Pembatasan Pembelian Pertalite Dimulai Hari Ini
01 April 2026, 09:00 WIB
Mulai uji coba hari ini (01/07/2022) aplikasi MyPertamina eror dan dikeluhkan banyak orang di sosial media
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Aplikasi MyPertamina eror padahal merupakan hari pertama uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini banyak dikeluhkan oleh para penggunanya yang ingin mengikuti aturan untuk melakukan pembelian.
Seperti diketahui bahwa Pertamina mulai hari ini (1/07/2022), memberlakukan aturan penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar melalui aplikasi MyPertamina.
Pada tahapan tersebut, dikatakan bahwa Pertamina terlebih dahulu fokus pada pencocokan data. Adapun sukses terdaftar, masyarakat akan mendapatkan kode QR pada surat elektronik atau biasa dikenal email.
Kode tersebut bisa dicetak dan dibawa ke SPBU saat hendak melakukan pengisian BBM. Tidak hanya itu, calon konsumen juga bisa menunjukkan kode melalui smartphone atau hp saat pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi.
Masa pendaftaran sendiri dikatakan terbuka mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2022. Selama masa uji coba, masyarakat masih bisa melakukan pembelian secara manual.
Sayangnya pada masa pendaftaran hari pertama, aplikasi MyPertamina eror dan mendapat banyak reaksi dari netizen. Konsumen rata-rata mengeluhkan tidak bisa mengirimkan kode yang diberikan.
“Tidak bisa mengirimkan kode OTP,” kata @handi345 merupakan salah satu pengguna Twitter seperti dilansir Katadata.co.id.
Cuitan tersebut mendapat respon dari pihak Pertamina. Dikatakan bahwa aplikasi tersebut tengah mengalami kendala teknis.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini, aplikasi MyPertamina sedang ada peningkatan sistem, sehingga sobat tidak menerima sms OTP,” tulis akun Twitter @pertamina135.
Sebelum dimulainya masa uji coba, banyak orang meragukan aplikasi tersebut mampu menampung banyak orang sekaligus. Hal ini diungkapkan oleh Alfons Tanujaya, Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom kepada Katadata.
Ia menyebutkan bahwa aplikasi tersebut membutuhkan proses dalam hal pengembangan. Seperti pembuatan versi beta, evaluasi bug hingga penyempurnaan dan semuanya membutuhkan waktu.
Pertamina juga disebutkan harus memiliki data kendaraan yang bisa atau menerima subsidi. Hal ini guna bisa menyalurkan BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa terdapat alternatif pencatatan data selain menggunakan aplikasi.
“Tanpa aplikasi MyPertamina pun bisa mengidentifikasi kendaraan yang boleh mengisi BBM bersubsidi," kata Alfons.
Dijelaskan bahwa setiap pelat nomor kendaraan bisa diberi kode QR atau identifikasi lainnya saat perpanjangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Januari 2026, 07:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini