Chery Siap Bangun Pusat R&D di Indonesia Demi Tunjukan Keseriusan
04 Mei 2026, 13:00 WIB
Menjadi bentuk tindak lanjut KTT G20, sebanyak 7 Toyota bZ4X jadi kendaraan operasional Kemenko Marves
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Mendukung kebijakan pemerintah menuju netralitas karbon, Toyota bZ4X jadi kendaraan operasional Kemenko Marves (Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi). Ada sebanyak 7 unit yang diboyong melalui program usership KINTO.
Langkah ini juga menjadi bentuk tindak lanjut KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20 yang diselenggarakan pada November 2022, salah satunya adalah pembahasan isu transisi energi berkelanjutan.
Dalam pertemuan presidensi tersebut juga dibahas rencana atau roadmap terkait aksi konkret yang bakal dilakukan semua pihak untuk mendukung isu tersebut ke depannya.
Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM (Toyota Astra Motor) mengatakan bahwa pihakknya mengapresiasi Kantor Kemeno Marves karena telah memilih bZ4X sebagai kendaraan listrik berbasis baterai untuk mendukung mobilitas.
“Sebagai tindak lanjut KTT G20, Toyota meyakini langkah Kemenko Marves akan memperkuat komitmen bersama dalam mendukung berbagai upaya untuk pengurangan emisi karbon menuju Net Zero Emission pada 2060,” ucap Henry dalam keterangan resmi, dikutip Senin (06/03).
Saat ini sudah ada sejumlah upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi di Tanah Air. Misalnya, lewat Inpres (Instruksi Presiden) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery EV) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan.atau Kendaraan Perorangan DInas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
Melalui instruksi tersebut kendaraan dinas operasional maupun perorangan harus merupakan kendaraan listrik yang berbasis baterai, bukan lagi kendaraan konvensional.
Merek ini menjadi salah satu pabrikan yang sudah mulai menjual kendaraan listriknya di Indonesia, baik BEV (battery electric vehicle) maupun mobil hybrid atau HEV (hybrid electric vehicle).
Strategi Multiple Pathway ini dibuat untuk mendukung rencana pemerintah dalam mempercepat proses elektrifikasi di Tanah Air. Masyarakat diberikan lebih banyak opsi atau pilihan kendaraan dengan harga bervariasi, sehingga bisa berpindah dari kendaraan konvensional.
“Sehingga akan semakin banyak masyarakat penggunakendaraan beroda empat yang dapat turut berkontribusi dalam upaya menurunkan emisi karbon di Indonesia,” ucap Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT TAM.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 13:00 WIB
30 April 2026, 15:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 07:00 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri