Jaecoo Komitmen Percepat Pengiriman J5 EV ke Konsumen
30 September 2026, 15:34 WIB
Pertama kali sejak 2019, Tesla didepak BYD dari posisi pertama 10 besar produsen otomotif paling inovatif
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Cina terus menjamur di pasar otomotif di berbagai negara. Baru-baru ini, hasil riset IMD FRI (Future Readiness Indicator) Automotive 2025 menunjukkan dominasi merek Tiongkok di peringkat sepuluh besar.
Perlu diketahui, studi dan indikator dari IMD mengukur kesiapan dan ketahanan masa depan perusahaan otomotif di dunia.
Tahun ini ditengah gempuran produk Cina, Tesla yang menempati peringkat satu produsen terinovatif di sejak 2019 harus terdepak ke urutan kedua setelah diselak BYD.
Saat ini, BYD berada di urutan pertama dengan total skor 100. Sedangkan Tesla menyusul di peringkat kedua, skornya 98,1.
Dua merek di belakang Tesla yakni Geely dan Li Auto mengejar. Raihan skornya adalah 82 dan 56,1.
Merek Tiongkok lain yakni Xpeng berada di posisi kedelapan mengumpulkan skor sebanyak 48,3.
“Sementara VW dan Stellantis tak cukup gesit mengantisipasi perubahan industri otomotif global,” kata Howard Yu, Profesor Manajemen dan Inovasi serta Direktur Pusat Kesiapan Masa Depan IMD dalam siaran resmi, dikutip Selasa (27/05).
Berbagai merek lain seperti Hyundai, Ford, General Motors, Toyota serta Mercedes-Benz jadi disebut semakin terpuruk.
Yu menyorot BYD yang gencar melakukan ekspansi teknologi serta pabrik secara besar-besaran.
“Sementara Li Auto, Geely dan Xpeng bertumbuh sangat cepat, sehingga memberi tekanan besar bagi peta persaingan industri otomotif,” lanjut Yu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, ada perbedaan cara pabrikan Cina dalam mengembangkan mobil listrik yang membuatnya unggul dari pemain lain.
Misalnya, mengutamakan desain mobil berdasarkan pengembangan software dan integrasi digital. Sedangkan brand lain masih fokus pada sisi hardware saja.
Imbas pengembangan software, banyak merek Cina tak perlu melakukan recall apabila ingin melakukan perbaikan tertentu maupun kalibrasi kendaran.
Sejumlah pengaturan seperti suspensi sampai fitur keamanan dapat dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak.
Tidak hanya memperhatikan produk, merek Cina juga mengawasi serta mengamankan rantai pasokan dan distribusinya secara digital. Jadi prosesnya bisa dilakukan secara presisi dan transparan.
“Meskipun memerlukan komponen canggih seperti baterai dan semikonduktor, namun mereka mendapat keuntungan dari rantai pasokan yang lebih fleksibel. Sementara itu, kompleksitas rantai pasokan produsen mobil tradisional lebih rumit,” ucap Yu.
Lebih lengkap, berikut daftar 10 besar produsen otomotif paling otomotif menurut IMD FRI 2025 lengkap dengan skornya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 September 2026, 15:34 WIB
29 September 2026, 14:39 WIB
28 September 2026, 17:49 WIB
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan