Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Adopsi mobil listrik di Indonesia masih terus bertumbuh. Banyak masyarakat yang mulai menggunakan Battery Electric Vehicle (BEV).
Hal ini didorong oleh semakin banyaknya model yang dijajakan oleh para pabrikan.
Kemudian harga ditawarkan kepada konsumen juga semakin kompetitif, sehingga masyarakat tertarik memiliki mobil listrik.
Kondisi tersebut tentu mengubah peta industri otomotif di Tanah Air, terkhusus bisnis komponen maupun suku cadang.
Sebab BEV memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana, dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.
Meski begitu industri komponen di dalam negeri, dipercaya masih bisa terus bertumbuh hingga waktu cukup lama.
“Mungkin sampai dua dekade lagi ke depan (bakal bertahan), industri komponen akan memiliki peluang-peluang besar ke depan” ungkap Yusak Kristian Solaeman, Chairman Gabungan Industri Alat-Alat Mobil dan Motor (GIAMM) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih jauh disebutkan, penetrasi mobil listrik di Indonesia masih tertahan oleh infrastruktur.
Dengan begitu populasi BEV masih berkutat di kota-kota besar, belum sampai ke daerah terpencil.
“Kalau kita bergerak ke kota yang lebih kecil, tentu infrastruktur dan lain-lainnya juga tidak secepat apa yang kita lihat di kota besar seperti Jakarta,” tutur dia.
Pria turut menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Otoparts ini mengatakan bahwa, kendaraan ramah lingkungan tidak hanya BEV.
Akan tetapi, juga masih ada hybrid sampai PHEV yang secara garis besar masih serupa dengan kendaraan roda empat bermesin bensin.
Selain itu, jumlah kendaraan roda empat konvensional yang sudah beroperasi juga menjadi bagian penting dari pasar.
“Kedua adalah beberapa parts atau komponen tetap akan digunakan baik itu di ICE dan HEV,” tegas dia.
Di sisi lain, peluang juga datang dari pasar penggantian komponen atau suku cadang, sebab kendaraan memerlukan perawatan.
Lalu jumlah kendaraan yang sudah beredar di jalan raya, jauh lebih besar dibandingkan mobil baru dalam satu tahun.
“Karena di replacement market itu unit in operation itu akan bertahan mungkin sampai dua dekade lagi,” pungkas Yusak.
Oleh sebab itu, Chairman GIAMM mengungkapkan bahwa peluang industri komponen di Indonesia masih cukup besar.
Ditambah pasar kendaraan roda empat anyar di dalam negeri masih berpotensi melebihi satu juta unit.
“Walaupun EV melakukan penetrasi cukup agresif, tetap secara ukuran kita masih bertumbuh,” Yusak menutup pernyataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
18 September 2026, 22:02 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta