Alasan Geely Starray EM-i Dirakit Lebih Dulu sebelum EX5

Geely Auto Indonesia mengumumkan keputusan perakitan lokal Starray EM-i lebih dulu dari EX5, ini alasannya

Alasan Geely Starray EM-i Dirakit Lebih Dulu sebelum EX5
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur mobil asal Tiongkok, Geely resmi merakit lokal model Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) perdana mereka di Indonesia yakni Starray EM-i.

Keputusan perakitan itu diharapkan dapat mempercepat distribusi kendaraan ramah lingkungan untuk konsumen Tanah Air.

“Kapasitas produksi hingga 60 unit per hari memungkinkan konsumen memperoleh kendaraan dengan waktu tunggu lebih singkat sekaligus mendapatkan performa, kenyamanan dan keselamatan berstandar global,” kata Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia dalam siaran resminya dikutip Senin (29/09).

Menjadi hal yang menarik sebab Geely memilih merakit model tersebut lebih dulu dibandingkan produk pertama mereka, Geely EX5.

Geely Starray EM-i Dirakit Lokal
Photo : Geely

Perlu diketahui, Geely EX5 diperkenalkan ke Indonesia jelang akhir Januari 2025. Namun peluncuran resmi baru dilakukan di ajang IIMS 2025 pada bulan berikutnya.

Sedangkan mobil hybrid PHEV Geely Starray EM-i baru debut di Tnah Air pada Agustus, di sela perhelatan GIIAS 2025.

Ada pertimbangan tertentu yang membuat Geely akhirnya memutuskan Starray EM-i berstatus Completely Knocked Down (CKD) lebih dulu dibandingkan EX5.

“Karena PHEV tidak mendapatkan insentif Completely Built Up (CBU),” kata Yusuf Anshori, Brand Director Geely Auto Indonesia kepada KatadataOTO, Senin (29/09).

Perlu diketahui, Geely EX5 menjadi salah satu penikmat program insentif mobil listrik impor. 

Subsidi tersebut turut dimanfaatkan oleh beberapa merek lain seperti BYD dan Citroen.

Hanya saja program subsidi tersebut berakhir di 2025. Tahun depan semua merek penerima insentif mobil listrik impor harus sudah mulai merakit kendaraannya di dalam negeri.

Oleh karena itu Geely memutuskan buat memanfaatkan bantuan tersebut sampai akhir 2025 dan merakit Geely Starray EM-i.

“Jadi Starray EM-i kita langsung rakit di Indonesia. Tetapi berikutnya akan (rakit lokal) EX5,” tegas dia.

Geely Starray EM-i Dirakit Lokal
Photo : Geely

Sekadar informasi, Geely Starray EM-i dibekali motor elektrik penggerak depan yang dapat menghasilkan tenaga 160 kW (214 hp) dan torsi puncak 262 Nm.

Kemudian mesin berkubikasi 1.500 cc disebut memberikan tambahan daya 98 hp dan torsi 125 Nm, menjadi generator listrik Geely Starray EM-i.

Berdasarkan klaim dari pihak Geely, jarak tempuh komprehensif Starray EM-i atau dengan kondisi baterai dan tangki bahan bakar penuh adalah lebih dari 1.000 kilometer.


Terkini

mobil
Autovaganza 2026

Indonesia AutoVaganza 2026 Usung Tema Fuel The Experience

Indonesia Autovaganza 2026 tempat berkumpulnya komunitas para pencinta otomotif sekaligus bersilaturahmi

mobil
Hyundai Stargazer Cartenz

Harga Turun, Penjualan Hyundai Stargazer Cartenz Moncer

Hyundai Stargazer Cartenz dan Cartenz X mendapatkan penyesuaian harga, beri dampak positif ke penjualan

otosport
Pertamina

Pertamina Gelar Nobar MotoGP, Beri Dukungan ke VR46 Racing Team

Pertamina Enduro menggelar nonton bareng komunitas otomotif serta ojol dalam gelaran MotoGP Aragon 2026

mobil
Mobil Hybrid

Penjualan Mobil Hybrid Naik, Menko Airlangga Kasih Isyarat

Mobil hybrid menjadi salah satu opsi transisi elektrifikasi yang menuai respons positif dari masyarakat

mobil
Hyundai Santa Fe REEV

Hyundai Ambisi Luncurkan 100 Mobil sampai 2030, Ada Santa Fe REEV

Setidaknya ada 100 model mobil baru dihadirkan Hyundai sampai 2030, termasuk kendaraan energi terbarukan

news
SIM Keliling Bandung

Wajib Catat Lokasi SIM Keliling Bandung di Akhir Agustus 2026

Kepolisian terus memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung

news
SIM Keliling Jakarta

Cek Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Senin 31 Agustus 2026

Menjelang akhir Agustus, layanan SIM keliling Jakarta kembali beroperasi di lima lokasi strategis hari ini

news
Ganjil genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini Senin 31 Agustus 2026

Untuk mengurai kemacetan parah terutama di sejumlah jalan protokol, Ganjil Genap Jakarta masih andalan