iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Layaknya catatan servis pada mobil konvensional, Bosch perkenalkan teknologi analisa baterai mobil listrik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mobil listrik memiliki sejumlah perbedaan signifikan dengan mobil mesin bensin atau konvensional, khususnya di sumber tenaga. BEV (battery electric vehicle) memiliki tambahan komponen baterai yang harus diisi dayanya secara teratur.
Kerusakan baterai tentunya dapat menjadi sangat merugikan untuk pemiliknya, apalagi jika mobil ingin dijual kembali. Kebiasaan pemilik dalam melakukan pengisian daya tidak dapat terlihat secara langsung dari kondisi fisik baterai.
Untuk itu Bosch Indonesia memperkenalkan teknologi untuk menganalisa dan menyimpan data cloud terkait baterai mobil listrik yang dapat mencatat pola pengisian daya, penggunaan baterai hingga cara berkendara BEV seseorang. Ini diklaim dapat bermanfaat terutama ketika mobilnya akan dijual kembali.
Teknologi yang disebut dengan nama Battery in the Clouds ini berfungsi layaknya buku servis. Di dalamnya ada data-data penting tentang baterai sehingga calon pembeli bisa melihat kualitas baterai pada mobil listrik yang akan dibelinya.
Hal ini dijelaskan oleh Reynold Rumambi, Powertrain Solution Manager Bosch Indonesia di sela gelaran Formula E belum lama ini. Reynold mengatakan bahwa teknologi tersebut sekarang sudah diimplementasikan pada sejumlah merek mobil listrik di Eropa.
“Semakin banyak mobil yang menggunakan teknologi seperti ini akan semakin baik jadi kita juga bisa melihat tren. Kita bisa lihat data-datanya bukan untuk melihat kelemahan tapi melihat apa yang harus dikembangkan,” ucap Reynold di Ancol, Jakarta Utara.
Untuk diketahui sama seperti barang elektronik lain misalnya smartphone, pengisian daya EV tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tanpa memperhatikan waktu atau kapasitasnya. Pemilik tidak boleh menunggu sampai daya baterai 0 persen dan juga tidak bisa terlalu sering menggunakan fitur fast charging.
Hanya saja ia masih enggan menyebutkan lebih rinci pabrikan atau modelnya. Ke depannya ia menegaskan pihaknya akan mencoba untuk kerja sama dengan merek-merek yang ada di Tanah Air karena teknologi ini tidak bisa dipakai secara individual.
“Tidak bisa kalau beli pribadi karena ada alat yang harus ditanamkan ke mobilnya dan itu adalah kerjanya pihak pabrikan. Ketika device-nya ditanam nanti data dari baterai itu diunggah ke cloud,” jelasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat