Changan Deepal E07 Terdaftar di RI, SUV Mungil Rangkap Pikap
15 Desember 2025, 17:00 WIB
Mobil Listrik diklaim masih belum bisa menjangkau lebih banyak first car buyer dengan sejumlah alasan
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Perkembangan mobil listrik di Indonesia bisa dibilang cukup pesat. Hingga Juli 2025, pemasaran kendaraan ramah lingkungan tercatat sebanyak 42.178 unit.
Berbekal kebijakan pemerintah seperti keringanan pajak dan berbagai kemudahan di sejumlah jalanan Ibu Kota, menjadi pendorong pertumbuhan EV (Electric Vehicle).
Meskipun mengalami menunjukkan peningkatan minat, namun mobil setrum belum semua menjangkau first car buyer.
Setidaknya terdapat tiga alasan yang mendasar menjadi pertimbangan calon konsumen. Walaupun terdengar seperti alasan klasik, namun tetap tidak bisa dikesampingkan.
“Kita tetap melakukan studi pada first car buyer. Sebenarnya mobil seperti apa sih yang dibutuhkan oleh mereka,” kata Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Planning Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) beberapa waktu lalu.
Disebutkan bahwa Daihatsu melakukan studi pada 500 pengguna mobil listrik. Lalu mereka juga mempelajari 500 orang dan belum membeli EV.
Pertama adalah kekhawatiran akan konsumsi listrik pada kendaraan ramah lingkungan. Mereka belum mengetahui dengan jelas cara kerja unit.
Kedua diketahui masyarakat masih takut jika mobil listrik bermasalah di jalan. Ketiga bagi first car buyer daya beli itu ada dua yakni daya beli dan bayar.
Sekadar informasi, bahwa first car buyer di Indonesia sangat mengandalkan pembelian secara kredit.
Daihatsu sendiri merupakan manufaktur yang banyak menawarkan dan memasarkan mobil murah. Model LCGC dan komersial ringan merupakan andalannya.
Lebih jauh 80 persen konsumen ADM, 80 persen melakukan pembelian secara dicicil. Sehingga diakui sangat sensitif dengan kondisi ekonomi negara.
Profil konsumen seperti di atas membuat Daihatsu membutuhkan studi lebih dalam, sebelum mulai menjual EV.
Hingga sekarang, lini elektrifikasi ADM baru Daihatsu Rocky Hybrid. Model SUV kompak tersebut baru diniagakan pada ajang GIIAS 2025.
Pada pameran otomotif besutan Gaikindo hingga saat ini, ADM mengklaim bahwa Rocky Hybrid terpesan sebanyak 500 unit.
Adapun pengiriman unit baru akan dilakukan pada November 2025. Sekadar informasi bahwa Daihatsu Rocky Hybrid adalah mobil impor CBU dari Jepang.
Sehingga proses delivery ke konsumen membutuhkan waktu lebih lama.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Desember 2025, 17:00 WIB
15 Desember 2025, 16:00 WIB
15 Desember 2025, 15:00 WIB
15 Desember 2025, 13:00 WIB
15 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
15 Desember 2025, 20:09 WIB
Pabrik QJMotor yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat akan mempunyai kapasitas produksi sampai 150 ribu unit
15 Desember 2025, 19:00 WIB
Chery melalui sub merek premium mereka, Exeed akan berlaga di balap ketahanan Le Mans di 2030 mendatang
15 Desember 2025, 18:00 WIB
Pabrik VinFast di Indonesia akan produksi lini berkonfigurasi setir kanan buat keperluan domestik dan ekspor
15 Desember 2025, 17:00 WIB
Changan Deepal E07 hadir dengan desain unik, perpaduan antara SUV dengan pikap kabin ganda bertenaga listrik
15 Desember 2025, 16:00 WIB
Resmi dibuka di Subang, model pertama yang akan dirakit di pabrik VinFast adalah mobil listrik mungil VF 3
15 Desember 2025, 15:00 WIB
Induk KUD akan mendistribusikan mobil rakyat ke masyarakat pedesaan, mulai siapkan infrastruktur pendukung
15 Desember 2025, 14:06 WIB
Manajer Jorge Martin melapor ke Massimo Rivola kalau sang rider mendapat tawaran menggiurkan dari Honda
15 Desember 2025, 13:00 WIB
Selama libur Nataru, ada sejumlah rest area yang menyediakan fasilitas SPKLU buat pengguna mobil listrik