Chery Bakal Hadirkan Jaecoo 7 Akhir Tahun Ini ke indonesia

Chery akan mulai bawa Jaecoo 7 ke Indonesia untuk uji coba dan beradaptasi dengan kontur jalan Tanah Air

Chery Bakal Hadirkan Jaecoo 7 Akhir Tahun Ini ke indonesia
Denny Basudewa

TRENOTO – Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan bahwa mereka akan memboyong merek Jaecoo ke Indonesia. Unit tersebut akan diuji coba guna menyesuaikan dengan iklim Tanah Air.

Sekadar informasi jika jaecoo merupakan sub brand terbaru dari Chery Global. Jaecoo 7 sendiri baru diperkenalkan pada publik pada gelaran Shanghai Auto Show 2023.

Menurut Shawn Xu, Vice President Chery International, Jaecoo 7 saat ini tengah dipersiapkan untuk masuk ke beberapa negara termasuk Indonesia.

Jaecco 7
Photo : Istimewa

Jaecoo 7 setir kanan pengembangannya akan mencapai tahap akhir. Pada akhir tahun ini produk tersebut sudah siap,” kata Shawn di Wuhu, China (15/10).

Lebih lanjut dikatakan untuk bisa beradaptasi kondisi jalan di Indonesia, pengetesan langsung sangat diperlukan. Karena kondisi kontur jalan berbeda dengan negara asal yakni China.

Jaecoo disebutkan sebagai brand otomotif yang menawarkan produk lebih sporti daripada Omoda maupun Tiggo. Merek baru itu memiliki bodi kaku atau boxy sehingga sangat kental aura petualangan.

Bahkan ia menuturkan jika Jaecoo diperuntukkan bagi kegiatan offroad ringan. Meskipun tampilan mobil nan modern mungkin para pemilik unit tidak tega membawa unit ke medan kasar.

Adapun Indonesia terdiri dari beberapa kepulauan dengan perbedaan karakter jalan. Guna menghadirkan kendaraan tangguh di sejumlah medan, dibutuhkan pengembangan mendalam.

“Kami harus melakukan adaptasi dan pada saat bersamaan juga diperlukan survey. Kami akan mengundang kalian (jurnalis) untuk melakukan test drive,” jelas Shawn kemudian.

Berdasarkan beberapa sumber, Jaecoo 7 dipercaya akan menggunakan mesin 1.6L empat silinder segaris. Jantung mekanis ini didukung oleh hadirnya turbocharger mirip milik Omoda 5 GT.

jaecco 7
Photo : Istimewa

Output dari sumber daya model di atas diklaim mencapai 197 hp untuk tenaga maksimal. Sedangkan torsi puncak sebesar 290 Nm.

Besaran angka di atas sama persis dengan Omoda 5 GT. Bahkan teknologi transmisi kopling ganda atau DCT 7 percepatan juga menjadi andalan.

Perbedaan kentara pada Omoda 5 menggunakan transmisi CVT with electronic shifter. Sehingga bisa merasakan sensasi hingga 9 percepatan klaimnya.

Jaecoo 7 merupakan SUV gagah dan memiliki kapasitas 5 penumpang saja. Model ini akan menjadi salah satu pesaing Honda WR-V, Toyota Raize hingga Daihatsu Rocky jika melihat bodi yang boxy.


Terkini

mobil
Mazda

Strategi Mazda Tingkatkan Kompetensi Mekanik dan Tenaga Penjual

Mazda membuka diler baru serta training center sebagai fasilitas bagi para karyawan mendapat pelatihan

news
Farizon

Farizon Hadir Perdana di GIICOMVEC 2026, Bawa EV Niaga Andalan

Farizon meramaikan pilihan kendaraan niaga bertenaga listrik, ikut serta di ajang otomotif GIICOMVEC 2026

mobil
Suzuki

Suzuki Pamer Enam Kendaraan Niaga Jago Cari Cuan di GIICOMVEC 2026

Suzuki Indonesia hadirkan enam kendaraan niaga andalan untuk para pebisnis Tanah Air di ajang GIICOMVEC 2026

mobil
Prabowo

Prabowo Optimis Indonesia Bisa Produksi Sedan Listrik di 2028

Prabowo optimis bahwa Indonesia bisa memproduksi sedan listrik di 2028 untuk menarik lebih banyak pelanggan

mobil
Foton

Foton Luncurkan Double Cabin Listrik eTunland di GIICOMVEC 2026

Foton eTunland menjadi salah satu mobil listrik yang dipasarkan dalam ajang GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

news
Fuso

Fuso Tampilkan Lima Unit Andalan di GIICOMVEC 2026

Lima produk andalan Mitsubishi Fuso ditampilkan di booth GIICOMVEC 2026 dengan konsep Zero Down Time

news
JAC Motors Indonesia

JAC Pamerkan Lini EV di GIICOMVEC 2026, Ada Double Cabin

JAC Motors Indonesia memboyong tiga kendaraan listrik dalam pameran GIICOMVEC 2026 di JIExpo Kemayoran

mobil
Skeptis, Honda Kurangi Investasi Pengembangan Mobil Listrik

Honda Batalkan Pengembangan Tiga Model EV, Kesulitan Saingi Cina

Honda menghadapi tantangan penjualan di Amerika Serikat dan kesulitan bersaing dengan brand Tiongkok