Wholesales LMPV November 2025, Daihatsu Xenia Naik 14 Persen
12 Desember 2025, 10:00 WIB
All new Daihatsu Xenia 2022 dipastikan mengggunakan transmisi CVT yang membuat perjalanan sehari-hari lebih nyaman
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – All New Daihatsu Xenia 2022 dipastikan akan menggunakan sistem transmisi CVT (Contious Variable Transmission). Jenis transmisi tersebut di atas sudah diterapkan pada model terdahulunya seperti yang ada pada Daihatsu Rocky.
Artinya Daihatsu Xenia akan menjadi model kedua pabrikan asal Jepang tersebut yang menggunakan teknologi CVT. Harapan dari penggunaan teknologi tersebut adalah guna memberikan kenyamanan lebih pada pengendara.
Kepada Trenoto, salah seorang tenaga penjual Daihatsu mengatakan bahwa all new Xenia dipastikan menggunakan transmisi kendaraan yang mengandalkan sabuk baja. Teknologi tersebut terbukti mampu menambah kenyamanan dalam berkendara.
“Untuk mesinnya sendiri juga dikabarkan akan menggunakan mesin baru namun tetap ada pilihan 1.300cc dan 1.500cc,” ungkap tenaga penjual tersebut (04/11).
Meski menggunakan mesin dan sistem transmisi baru, all new Daihatsu Xenia 2022 disebut masih akan menawarkan sistem penggerak roda belakang. Dengan sistem penggerak roda belakang maka diharapkan bisa menjadi sedikit pembeda dibandingkan Low MPV lain di Indonesia.
“Untuk harga Daihatsu Xenia belum bisa disampaikan karena memang belum ada training. Tapi kalau mau booking sudah bisa, cukup dengan membayar sebesar Rp2 juta saja sudah cukup. Kalau pesan sekarang, kemungkinan unit akan dikirim pada awal Desember 2021 sehingga masih mendapat promo potongan PPnBM,” ungkap tenaga penjual tersebut.
Daihatsu Xenia pertama kali diluncurkan di Indonesia pada bulan Desember tahun 2003 sebagai kembaran dari Toyota Avanza. Mobil tersebut kemudian baru dijual pada masyarakat di awal tahun 2004.
Seiring dengan perkembangan jaman, Daihatsu Xenia pun melakukan pergantian generasi pada tahun 2011. Pada tahun tersebut, Daihatsu Xenia dilengkapi dengan mesin EJ-VE 3 silinder berkapasitas 984 cc dan K3-VE 4 Silinder berkapasitas 1.298 cc.
Pada 2019, varian yang menggunakan mesin berkapasitas 984 cc kemudian dihentikan produksinya. Namun Daihatsu kemudian meluncurkan varian baru dengan mesin lebih besar yaitu 1.500cc.
Belakangan, penjualan Daihatsu Xenia tidaklah sebesar dahulu. Daihatsu Sigra dan Daihatsu Terios kini telah menjelma menjadi tulang punggung penjualan Daihatsu di Indonesia.
Kondisi tersebut di atas ditanggapi oleh Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan cukup serius. Sehingga mereka akan meluncurkan generasi ketiga di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021.
Berdasarkan gambar yang belakangan beredar, desain all new Daihatsu Xenia memang terkesan lebih sporti dibandingkan sebelumnya. Dengan desain yang lebih sporti dan teknologi lebih modern, maka diharapkan penjualan kembaran Toyota Avanza ini meningkat kembali.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Desember 2025, 10:00 WIB
10 November 2025, 10:00 WIB
26 Desember 2024, 08:00 WIB
26 November 2024, 08:00 WIB
13 Oktober 2024, 22:32 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025