semakin lebar antara kapasitas dan permintaan. Harga yang lebih tinggi ditujukan untuk membatasi permintaan konsumen," kata Eric Han, manajer senior Suolei dilansir South China Morning Post.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
05 Oktober 2026, 07:00 WIB
Cargloss terleihat menempel di helm dua pembalap Indonesia yang go International yakni Mario Aji dan Veda Ega
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mengunjungi SIM keliling Bandung yang beroperasi
05 Oktober 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta terbukti mampu mengatur arus lalu lintas lebih teratur khususnya pada jam-jam sibuk
04 Oktober 2026, 22:30 WIB
Mitsubishi New Xforce ditawarkan sebagai opsi kendaraan praktis, khususnya untuk pembeli SUV pertama
04 Oktober 2026, 13:12 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai pemenang di balapan utama MotoGP Jepang 2026 usai mengalahkan Martinator
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan