Rumor Kehadiran BYD Atto 1 NIK 2026 Menguat, Fitur Bertambah
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Amerika Serikat dan Eropa tak lagi jadi negara dengan adopsi mobil listrik terbanyak secara global di 2025
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Sepanjang 2025, kendaraan elektrifikasi termasuk mobil listrik jadi tren yang mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.
Khususnya mobil listrik yang dihadirkan dari Cina. Harga kompetitif jadi salah satu daya tarik utama bagi banyak konsumen.
Di tengah era elektrifikasi, pasar otomotif Asia Tenggara jadi sorotan karena pesat perkembangan tren mobil listrik di sana.
Terdahulu, Amerika Serikat dan Eropa jadi wilayah yang paling cepat mengadopsi penggunaan mobil listrik.
Namun data yang dihimpun oleh Arena EV menyebutkan bahwa tiga negara dengan penjualan mobil listrik terbanyak berada di luar Eropa.
Sebagai gambaran pada 2019 silam hanya ada empat negara mencatat bahwa 20 persen dari penjualan mereka merupakan mobil listrik.
Di 2025 angkanya naik dari empat menjadi 39 negara. Cina masih jadi pemimpin utama, di mana 50 persen penjualan mobil mereka merupakan lini elektrifikasi.
Tidak hanya Tiongkok, ada Vietnam yang juga menunjukkan performa positif tahun ini. Pangsa pasar mobil listrik di sana nyaris tembus 40 persen.
Sementara di Thailand, 20 persen dari total penjualan mobil baru mereka adalah Electric Vehicle (EV). Di Uni Eropa berjumlah 26 persen, sementara Inggris Rp 33 persen.
Di Vietnam, VinFast VF 3 tercatat sebagai mobil terlaris. Model itu disebut sesuai dengan kebutuhan mobilitas perkotaan masyarakat setempat.
“Indonesia juga bergerak cepat. Pangsa pasar penjualan mobil listrik mereka tembus 15 persen tahun ini, lebih tinggi dari 7,3 persen di Amerika Serikat,” tulis laporan Arena EV, dikutip pada Selasa (23/12).
Di samping Asia Tenggara, negara-negara Amerika Latin juga menunjukkan capaian positif. Pangsa pasar EV di Uruguay adalah 27 persen lalu Costa Rica 17 persen.
Lalu persentase penjualan mobil listrik di Brazil dan Meksiko lebih tinggi jika dibandingkan capaian di Jepang.
Hal ini menandakan positifnya perkembangan mobil listrik, tidak hanya terjadi di AS maupun Eropa saja tetapi juga termasuk Asia Tenggara.
Perlu diketahui saat ini banyak mobil listrik Cina hadir meramaikan lanskap otomotif Tanah Air. Lagi-lagi, harga murah menjadi daya tarik tersendiri.
BYD Atto 1 baru diluncurkan dengan harga Rp 199 jutaan. Lalu ada pendatang baru Changan yang debut di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week atau GJAW 2025.
Melihat padatnya model mobil listrik, patut dinanti persaingan sengit yang berpeluang terjadi tahun depan. Apalagi merek seperti BYD mempertimbangkan untuk membawa model baru termasuk Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
11 Mei 2026, 17:03 WIB
10 Mei 2026, 18:48 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri