Interior Berkelas Toyota HiAce Premio Ultimate Racikan Lombardi
02 September 2026, 15:00 WIB
Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga mobil Toyota tetap terjaga belum ada kenaikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) belum menunjukan hasil positif. Hingga Kamis (18/4) sore, masih berada di angka Rp 16.181.
Hal tersebut membuat sejumlah pihak khawatir. Tak terkecuali bagi PT TAM (Toyota Astra Motor) yang produknya berisiko terdampak karena nilai tukar rupiah melemah.
Seperti dikatakan Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM. Dia menuturkan kalau jenama asal Jepang masih melihat kondisi yang ada.
Meski begitu, harga mobil Toyota saat ini tetap terjaga. Sehingga konsumen di Tanah Air tidak perlu takut banderol produk mereka meroket.
“Saat ini masih belum ada kenaikan harga, tetapi terus kita monitor dan mengevaluasi efek hal tersebut terhadap model-model Toyota,” ungkap Anton kepada KatadataOTO.
Lebih jauh ia tidak menampik jika melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup berpengaruh. Jadi mereka tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan.
“Karena dalam penetapan harga ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti nilai tukar, biaya produksi, kondisi pasar, kompetisi dan lain sebagainya,” ia menambahkan.
Anton pun menuturkan kalau Toyota terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari jaringan diler, pihak manufaktur, Regional Office hingga prinsipal.
Sehingga harga mobil Toyota tetap terjaga di tengah anjloknya rupiah. Kemudian guna mencari jalan terbaik serta menjaga biaya operasional perusahaan.
“Yang pasti kami akan terus memperhatikan kondisi ini dengan baik, sehingga Toyota dapat tetap memberikan Best Total Ownership Experience dari produk dan layanan kepada pelanggan setia,” tegas Anton.
Memang kenaikan harga harus dilakukan pabrikan otomotif. Pasalnya beberapa komponen kendaraan masih impor serta transaksi menggunakan dolar AS.
Kemudian model yang diimpor secara utuh alias CBU (Completely Built Up) biasanya akan terkena dampak langsung dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Toyota sendiri memiliki mobil-mobil dengan status CBU. Sebut saja seperti Toyota Alphard Hybrid sampai Toyota Land Cruiser.
Sehingga jika rupiah terus melemah maka bukan tidak mungkin harga jual mobil Toyota bakal naik atau disesuaikan dengan keadaan.
Sebagai informasi, menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) jenama asal negeri matahari terbit melakukan importasi sebanyak 5.234 unit pada Januari sampai Maret 2024.
Jumah tersebut merosot 45,8 persen dibandingkan tahun lalu. Sebab mereka mengimpor 9.664 mobil Toyota dalam periode yang sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 September 2026, 15:00 WIB
02 September 2026, 07:00 WIB
31 Agustus 2026, 09:00 WIB
19 Agustus 2026, 15:12 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
19 September 2026, 09:00 WIB
Wuling Starlight M merupakan versi baru dari Darion, ukuran jauh lebih besar dan dapat ubahan eksterior
19 September 2026, 07:00 WIB
AiMOGA yang merupakan perusahaan di bawah naungan Chery Group kembali menunjukkan komitmennya di Tanah Air
18 September 2026, 22:02 WIB
Automechanika 2026 akan digelar di Jakarta, diharapkan bisa gairahkan pasar komponen kendaraan di Indonesia
18 September 2026, 17:00 WIB
Jorge Martin mengaku siap untuk kembali bersaing dengan Marc Marquez di MotoGP Austria 2026 di akhir pekan
18 September 2026, 16:50 WIB
Penjualan Honda pulih di Agustus 2026, namun masih ada PR besar untuk kembali ke lima besar merek terlaris
18 September 2026, 09:36 WIB
Wuling Eksion PHEV hadir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tidak hanya bermobilitas di dalam kota
18 September 2026, 06:00 WIB
Mobil pribadi dengan pelat nomor yang tidak sesuai diharapkan tidak melintas area Ganjil Genap Jakarta
18 September 2026, 06:00 WIB
Menjelang akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tetap beroperasi di lima lokasi di sekitar ibu kota