Startegi Toyota Tingkatkan Pendidikan Vokasi di Lombok
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Berbagai merek premium termasuk Porsche menghadapi tantangan berat di era elektrifikasi, hadapi produk Cina
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pabrikan Cina bisa dibilang paling populer di era elektrifikasi. Ada berbagai model ditawarkan baik BEV (Battery Electric Vehicle) maupun HEV (Hybrid Electric Vehicle).
Tetapi yang jadi daya tarik utama adalah harga. Banyak mobil listrik maupun dan hybrid dari Cina dijual dengan banderol lebih murah dibandingkan merek lain asal Jepang sampai Eropa.
Bahkan, beberapa menyasar segmen premium. Misal, Xiaomi menawarkan sedan bertenaga listrik performa tinggi lalu tenaganya bersaing dengan model di kelas Tesla maupun Porsche sekalipun.
Salah satu manufaktur otomotif mewah yang kesulitan merasa kesulitan di era EV adalah Porsche.
Brand asal Jepang tersebut baru-baru ini dilaporkan bakal menunda peluncuran produk bertenaga listrik teranyar mereka seperti 718 Boxster versi EV dan pengganti Cayman.
Ada banyak tantangan dihadapi Porsche, seperti tarif impor serta ketatnya persaingan EV (Electric Vehicle) di Cina.
Menurut analis, salah satu penghambat langkah Porsche adalah target elektrifikasi yang terlalu agresif dan tidak fleksibel.
Strategi lain yang seharusnya bisa diterapkan Porsche adalah transisi ke PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) terlebih dulu sebelum sepenuhnya beralih ke model BEV.
“Karena transisi ke BEV mundur dari jadwal awal, Porsche sekarang harus mengembangkan model ICE tambahan dan menghadapi situasi di Cina serta ketidakpastian regulasi ekspor AS,” kata Fabio Holscher, analis Warburg Research dikutip dari Insideevs, Jumat (16/05).
Bahkan diketahui per Februari, Porsche melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap 1.900 pekerja di bagian riset dan manufaktur di Jerman.
Di Tiongkok, mobil listrik performa tinggi seperti Xiaomi SU7 Ultra dan Yangwang U9 ditawarkan dengan banderol lebih murah dan jadi masalah besar bagi Porsche.
Tidak hanya di negara asalnya, di Indonesia berbagai manufaktur Tiongkok semakin agresif memperkenalkan lini kendaraan elektrifikasinya.
Di samping hybrid, mereka juga mulai memboyong lini PHEV yang dulu dikenal dengan harga mahal di dalam negeri.
Terbarunya, Chery menghadirkan SUV berkonfigurasi tujuh penumpang berteknologi hybrid seharga Rp 499 jutaan khusus 1.000 pembeli pertama.
Tentu menjadi alternatif menarik apalagi jika melihat banderol PHEV di RI saat ini. Toyota RAV4 GR Sport PHEV serta Mazda CX-80 PHEV sekarang dilego Rp 1 miliar ke atas.
BYD juga memberikan sinyal kehadiran teknologi PHEV. Menambah lagi tantangan untuk banyak manufaktur lain termasuk brand premium di dalam negeri, karena juga harus berkompetisi dari sisi harga.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Juli 2026, 20:00 WIB
11 Juli 2026, 21:00 WIB
03 Juli 2026, 13:41 WIB
01 Juli 2026, 17:00 WIB
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Terkini
16 Juli 2026, 22:00 WIB
MG ZS Hybrid+ hadir kembali di Indonesia dengan mengusung berbagai teknologi baru terutama keselamatan
16 Juli 2026, 21:00 WIB
KLHN 2026 menjadi wadah para tenaga kerja Honda untuk pengembangan diri dalam melayani para pelanggan
16 Juli 2026, 19:27 WIB
BMW masih memimpin penjualan merek mobil mewah di Indonesia pada Juni 2026, namun angkanya alami penurunan
16 Juli 2026, 12:41 WIB
Mitsubishi Xforce Hybrid resmi dipasarkan untuk konsumen hari ini dengan banderol Rp 400 jutaan di Jakarta
16 Juli 2026, 07:00 WIB
Mobil listrik mungil Honda Super One bakal hadir di GIIAS 2026, mengincar pengguna mobil konvensional
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Sistem pengaturan lalu lintas di Ibu Kota hingga saat ini masih mengandalkan ganjil genap Jakarta salah satunya
16 Juli 2026, 06:00 WIB
Ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan sebelum melakukan perpanjangan SIM di SIM keliling Jakarta
15 Juli 2026, 20:00 WIB
Toyota Motor Manufacturing Indonesia bertekad untuk terus melahirkan siswa-siswa SMK yang berkualitas