Hyundai Stargazer Cartenz versi Ambulans Meluncur untuk Sumatera
01 Januari 2026, 13:00 WIB
Hyundai menegaskan bakal tetap fokus kembangkan EV meski kini pemerintah memberi insentif mobil hybrid
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Insentif mobil hybrid yang diberikan pemerintah rupanya tidak membuat Hyundai meninggalkan komitmen mereka dalam mengembangkan kendaraan listrik di Tanah Air. Padahal mereka sudah menjual kendaraan di segmen tersebut seperti Santa Fe dan Tucson.
Bahkan Hyundai Santa Fe sudah dirakit secara lokal di pabriknya di kawasan Bekasi. Hanya saja mereka memang tidak menyampaikan jumlah Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari mobil tersebut.
Ketika dihubungi KatadataOTO, pabrikan asal Korea Selatan itu mengaku tetap mengandalkan EV untuk menggarap pasar Indonesia. Hal itu dinilai sesuai dengan tujuan pertama mereka berinvestasi di Tanah Air.
“Kami menghargai semua aturan yang dibuat pemerintah. Hyundai akan terus fokus menghadirkan mobil ramah lingkungan khususnya kendaraan listrik berbasis baterai sebagai prioritas utama selaras dengan investasi keseluruhan Hyundai di Indonesia,” ungkap Fransiscus Soerjopranoto, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia pada KatadataOTO (16/12).
Ia pun menegaskan meski pihaknya masih terus akan mengembangkan pasar di Indonesia melalui sejumlah investasi. Sehingga bukan tidak mungkin pasar Hyundai dapat kembali meningkat.
“Sebagai salah satu pemain otomotif di Indonesia, kami terus berusaha berkembang di Tanah Air. Semoga pemerintah terus mendukung usaha serta investasi dari Hyundai,” tegasnya kemudian.
Sebelumnya diberitakan bahwa mulai Januari 2025, pemerintah bakal memberi insentif kendaraan hybrid. Bantuannya berupa Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sebesar 3 persen.
Oleh sebab itu perusahaan yang telah memiliki produk hybrid diminta untuk melakukan pendaftaran. Sehingga insentif bisa langsung diberikan.
“Saya minta para produsen mobil di Indonesia segera mendaftarkan mereknya kepada kami agar tahun depan pada 1 Januari bisa menikmati insentif stimulus yang disiapkan pemerintah,” terang Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di konfrensi pers Paket Kebijakan Ekonomi untuk Kesejahteraan siang hari tadi
Dia menuturkan bahwa program tersebut diluncurkan untuk mendongkrak daya beli masyarakat, terutama pada sektor kendaraan roda empat.
Mengingat pada 2024 pasar otomotif terpukul cukup dalam. Oleh sebab itu insentif mobil hybrid diharapkan mampu menggairahkan penjualan kendaraan roda empat di 2025.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 13:00 WIB
22 Desember 2025, 10:00 WIB
17 Desember 2025, 21:00 WIB
17 Desember 2025, 18:00 WIB
17 Desember 2025, 17:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV