Pelemahan Pasar Mobil Cina Mulai Terasa, BYD Terdampak Duluan
02 Februari 2026, 16:00 WIB
Jadi sasaran sejumlah manufaktur otomotif China, Neta mengungkapkan mengapa area Pluit terbilang potensial
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Neta bersama PT Surya Mobil Abadi mendirikan diler 3S (Sales, Service and Sparepart) baru di kawasan Pluit, Jakarta Utara. Manufaktur asal China ini melihat bahwa daerah tersebut memiliki banyak konsumen potensial.
Pihak Neta mengungkapkan sejumlah merek Tiongkok juga pilih Pluit untuk mendirikan diler. Seperti Jetour yang memilih area tersebut sebagai tempat diler pertamanya di Indonesia.
“Berdasarkan pengamatan tahun lalu, mobil listrik dari brand China penerimaannya di pasar Jakarta Utara terlebih Pluit sangat baik. Terbukti di seputar wilayah ini, sudah ada beberapa merek China,” kata Junianto Naibaho, President Director PT Surya Mobil Abadi di Jakarta Utara, Kamis (21/11).
Ia menilai ada berbagai faktor membuat Pluit jadi wilayah potensial. Salah satunya adalah komunitas sudah lebih terbentuk dibandingkan kawasan lain seperti PIK (Pantai Indah Kapuk).
“Saat kita tawarkan produk Neta jauh lebih diterima. Terbukti warga Pluit ini minimal satu tahun sekali rata-rata ke China, entah berlibur atau berbisnis,” ucap Junianto.
Bahkan calon konsumen juga diklaim sudah terlebih dulu melihat produk-produk Neta yang hadir di China. Sehingga jadi lebih familiar ketika Neta hadir di wilayah mereka.
Di masa mendatang Junianto mengungkapkan pihaknya tertarik mendirikan lebih banyak diler Neta. Meskipun masih dalam tahap survey lokasi sesuai.
“Karena ternyata dengan banyaknya brand baru masuk, kita sama-sama mencari lokasi. Sedangkan ternyata ketersediaan lokasi bisa kita pakai untuk standar ukuran Showroom terbatas sekali, kecuali ruko itu banyak,” ungkap Junianto.
Ia mengatakan masih ada banyak wilayah belum tersentuh Neta seperti di Jakarta Timur dan Bogor. Kendala utamanya saat ini adalah mencari lahan yang sesuai dengan standar dan kebutuhan Showroom.
“Memang seperti saya bilang tadi, lahan yang lebarnya 15-20 meter apalagi bentuknya sudah bangunan itu sepertinya terbatas,” tegas dia.
Bicara investasi, Junianto mengungkapkan pihaknya menggelontorkan dana kurang lebih Rp 5 miliar. Pihaknya juga menetapkan target penjualan di atas 50 unit sepanjang November dan Desember 2024.
Secara keseluruhan, pihak Neta menyebut komposisi penjualan masih didominasi oleh Neta V-II dengan persentase 70 persen. Sedangkan 30 persennya disumbangkan oleh Neta X.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 Februari 2026, 16:00 WIB
02 Februari 2026, 15:00 WIB
02 Februari 2026, 11:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
31 Januari 2026, 19:00 WIB
Terkini
02 Februari 2026, 16:00 WIB
BYD melaporkan mengalami penurunan penjualan sampai 30,1 persen atau hanya mencatatkan 210.051 di Januari 2026
02 Februari 2026, 15:00 WIB
Toyota bersama Subaru berkolaborasi kembangkan rekayasa transmisi manual buat mobil listrik, ini detailnya
02 Februari 2026, 14:16 WIB
Segera meluncur di IIMS 2026, KatadataOTO mendapatkan kesempatan langsung mencoba mobil hybrid Chery C5 CSH
02 Februari 2026, 13:00 WIB
Cargloss Racing Team berhasil tampil impresif di balap ketahanan bertajuk Pertamina 6 Hours Endurance Mandalika
02 Februari 2026, 12:00 WIB
Suzuki berhasil jadi pabrikan mobil terbesar ketiga di Jepang dengan penjualan mencapai 3,29 juta unit
02 Februari 2026, 11:00 WIB
Chery mengungkap penghapusan insentif mobil listrik berpotensi membuat penjualan turun karena harga jadi tinggi
02 Februari 2026, 10:00 WIB
Penjualan berada di bawah kompetitor, MG enggan bicara lebih detail soal target penjualannya di 2026
02 Februari 2026, 09:00 WIB
Mobil-mobil hybrid Chery memberikan benefit lebih konsumen di Indonesia sehingga banyak menjadi pilihan utama