Honda ADV 160 Terbaru Resmi Meluncur, Aman Pakai Etanol
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Nissan dikabarkan melanjutkan pengurangan tenaga kerja atau PHK untuk pabrik mereka yang berada di Eropa
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nissan belum berhasil keluar dari masalah finansial. Perusahaan asal Jepang tersebut tengah menjalankan restrukturisasi.
Akan tetapi usaha mereka belum membuahkan hasil positif. Sebab Nissan berniat untuk kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Menyitat Reuters pada Kamis (07/080), pengurangan tenaga kerja tersebut rencananya akan dilakukan di pabrik Nissan Automotive Europe, Montigny-le-Bretonneux, Prancis.
“Manajemen dan serikat pekerja sepakat buat berdiskusi pengunduran diri secara sukarela sebelum terjadi PHK,” tulis laporan media daring itu pada Rabu (07/08)..
Negosiasi dijadwalkan selesai pada 20 Oktober 2025. Sementara rincian keputusan akan disampaikan kepada seluruh karyawan di bulan berikutnya.
“Kami menjalankan proses ini dengan penuh kehatian-hatian, transparansi dan mematuhi semua ketentuan hukum berlaku,” ucap Massimiliano Messina, Wakil Ketua Nissan untuk Regional Eropa.
Meski begitu Messina menuturkan sampai sekarang belum ada keputusan final yang diambil mengenai PHK karyawan Nissan di benua Biru.
Namun proses diskusi tersebut menandai kelanjutan program restrukturisasi besar-besaran yang diumumkan Ivan Espinosa, CEO baru Nissan.
Seperti diketahui, Ivan mengambil langkah cepat buat menyelamatkan Nissan dari jurang kebangkrutan. Mulai dari pemangkasan tenaga kerja global sampai 15 persen.
Lalu pengurangan kapasitas produk hingga 30 persen di seluruh dunia, menjadi hanya 2,5 juta unit per tahun. Terakhir penyusutan jumlah pabrik dari semula 17 lokasi menjadi 10 titik.
Dengan begitu diharapkan dapat menghemat anggaran operasional hingga 3,4 miliar dolar atau setara dengan Rp 57 triliunan.
Sekadar mengingatkan Nissan mengalami kerugian bersih sebesar 750 miliar yen atau setara Rp 84 triliun.
Jumlah tersebut berlangsung selama tahun fiskal 2024 atau sepanjang 1 April 2024 hingga 31 Maret 2025.
Padahal di awal Maret lalu, kerugiaan Nissan diperkirakan hanya sekitar 80 miliar yen atau setara Rp 8,97 triliun.
Perlu diketahui, Nissan telah menempuh sejumlah langkah buat mempertahankan kelangsungan perusahaan dalam dunia bisnis.
Seperti contoh dengan melakukan pembicaraan bersama Honda terkait merger. Hanya saja diskusi tersebut tidak menemukan titik terang.
Penyebabnya, Honda mau menjadikan Nissan sebuah subsidiari alih-alih perusahaan rekanan.
Lalu Nissan Motor Corporation dan Renault Group mengungkap bahwa mereka tengah melakukan restrukturisasi aliansi.
Hal ini dilakukan untuk menghindari kebangkrutan serta mempertahankan aliansi. Namun usaha tersebut seperti masih menemui jalan buntu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra