Susul Avanza, Harga Toyota Innova Zenix Naik di Awal Tahun
15 Januari 2026, 15:00 WIB
Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga mobil Toyota tetap terjaga belum ada kenaikan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (Amerika Serikat) belum menunjukan hasil positif. Hingga Kamis (18/4) sore, masih berada di angka Rp 16.181.
Hal tersebut membuat sejumlah pihak khawatir. Tak terkecuali bagi PT TAM (Toyota Astra Motor) yang produknya berisiko terdampak karena nilai tukar rupiah melemah.
Seperti dikatakan Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM. Dia menuturkan kalau jenama asal Jepang masih melihat kondisi yang ada.
Meski begitu, harga mobil Toyota saat ini tetap terjaga. Sehingga konsumen di Tanah Air tidak perlu takut banderol produk mereka meroket.
“Saat ini masih belum ada kenaikan harga, tetapi terus kita monitor dan mengevaluasi efek hal tersebut terhadap model-model Toyota,” ungkap Anton kepada KatadataOTO.
Lebih jauh ia tidak menampik jika melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar cukup berpengaruh. Jadi mereka tidak mau gegabah dalam mengambil tindakan.
“Karena dalam penetapan harga ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti nilai tukar, biaya produksi, kondisi pasar, kompetisi dan lain sebagainya,” ia menambahkan.
Anton pun menuturkan kalau Toyota terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari jaringan diler, pihak manufaktur, Regional Office hingga prinsipal.
Sehingga harga mobil Toyota tetap terjaga di tengah anjloknya rupiah. Kemudian guna mencari jalan terbaik serta menjaga biaya operasional perusahaan.
“Yang pasti kami akan terus memperhatikan kondisi ini dengan baik, sehingga Toyota dapat tetap memberikan Best Total Ownership Experience dari produk dan layanan kepada pelanggan setia,” tegas Anton.
Memang kenaikan harga harus dilakukan pabrikan otomotif. Pasalnya beberapa komponen kendaraan masih impor serta transaksi menggunakan dolar AS.
Kemudian model yang diimpor secara utuh alias CBU (Completely Built Up) biasanya akan terkena dampak langsung dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar.
Toyota sendiri memiliki mobil-mobil dengan status CBU. Sebut saja seperti Toyota Alphard Hybrid sampai Toyota Land Cruiser.
Sehingga jika rupiah terus melemah maka bukan tidak mungkin harga jual mobil Toyota bakal naik atau disesuaikan dengan keadaan.
Sebagai informasi, menurut data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) jenama asal negeri matahari terbit melakukan importasi sebanyak 5.234 unit pada Januari sampai Maret 2024.
Jumah tersebut merosot 45,8 persen dibandingkan tahun lalu. Sebab mereka mengimpor 9.664 mobil Toyota dalam periode yang sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 15:00 WIB
14 Januari 2026, 10:00 WIB
11 Januari 2026, 15:00 WIB
11 Januari 2026, 13:00 WIB
Terkini
16 Januari 2026, 21:00 WIB
Motor TVS Callisto 125 mendapatkan dua tambahan warna baru, melengkapi empat opsi kelir yang sudah ada
16 Januari 2026, 17:00 WIB
Wholesales mobil listrik di RI terus mengalami perkembangan sejak 2020, naik signifikan berkat mobil Cina
16 Januari 2026, 15:00 WIB
Berikut KatadataOTO merangkum daftar biaya pembuatan pelat nomor cantik tahun ini, harga mulai Rp 5 jutaan
16 Januari 2026, 14:00 WIB
Buat Anda yang ingin menghabiskan waktu saat libur Isra Miraj, wajib mengetahui jadwal ganjil genap Puncak
16 Januari 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan menjaga stok di pasar agar tidak berlebihan di 2025 sehingga membuat wholesales turun tajam
16 Januari 2026, 11:00 WIB
Penjualan Honda 2025 mengalami penurunan yang cukup dampak dari beragam faktor termasuk lemahnya pasar otomotif
16 Januari 2026, 09:00 WIB
Hyundai menjadi sponsor utama dalam kompetisi ASEAN CUP yang diselenggarakan mulai Juni 2026 mendatang
16 Januari 2026, 07:00 WIB
Aprilia Racing jadi tim MotoGP ketiga yang merilis motor balap baru Marco Bezzecchi dan Jorge Martin