Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Harga Tesla Model Y dan 3 mengalami kenaikan hingga puluhan juta di awal tahun ini, berikut harga lengkapnya
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Memiliki beragam pilihan mobil listrik, China menjadi salah satu negara yang tengah berjuang beralih menggunakan kendaraan ramah lingkungan. Tak menyia-nyiakan kesempatan ini, Tesla Model Y dan 3 hadir dengan beragam keunggulan.
Menjadi varian yang diminati konsumen, kedua model tersebut mengalami pembaruan harga di awal tahun ini. Hal tersebut disampaikan pabrikan melalui website resminya di China.
Seperti dilansir Gizmochina, Senin (3/1/2022), kenaikan harga berlaku untuk varian penggerak roda belakang Model 3 dan Model Y.
Khusus varian penggerak roda belakang Model 3, harga yang ditawarkan saat ini berada di angka 265.652 Yuan atau setara dengan Rp596 juta. Banderol tersebut mengalami peningkatan 10.000 Yuan atau Rp22 jutaan, dibandingkan harga sebelumnya.
Untuk varian penggerak roda belakang Model Y, harga yang ditawarkan saat ini yakni 301.840 Yuan atau setara dengan Rp677 jutaan. Angka tersebut meningkat hingga 21.000 Yuan atau Rp47 jutaan dari banderol sebelumnya.
Perlu diketahui, varian penggerak roda belakang merupakan tipe dasar kedua mobil listrik tersebut. Khusus Model Y, Tesla menawarkan jangkauan hingga 545 kilometer untuk sekali pengisian daya secara penuh.
Terkait kecepatan, mobil ini mampu melaju hingga 217 kilometer per jam. Tak hanya itu, mobil ini juga bisa berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 6,9 detik.
Berbeda dengan model sebelumnya, untuk Model 3, pabrikan mobil listrik ini menawarkan kecepatan tertinggi hingga 225 kilometer per jam. Saat baterai terisi penuh, kendaraan mampu menjangkau 556 kilometer.
Selain itu, Model 3 bisa melaju dari 0 hingga 100 kilometer per jam hanya dalam 6,1 detik.
Meski kenaikan harga telah diberlakukan, pabrikan masih enggan memberikan komentar terkait alasan pihaknya melakukan hal ini.
Karena tak ada pernyataan resmi dari perusahaan, spekulasi akhirnya bermunculan. Salah satu yang menarik perhatian ialah komentar penasehat bisnis Suolei di Shanghai
“Meningkatnya popularitas Tesla di China dan Asia mengakibatkan kesenjangan yang semakin lebar antara kapasitas dan permintaan. Harga yang lebih tinggi ditujukan untuk membatasi permintaan konsumen," kata Eric Han, manajer senior Suolei dilansir South China Morning Post.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 23:16 WIB
Gresini Racing mengusung Joan Mir dan Daniel Holgado untuk menghadapi persaingan era baru MotoGP 2027
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan