Alasan Mobil Listrik Belum Bisa Menjangkau First Car Buyer

Mobil Listrik diklaim masih belum bisa menjangkau lebih banyak first car buyer dengan sejumlah alasan

Alasan Mobil Listrik Belum Bisa Menjangkau First Car Buyer
Denny Basudewa

KatadataOTO – Perkembangan mobil listrik di Indonesia bisa dibilang cukup pesat. Hingga Juli 2025, pemasaran kendaraan ramah lingkungan tercatat sebanyak 42.178 unit.

Berbekal kebijakan pemerintah seperti keringanan pajak dan berbagai kemudahan di sejumlah jalanan Ibu Kota, menjadi pendorong pertumbuhan EV (Electric Vehicle).

Meskipun mengalami menunjukkan peningkatan minat, namun mobil setrum belum semua menjangkau first car buyer.

Setidaknya terdapat tiga alasan yang mendasar menjadi pertimbangan calon konsumen. Walaupun terdengar seperti alasan klasik, namun tetap tidak bisa dikesampingkan.

Daihatsu Sigra
Photo : Istimewa

“Kita tetap melakukan studi pada first car buyer. Sebenarnya mobil seperti apa sih yang dibutuhkan oleh mereka,” kata Sri Agung Handayani, Marketing Director and Corporate Planning Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) beberapa waktu lalu.

Disebutkan bahwa Daihatsu melakukan studi pada 500 pengguna mobil listrik. Lalu mereka juga mempelajari 500 orang dan belum membeli EV.

Pertama adalah kekhawatiran akan konsumsi listrik pada kendaraan ramah lingkungan. Mereka belum mengetahui dengan jelas cara kerja unit.

Kedua diketahui masyarakat masih takut jika mobil listrik bermasalah di jalan. Ketiga bagi first car buyer daya beli itu ada dua yakni daya beli dan bayar.

Sekadar informasi, bahwa first car buyer di Indonesia sangat mengandalkan pembelian secara kredit.

Daihatsu sendiri merupakan manufaktur yang banyak menawarkan dan memasarkan mobil murah. Model LCGC dan komersial ringan merupakan andalannya.

Lebih jauh 80 persen konsumen ADM, 80 persen melakukan pembelian secara dicicil. Sehingga diakui sangat sensitif dengan kondisi ekonomi negara.

Profil konsumen seperti di atas membuat Daihatsu membutuhkan studi lebih dalam, sebelum mulai menjual EV.

Menanti Daihatsu Rocky Versi CKD, Pabrik Sudah Siap
Photo : Daihatsu

Hingga sekarang, lini elektrifikasi ADM baru Daihatsu Rocky Hybrid. Model SUV kompak tersebut baru diniagakan pada ajang GIIAS 2025.

Pada pameran otomotif besutan Gaikindo hingga saat ini, ADM mengklaim bahwa Rocky Hybrid terpesan sebanyak 500 unit.

Adapun pengiriman unit baru akan dilakukan pada November 2025. Sekadar informasi bahwa Daihatsu Rocky Hybrid adalah mobil impor CBU dari Jepang.

Sehingga proses delivery ke konsumen membutuhkan waktu lebih lama.


Terkini

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E

mobil
BMW iX3 Siap Debut di GIIAS 2026, Dijual Terbatas

Penjualan Merek Mobil Mewah Juli 2026, Kompak Turun

Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz

mobil
BMW

BMW Catat Kenaikan Pemesanan di GIIAS 2026, iX3 Laku Keras

Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse

motor
Motor listrik

Prabowo Janji Motor Listrik Nasional Bisa Dibeli Tanpa Uang Muka

Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika

news
Ganjil Genap Jakarta

Cek 26 Titik Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 14 Agustus 2026

Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal

news
SIM Keliling Jakarta

Syarat dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Jelang Weekend 14 Agustus

Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda