Wuling Almaz Darion Makin Dekat ke Indonesia, Desainnya Terdaftar
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Berbagai merek premium termasuk Porsche menghadapi tantangan berat di era elektrifikasi, hadapi produk Cina
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan Cina bisa dibilang paling populer di era elektrifikasi. Ada berbagai model ditawarkan baik BEV (Battery Electric Vehicle) maupun HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Tetapi yang jadi daya tarik utama adalah harga. Banyak mobil listrik maupun dan hybrid dari Cina dijual dengan banderol lebih murah dibandingkan merek lain asal Jepang sampai Eropa.
Bahkan, beberapa menyasar segmen premium. Misal, Xiaomi menawarkan sedan bertenaga listrik performa tinggi lalu tenaganya bersaing dengan model di kelas Tesla maupun Porsche sekalipun.
Salah satu manufaktur otomotif mewah yang kesulitan merasa kesulitan di era EV adalah Porsche.
Brand asal Jepang tersebut baru-baru ini dilaporkan bakal menunda peluncuran produk bertenaga listrik teranyar mereka seperti 718 Boxster versi EV dan pengganti Cayman.
Ada banyak tantangan dihadapi Porsche, seperti tarif impor serta ketatnya persaingan EV (Electric Vehicle) di Cina.
Menurut analis, salah satu penghambat langkah Porsche adalah target elektrifikasi yang terlalu agresif dan tidak fleksibel.
Strategi lain yang seharusnya bisa diterapkan Porsche adalah transisi ke PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) terlebih dulu sebelum sepenuhnya beralih ke model BEV.
“Karena transisi ke BEV mundur dari jadwal awal, Porsche sekarang harus mengembangkan model ICE tambahan dan menghadapi situasi di Cina serta ketidakpastian regulasi ekspor AS,” kata Fabio Holscher, analis Warburg Research dikutip dari Insideevs, Jumat (16/05).
Bahkan diketahui per Februari, Porsche melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.900 pekerja di bagian riset dan manufaktur di Jerman.
Di Tiongkok, mobil listrik performa tinggi seperti Xiaomi SU7 Ultra dan Yangwang U9 ditawarkan dengan banderol lebih murah dan jadi masalah besar bagi Porsche.
Tidak hanya di negara asalnya, di Indonesia berbagai manufaktur Tiongkok semakin agresif memperkenalkan lini kendaraan elektrifikasinya.
Di samping hybrid, mereka juga mulai memboyong lini PHEV yang dulu dikenal dengan harga mahal di dalam negeri.
Terbarunya, Chery menghadirkan SUV berkonfigurasi tujuh penumpang berteknologi hybrid seharga Rp 499 jutaan khusus 1.000 pembeli pertama.
Tentu menjadi alternatif menarik apalagi jika melihat banderol PHEV di RI saat ini. Toyota RAV4 GR Sport PHEV serta Mazda CX-80 PHEV sekarang dilego Rp 1 miliar ke atas.
BYD juga memberikan sinyal kehadiran teknologi PHEV. Menambah lagi tantangan untuk banyak manufaktur lain termasuk brand premium di dalam negeri, karena juga harus berkompetisi dari sisi harga.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 17:06 WIB
27 Desember 2025, 09:00 WIB
24 Desember 2025, 12:00 WIB
23 Desember 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2025, 14:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV
31 Desember 2025, 17:19 WIB
Modifikasi motor matic yang bakal digandrungi pada tahun depan diperkirakan akan lebih terjangkau masyarakat
31 Desember 2025, 16:00 WIB
Massimo Rivola ingin Jorge Martin percaya dengan kemampuan diri sendiri agar kembali kompetitif di MotoGP 2026
31 Desember 2025, 15:00 WIB
Strategi membanting harga mobil listrik di Cina diprediksi masih akan berlangsung beberapa tahun mendatang
31 Desember 2025, 14:00 WIB
SUV baru BYD diyakini berkonfigurasi 7-seater, mengisi kelas di atas Atto 3 yang sudah dijual saat ini