Biaya Servis AC Ferrari Lebih Mahal dari Harga Honda CBR250RR

Biaya servis AC Ferrari mencapai Rp63 juta, lebih mahal ketimbang harga Honda CBR250RR yang dibanderol Rp62.8 juta

Biaya Servis AC Ferrari Lebih Mahal dari Harga Honda CBR250RR
Adi Hidayat

TRENOTO – Biaya servis AC Ferrari lebih mahal dari Honda CBR250RR terbaru. Pasalnya bila ditambah beberapa kelengkapan lain menghabiskan dana sebesar Rp63 juta.

Harga tersebut sedikit lebih mahal ketimbang Honda CBR250RR yang diluncurkan pada September 2022. Saat ini, motor sport berlambang sayap mengepak dijual Rp62.8 juta on the road Jakarta.

Besarnya biaya servis AC Ferrari ditampilkan dalam salah satu postingan Instagram Faisal Solichin, salah satu pemilik Ferrari beberapa waktu lalu. Dalam unggahannya diketahui bahwa perbaikan dilakukan di bengkel resmi.

Photo : TrenOto

“Harga servisnya berapa tadi? Rp51.4 juta tambah Rp12 juta jadi Rp63 juta,” ungkapnya dalam video.

Meski mengakui mahal, Ia menegaskan harga tersebut tentunya sebanding dengan kualitas yang diberikan. Terlebih untuk produk berkualitas maka perawatan juga tidak bisa sembarangan.

“Jangan main-main dengan barang bermutu tinggi karena setiap ada kualitas pasti ada harga yang harus dibayar. Saatnya kembali bekerja keras, karena biaya perawatannya banyak” tegasnya.

Baca juga : Anak Mimpi Naik Kuda, Arief Muhammad Beli Ferrari 458 Spider

Postingan tersebut pun mendapatkan beragam respon dari netizen melalui tulisan di kolom komentar. Mulai dari mengingatkan membayar zakat hingga membandingkan dengan kendaraan lain.

“Beda sama orang-orang terkaya dunia yang menggunakan mobil biasa dan fokus untuk membantu orang lain,” ungkap @wongsport.

Hal senada juga disampaikan oleh beberapa netizen lain seperti @sofyanvintage.

“Bisa beli sembako lalu digangikan ke panti asuhan.

Sementara beberapa akun lain membandingkannya dengan beberapa kendaraan seperti Wuling.

Sudah ada kamera mundur belum? Antenanya sharkfin bukan? Ada iOv tidak? Ada ADAS? Ada TPMSnya? Suspensinya independen? Ah terlalu mahal, lebih W**i*g saja, value for money,” ungkap @ drillingenercore.

Perbandingan serupa juga dilakukan oleh akun @besthendri. Dalam kolom komentar Ia membandingkannya dengan Daihatsu Xenia.

“Mobil saya Daihatsu Xenia sudah usia 10 tahun dipakai tiap hari tetapi ACnya tidak rusak untuk bekerja keras. Ferari dipakai tiap hari kah?” tanyanya.

Namun ada beberapa akun yang memberikan komentar lebih positif seperti @goodstuff.jakarta

“Punya mobil harus tahu mesin, biar tidak dibohongi orang. Walaupun duit banyak, orang tidak mudah dibodohi,” ungkapnya.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E