BMW Astra Pamer Lukisan Berpadu Kemewahan Brand
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
BMW menilai dengan diterapkan PPN 12 persen dan opsen PKB juga BBNKB jadi kesempatan untuk membantu negara
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Sejumlah kebijakan baru di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi polemik. Seperti penerapan PPN 12 persen di awal 2025.
Kemudian masih ada opsen PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBNKB (Bea Balik Nama Kendaraan) yang direncanakan berjalan pada 5 Januari mendatang.
Hal tersebut memicu semua orang bersuara. Termasuk para pabrikan otomotif, mereka merasa dua kebijakan di atas cukup memberatkan.
Sebab berpotensi membuat harga mobil baru terkerek tahun depan. Dengan begitu bakal berdampak pada daya beli masyarakat.
Lalu akan membuat penjualan kendaraan roda empat kembali lesu. Sehingga industri otomotif di Tanah Air sulit untuk bangkit.
Akan tetapi nada berbeda justru dilontarkan oleh BMW Astra. Menurut mereka adanya PPN 12 persen dan opsen PKB maupun BBNKB tidak terlalu berdampak.
Apalagi BMW Astra menyasar konsumen dengan segmentasi kelas menengah ke atas atau premium. Dinilai kalau para calon pembeli lebih mudah memahami kebijakan anyar dari pemerintah.
“Kami mengemas kepada pelanggan kita dengan mengatakan ini adalah kesempatan para konsumen di segmen premium, yang notabene punya rezeki berlebih untuk berbagi ke masyarakat Indonesia, dengan cara yang benar yaitu melalui pajak,” ujar Teguh Widodo, Manajer Operasional BMW Astra saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Teguh menilai penerapan PPN 12 persen serta opsen BBNKB dan PKB justru jadi kesempatan bagi konsumen BMW buat turut andil dalam pembangunan negara.
Dengan begitu diharapkan para konsumen mau mengerti maupun membantu menjalani peraturan baru dari pemerintah.
“Rasanya semua masyarakat pasti setuju bahwa yang bisa membeli BMW kan duitnya banyak. Jadi wajar kalau berbagi, kira-kira seperti itu,” lanjut dia.
Lebih jauh dia mengaku kalau BMW Astra justru memetik hasil positif dari wacana penerapan PPN 12 persen maupun opsen.
Satu di antaranya adalah kenaikan jumlah SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) mobil-mobil BMW selama beberapa bulan terakhir, terutama di Desember 2024.
“Ada (kenaikan SPK), saya kan ngeliat data serta sejumlah konsumen bertemu saya bilang tolong ya diproses. Mereka tidak mau kena PPN 12 persen,” tegas Teguh.
Menurut dia hal tersebut cukup normal terjadi, sebab sebagai langkah antisipasi masyarakat agar bisa membeli kendaraan roda empat asal benua biru sebelum ada kenaikan banderol.
Sekadar mengingatkan sebelumnya Presiden Prabowo mengatakan bahwa PPN 12 persen bakal diterapkan dengan selektif. Seperti hanya untuk mobil, rumah serta apartemen mewah saja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
31 Juli 2026, 19:23 WIB
Terkini
15 September 2026, 17:00 WIB
Penjualan mobil diesel yang menjadi salah satu andalan GWM sempat terganggu karena kenaikan harga solar
15 September 2026, 15:00 WIB
Chery Group terus memperluas potensi pengembangan robot humanoid menggunakan berbagai skenario menarik
15 September 2026, 13:00 WIB
Mobil listrik menyumbangkan wholesales tertingginya tahun ini di Agustus, PHEV naik sementara hybrid turun
15 September 2026, 09:00 WIB
Menurut laporan terbaru, kapal-kapal anyar BYD akan mulai dikirim dari galangan mulai 2027 sampai 2029
15 September 2026, 07:00 WIB
Harga mulai Rp 1,1 miliar, GWM Wey G9 bisa dipesan oleh konsumen dan akan dikirim bertahap pada November
15 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian berusaha untuk mempermudah urusan para pengendara, seperti dengan menghadirkan SIM keliling Bandung
15 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di lima lokasi berbeda hari ini, simak persyaratan dan biaya yang dibutuhkan
15 September 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta masih menajdi andalan untuk memecah kebuntuan terutama di jam-jam relatif padat