Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Meski penjualan mobil hybrid positif di Indonesia, Citroen lebih memilih memasarkan mesin bensin dan listrik
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil hybrid cukup cemerlang sepanjang 2023. Berdasarkan data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) model tersebut mampu lebih unggul dari EV (Electric Vehicle).
Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo menyebut kalau penjualan mobil hybrid menyentuh puluhan ribu. Bahkan meninggalkan kendaraan setrum yang hanya belasan ribu.
“Di 2023 mobil listrik ada di angka 17 ribu unit, hybrid justru tembus 54 ribu unit,” ungkap Kukuh belum lama ini.
Dia mengungkapkan kalau model satu ini lebih diminati masyarakat daripada mobil listrik. Sehingga penjualannya sangat positif tahun lalu.
Kedigdayaan mobil hybrid belum sampai di situ. Pada Maret 2024 volume penjualan Wholesale HEV (hybrid Electric Vehicle) di pasar domestik mencapai 4,73 ribu unit.
Angka di atas meningkat 29 persen secara bulanan setelah sempat turun di Februari 2024. Meski begitu minat masyarakat terhadap mobil hybrid masih tinggi.
Akan tetapi, sejumlah fakta di atas tidak menggerakkan Citroen Indonesia buat merambah pasar mobil hybrid. Padahal secara global mereka sudah memiliki model tersebut.
Namun Tan Kim Piauw, CEO Citroen Indonesia menuturkan kalau pihaknya belum tergoda memasarkan kendaraan satu ini.
“Sebenarnya di Stellantis apa lagi Citroen punya produk ICE (Internal Combustion Engine), listrik dan hybrid. Tahun lalu kami sempat melakukan tes di Prancis serta merasakan HEV,” tutur Tan Kim Piauw di Jakarta, selasa (23/4).
Tan Kim Piauw menyebut kalau pasar di Indonesia masih berfokus pada kendaraan bensin maupun listrik. Sehingga jenama asal Prancis enggan menjual mobil hybrid.
“Jadi berkembang ke hybrid saat ini belum sejauh itu,” tegas Tan Kim Piauw.
Kemudian alasan Citroen tak mau bermain HEV karena mereka sudah memiliki mobil listrik, yakni eC3. Bahkan produk tersebut segera dipasarkan di Indonesia.
Memang Citroen eC3 rencananya akan dikirimkan ke konsumen pada Mei 2024. Mereka telah mengimpor model tersebut dari India sebanyak 500 unit.
Lalu produsen otomotif satu ini akan memproduksi Citroen eC3 secara lokal pada pertengahan 2024. Sehingga konsumen bisa mendapatkan subsidi mobil listrik pemerintah.
“Produk pertama yang bakal kami produksi adalah mobil listrik dulu, yakni eC3.,” tutur Tan Kim Piauw.
Kabar tersebut juga disampaikan oleh Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial
19 September 2026, 20:02 WIB
ACC Carnival Medan tawarkan banyak promo menarik bagi para pengunjung hingga bisa dapat cashback Rp 1 juta