Belum Rilis, Chery QQ 3 EV Bisa Dipesan Dengan Modal Rp 5 Juta
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Setelah Honda, Chery ikut meluncurkan pembaruan model dengan harga yang turun drastis sampai Rp 100 jutaan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Honda sempat jadi sorotan pasca meluncurkan HR-V terbaru dengan tambahan fitur tetapi turun harga.
Tipe tertinggi HR-V telah dibekali teknologi hybrid dan berhasil ditekan di bawah Rp 500 jutaan. Model itu juga berstatus CKD (Completely Knocked Down).
Keputusan Honda menurunkan banderol HR-V meskipun teknologi disematkan bertambah jadi hal menarik buat banyak pihak.
Strategi banting harga ini sebenarnya sudah dilakukan beberapa kali oleh manufaktur Cina termasuk PT CSI (Chery Sales Indonesia). Terbarunya versi anyar Omoda 5 dan E5 dijual lebih murah Rp 50 juta-Rp 100 jutaan.
Saat peluncuran Chery C5, pihak Chery juga sempat menyinggung merek kompetitor yang diduga Honda karena telah melakukan penyesuaian harga model terbaru mereka dan mengklaim bisa melakukan hal serupa.
Ketika ditanya soal panasnya perang harga mobil di Indonesia pasca HR-V Hybrid meluncur, PT CSI membantah hal tersebut.
“Kita bukan mau cari perang harga. Itu tanggung jawab kita membuat produk terbaik bisa dinikmati lebih banyak orang,” kata Zeng Shuo, Vice President PT CSI di Jakarta, Rabu (25/06).
Chery menyebut fenomena terjadi saat ini sebagai perang inovasi, di mana manufaktur berlomba menghadirkan mobil berteknologi mumpuni dengan harga semakin terjangkau.
“Itu yang saya lihat. Bukan perang harga, lebih kepada mengerti konsumen,” tegas Zeng Shuo.
Selain itu, model di bawah sub merek Omoda tersebut tengah populer di pasar Eropa dan Australia.
Sehingga produksi mobil Chery dilakukan dalam skala besar, pada akhirnya bisa menekan harga jual akhir.
“Itu juga satu alasannya. Karena kita yang satu platform sama ini (Chery C5 dan E5) 70 persen ke atas semua komponennya bisa di-share,” kata dia.
Pihak Chery menegaskan, penurunan harga khususnya pada mobil listrik E5 bisa dilakukan karena perkembangan teknologi elektrifikasi semakin mumpuni.
“Teknologi ICE (Internal Combustion Engine) sudah sangat settle, jadi untuk pengembangan sedikit sulit. Tetapi EV (Electric Vehicle) ini adalah ‘mainan’ baru, banyak ruang improvement,” kata Budi Darmawan, Sales Director PT CSI dalam kesempatan sama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Mei 2026, 20:00 WIB
05 Mei 2026, 14:28 WIB
04 Mei 2026, 13:00 WIB
01 Mei 2026, 16:17 WIB
30 April 2026, 17:00 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung