Strategi Pertamina Dorong Industri Otomotif Nasional di GIIAS 2026
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
Mulai uji coba hari ini (01/07/2022) aplikasi MyPertamina eror dan dikeluhkan banyak orang di sosial media
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Aplikasi MyPertamina eror padahal merupakan hari pertama uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Hal ini banyak dikeluhkan oleh para penggunanya yang ingin mengikuti aturan untuk melakukan pembelian.
Seperti diketahui bahwa Pertamina mulai hari ini (1/07/2022), memberlakukan aturan penjualan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Solar melalui aplikasi MyPertamina.
Pada tahapan tersebut, dikatakan bahwa Pertamina terlebih dahulu fokus pada pencocokan data. Adapun sukses terdaftar, masyarakat akan mendapatkan kode QR pada surat elektronik atau biasa dikenal email.
Kode tersebut bisa dicetak dan dibawa ke SPBU saat hendak melakukan pengisian BBM. Tidak hanya itu, calon konsumen juga bisa menunjukkan kode melalui smartphone atau hp saat pembelian BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi.
Masa pendaftaran sendiri dikatakan terbuka mulai 1 Juli hingga 30 Juli 2022. Selama masa uji coba, masyarakat masih bisa melakukan pembelian secara manual.
Sayangnya pada masa pendaftaran hari pertama, aplikasi MyPertamina eror dan mendapat banyak reaksi dari netizen. Konsumen rata-rata mengeluhkan tidak bisa mengirimkan kode yang diberikan.
“Tidak bisa mengirimkan kode OTP,” kata @handi345 merupakan salah satu pengguna Twitter seperti dilansir Katadata.co.id.
Cuitan tersebut mendapat respon dari pihak Pertamina. Dikatakan bahwa aplikasi tersebut tengah mengalami kendala teknis.
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Saat ini, aplikasi MyPertamina sedang ada peningkatan sistem, sehingga sobat tidak menerima sms OTP,” tulis akun Twitter @pertamina135.
Sebelum dimulainya masa uji coba, banyak orang meragukan aplikasi tersebut mampu menampung banyak orang sekaligus. Hal ini diungkapkan oleh Alfons Tanujaya, Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom kepada Katadata.
Ia menyebutkan bahwa aplikasi tersebut membutuhkan proses dalam hal pengembangan. Seperti pembuatan versi beta, evaluasi bug hingga penyempurnaan dan semuanya membutuhkan waktu.
Pertamina juga disebutkan harus memiliki data kendaraan yang bisa atau menerima subsidi. Hal ini guna bisa menyalurkan BBM bersubsidi lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa terdapat alternatif pencatatan data selain menggunakan aplikasi.
“Tanpa aplikasi MyPertamina pun bisa mengidentifikasi kendaraan yang boleh mengisi BBM bersubsidi," kata Alfons.
Dijelaskan bahwa setiap pelat nomor kendaraan bisa diberi kode QR atau identifikasi lainnya saat perpanjangan STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
02 Agustus 2026, 09:00 WIB
21 Juli 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia