Penerimaan Mobil Listrik dan Hybrid di RI Kian Positif di 2026
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
Potensi bahaya terjadi diklaim kecil, BYD pastikan Dolphin dan Atto 3 di RI tidak terdampak recall di China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sebanyak 96.714 unit mobil listrik BYD Dolphin dan Yuan Plus atau Atto 3 di China ditarik kembali karena ada potensi masalah. Recall dilakukan mulai hari ini, 30 September 2024.
Ribuan unit tersebut punya potensi terbakar akibat cacat produksi pada komponen Electric Power Steering Column, bisa mengganggu kapasitor di papan sirkuit lalu menyebabkan retakan mikro.
Jika dibiarkan lalu mobil tetap dipakai berkendara, retakan bisa meluas dan menyebabkan korsleting serta panas berlebih. Sehingga memperbesar peluang terbakar.
Menanggapi hal tersebut pihak BYD Motor Indonesia membenarkan adanya penarikan unit di China. Tetapi berlaku hanya untuk pasar domestik China dan batch tertentu khusus produksi di sana.
Inisiasi tersebut merupakan upaya komitmen Quality Control BYD untuk terus memonitor kualitas produk meskipun sudah berada di tangan konsumen.
Sehingga keselamatan dan keamanan konsumen tetap terjamin serta terlindungi dari berbagai peluang bahaya.
“Belum ada kejadian apa-apa (di Indonesia), hanya potensi risiko yang kecil dan terjadi dalam kondisi sangat ekstrem,” ungkap Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, Senin (30/9).
Penarikan unit Dolphin dan Atto 3 di China dipastikan tidak berdampak pada unit yang sudah dipasarkan di Indonesia. Meski begitu tetap patut jadi perhatian mengingat peluang kebakaran baterai mobil listrik sangat berisiko karena hampir mustahil dipadamkan apabila terjadi.
Ada beberapa langkah antisipasi bisa dilakukan pemilik mobil listrik yakni dengan memperhatikan apabila ada asap. Sehingga peluang api menyebar bisa diminimalisir.
Perlu diketahui saat ini Dolphin dan Atto 3 sudah dipasarkan di Indonesia, meluncur di perhelatan IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show). Saat itu hadir bersama sedan bertenaga listrik Seal.
Unitnya belum dirakit lokal, namun telah mendapatkan insentif impor dari pemerintah sehingga banderolnya bisa kompetitif mulai Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
Terbarunya BYD M6 dihadirkan pada gelaran GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show), mengisi segmen MPV ramah lingkungan yang sebelumnya hanya diisi mobil hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid atau Suzuki Ertiga Hybrid.
Pabrik BYD di Indonesia diklaim baru mulai beroperasi pada 2026. Fasilitas perakitan itu bisa memproduksi sampai 150.000 unit mobil listrik setiap tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
06 Agustus 2026, 07:00 WIB
05 Agustus 2026, 19:00 WIB
04 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Hari ini SIM keliling Bandung melayani masyarakat sejak pagi untuk mengurus dokumen berkendara di dua tempat
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta dimulai sejak pukul 06.00 pagi hingga 10.00 WIB, lalu berlanjut kembali pada jam 4 sore
11 Agustus 2026, 06:00 WIB
Beroperasi di lima tempat terbatas, SIM keliling Jakarta dapat melayani prosedur perpanjangan SIM dengan mudah
10 Agustus 2026, 20:44 WIB
Marco Bezzecchi kini sukses menempatkan diri di posisi kedua klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 209 poin
10 Agustus 2026, 20:00 WIB
DFSK menggandeng EVSafe Indonesia untuk melakukan edukasi keamanan teknologi PHEV kepada para konsumennya
10 Agustus 2026, 19:10 WIB
Garda Oto terus melakukan inovasi dalam hal pelayanan yang berimbas pada loyalnya para pelanggan mereka
10 Agustus 2026, 16:22 WIB
Kolaborasi Motul dan Von Dutch diramaikan komunitas sepeda motor bergaya otentik dan klasik yang berkelas
10 Agustus 2026, 12:01 WIB
UD Trucks kembali menggelar ajang kompetensi para pengemudi truck berskala nasional EMC 2026 beberapa waktu lalu