10 Merek Mobil Cina Terlaris Juni 2026: BYD Kembali Memimpin
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Potensi bahaya terjadi diklaim kecil, BYD pastikan Dolphin dan Atto 3 di RI tidak terdampak recall di China
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sebanyak 96.714 unit mobil listrik BYD Dolphin dan Yuan Plus atau Atto 3 di China ditarik kembali karena ada potensi masalah. Recall dilakukan mulai hari ini, 30 September 2024.
Ribuan unit tersebut punya potensi terbakar akibat cacat produksi pada komponen Electric Power Steering Column, bisa mengganggu kapasitor di papan sirkuit lalu menyebabkan retakan mikro.
Jika dibiarkan lalu mobil tetap dipakai berkendara, retakan bisa meluas dan menyebabkan korsleting serta panas berlebih. Sehingga memperbesar peluang terbakar.
Menanggapi hal tersebut pihak BYD Motor Indonesia membenarkan adanya penarikan unit di China. Tetapi berlaku hanya untuk pasar domestik China dan batch tertentu khusus produksi di sana.
Inisiasi tersebut merupakan upaya komitmen Quality Control BYD untuk terus memonitor kualitas produk meskipun sudah berada di tangan konsumen.
Sehingga keselamatan dan keamanan konsumen tetap terjamin serta terlindungi dari berbagai peluang bahaya.
“Belum ada kejadian apa-apa (di Indonesia), hanya potensi risiko yang kecil dan terjadi dalam kondisi sangat ekstrem,” ungkap Luther Panjaitan, Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia saat dihubungi KatadataOTO, Senin (30/9).
Penarikan unit Dolphin dan Atto 3 di China dipastikan tidak berdampak pada unit yang sudah dipasarkan di Indonesia. Meski begitu tetap patut jadi perhatian mengingat peluang kebakaran baterai mobil listrik sangat berisiko karena hampir mustahil dipadamkan apabila terjadi.
Ada beberapa langkah antisipasi bisa dilakukan pemilik mobil listrik yakni dengan memperhatikan apabila ada asap. Sehingga peluang api menyebar bisa diminimalisir.
Perlu diketahui saat ini Dolphin dan Atto 3 sudah dipasarkan di Indonesia, meluncur di perhelatan IIMS 2024 (Indonesia International Motor Show). Saat itu hadir bersama sedan bertenaga listrik Seal.
Unitnya belum dirakit lokal, namun telah mendapatkan insentif impor dari pemerintah sehingga banderolnya bisa kompetitif mulai Rp 300 jutaan sampai Rp 700 jutaan.
Terbarunya BYD M6 dihadirkan pada gelaran GIIAS 2024 (Gaikindo Indonesia International Auto Show), mengisi segmen MPV ramah lingkungan yang sebelumnya hanya diisi mobil hybrid seperti Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid atau Suzuki Ertiga Hybrid.
Pabrik BYD di Indonesia diklaim baru mulai beroperasi pada 2026. Fasilitas perakitan itu bisa memproduksi sampai 150.000 unit mobil listrik setiap tahun.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Juli 2026, 18:32 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
23 Juli 2026, 23:04 WIB
ACC mengklaim iklim pembiayaan mobil baru di 2026 masih menunjukan kinerja positif meski banyak tantangan
23 Juli 2026, 18:32 WIB
BYD mengisi posisi teratas sebagai merek mobil Cina terlaris di Indonesia periode Juni 2026, Jaecoo tergeser
23 Juli 2026, 09:00 WIB
Changan berencana menghadirkan berbagai mobil baru mulai dari BEV, HEV, REEV sampai PHEV di Indonesia
23 Juli 2026, 07:00 WIB
TAF dan ACC telah menyiapkan banyak program spesial demi mendapatkan banyak konsumen selama GIIAS 2026
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Skema ganjil genap Jakarta masih berlaku esok hari mulai dari pukul 06.00 WIB, mobil pelat genap dibatasi
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Sebelum mendatangi SIM keliling Bandung hari ini, disarankan menyiapkan dana untuk mengurus dokumen berkendara
23 Juli 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa dilakukan dengan mudah di SIM keliling Jakarta, ini persyaratan lengkapnya
22 Juli 2026, 22:04 WIB
Geely Okavango sudah terdaftar di Indonesia, SUV bermesin bensin yang diyakini masuk setelah Coolray