Denza B5 Diminati Konsumen, Jaring Pemesanan Meskipun Tanpa Harga
10 Februari 2026, 20:00 WIB
Amerika Serikat dan Eropa tak lagi jadi negara dengan adopsi mobil listrik terbanyak secara global di 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sepanjang 2025, kendaraan elektrifikasi termasuk mobil listrik jadi tren yang mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.
Khususnya mobil listrik yang dihadirkan dari Cina. Harga kompetitif jadi salah satu daya tarik utama bagi banyak konsumen.
Di tengah era elektrifikasi, pasar otomotif Asia Tenggara jadi sorotan karena pesat perkembangan tren mobil listrik di sana.
Terdahulu, Amerika Serikat dan Eropa jadi wilayah yang paling cepat mengadopsi penggunaan mobil listrik.
Namun data yang dihimpun oleh Arena EV menyebutkan bahwa tiga negara dengan penjualan mobil listrik terbanyak berada di luar Eropa.
Sebagai gambaran pada 2019 silam hanya ada empat negara mencatat bahwa 20 persen dari penjualan mereka merupakan mobil listrik.
Di 2025 angkanya naik dari empat menjadi 39 negara. Cina masih jadi pemimpin utama, di mana 50 persen penjualan mobil mereka merupakan lini elektrifikasi.
Tidak hanya Tiongkok, ada Vietnam yang juga menunjukkan performa positif tahun ini. Pangsa pasar mobil listrik di sana nyaris tembus 40 persen.
Sementara di Thailand, 20 persen dari total penjualan mobil baru mereka adalah Electric Vehicle (EV). Di Uni Eropa berjumlah 26 persen, sementara Inggris Rp 33 persen.
Di Vietnam, VinFast VF 3 tercatat sebagai mobil terlaris. Model itu disebut sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan masyarakat setempat.
“Indonesia juga bergerak cepat. Pangsa pasar penjualan mobil listrik mereka tembus 15 persen tahun ini, lebih tinggi dari 7,3 persen di Amerika Serikat,” tulis laporan Arena EV, dikutip pada Selasa (23/12).
Di samping Asia Tenggara, negara-negara Amerika Latin juga menunjukkan capaian positif. Pangsa pasar EV di Uruguay adalah 27 persen lalu Costa Rica 17 persen.
Lalu persentase penjualan mobil listrik di Brazil dan Meksiko lebih tinggi jika dibandingkan capaian di Jepang.
Hal ini menandakan positifnya perkembangan mobil listrik, tidak hanya terjadi di AS maupun Eropa saja tetapi juga termasuk Asia Tenggara.
Perlu diketahui saat ini banyak mobil listrik Cina hadir meramaikan lanskap otomotif Tanah Air. Lagi-lagi, harga murah menjadi daya tarik tersendiri.
BYD Atto 1 baru diluncurkan dengan harga Rp 199 jutaan. Lalu ada pendatang baru Changan yang debut di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025.
Melihat padatnya model mobil listrik, patut dinanti persaingan sengit yang berpeluang terjadi tahun depan. Apalagi merek seperti BYD mempertimbangkan untuk membawa model baru termasuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
10 Februari 2026, 20:00 WIB
10 Februari 2026, 13:00 WIB
10 Februari 2026, 10:00 WIB
09 Februari 2026, 19:20 WIB
09 Februari 2026, 14:00 WIB
Terkini
10 Februari 2026, 21:00 WIB
Kemenhub terus melakukan sosialisasi seritifkasi untuk bengkel-bengkel modifikasi yang ada di Indonesia
10 Februari 2026, 20:30 WIB
Suzuki Jimny 5 Door yang merupakan pemenang kontes modifikasi berskala nasional tampil memukau di IIMS 2026
10 Februari 2026, 20:00 WIB
SUV PHEV Denza B5 sebatas dipamerkan di BCA Expoversary, namun sejumlah konsumen berniat melakukan pemesanan
10 Februari 2026, 19:01 WIB
Jaecoo J5 EV punya versi hybrid-nya, dibawa ke Indonesia apabila konsumen tertarik dengan model hybrid anyar
10 Februari 2026, 18:30 WIB
Bridgestone Tire Indonesia telah berkoordinasi dengan supplier lokal untuk bisa terus meningkatkan TKDN
10 Februari 2026, 18:00 WIB
BYD jadi merek mobil Cina dengan penjualan terbanyak di Januari 2026 disusul sub merek Chery Group, Jaecoo
10 Februari 2026, 17:46 WIB
Selama IIMS 2026 berlangsung, ada diskon Suzuki S-Presso yang bisa dimannfaatkan para pengunjung pameran
10 Februari 2026, 15:00 WIB
GWM Tank 500 diesel yang baru saja diluncurkan, disebutkan telah mengumpulkan puluhan pemesanan di IIMS 2026