VinFast Komitmen Produksi Lokal Model-Model EV Tersubsidi
30 Desember 2025, 16:00 WIB
Pada 2024 12 mobil listrik BMW bakal mengaspal di Indonesia, salah satunya yang telah dibocorkan adalah i5
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pasar mobil listrik Indonesia terus menggoda para manufaktur buat menghadirkan produk anyar. Seperti yang dilakukan oleh BMW Group Indonesia.
Mereka rencananya bakal memboyong belasan mobil listrik BMW ke Tanah Air di 2024. Hal itu dikatakan langsung Jodie O’tania, Director of Communications BMW Group Indonesia.
“BMW akan menghadirkan 12 mobil baru dan sebagian besar yaitu kendaraan listrik. Jadi bukan hanya iX1 lagi tetapi ada model full elektrik lain,” ungkap Jodie di Jakarta belum lama ini.
Meski begitu Jodie belum mau membocorkan produk anyarnya. Namun dia memastikan satu mobil listrik, yakni BMW i5 mengaspal di 2024.
Sehingga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan para bos muda penggemar kendaraan dari benua biru. Kemudian membantu pemerintah dalam menurunkan polusi udara.
“Tahun ini kita akan meluncurkan i5,” Jodie menegaskan.
Tentu menjadi angin segar bagi para penggemar BMW. Sebab bisa menikmati performa kendaraan mewah ramah lingkungan asal Jerman.
Di sisi lain tren penjualan mobil BMW turut mengalami kenaikan pada 2023. Mereka mencatatkan peningkatan sampai 38 persen.
Selanjutnya penyumbang terbesar sepanjan tahun lalu datang dari mobil listrik, yakni BMW iX xDrive40 yang berhasil terjual 587 unit. Menjadikan kendaraan listrik premium terlaris di Tanah Air.
Menurut Ariefin Makaminan, Director of Sales BMW Group Indonesia konsumennya datang dari kalangan atas.
Bahkan dia menjelaskan ada beberapa alasan membuat orang kaya memutuskan untuk menggunakan mobil listrik murni rakitan BMW daripada kendaraan konvensional.
“Kalau EV pasti pertama tidak perlu memikirkan ganjil genap lalu kedua konsumsi energi atau biaya bahan bakar yang mulai berkurang,” kata dia.
Kemudian dia mengungkapkan kalau orang kaya saat ini juga masih memikirkan biaya untuk konsumsi bahan bakar.
Oleh sebab itu banyak dari mereka beralih mengandalkan kendaraan setrum agar dapat menghemat pengeluaran.
“Sekarang kalau kita ambil perumpamaan Jakarta ke Malang menghabiskan BBM berapa? Apalagi jika kita berbicara penggunaan fleet, kalau bisa memangkas biaya sampai persepuluh jauh lebih menguntungkan,” Ariefin menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Desember 2025, 16:00 WIB
30 Desember 2025, 13:00 WIB
29 Desember 2025, 19:00 WIB
29 Desember 2025, 15:00 WIB
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Terkini
30 Desember 2025, 17:18 WIB
Francesco Bagnaia diminta untuk bisa kembali berjuang di barisan terdepan ketika mengarungi MotoGP 2026
30 Desember 2025, 16:00 WIB
VinFast Indonesia mengatakan bahwa mereka siap memenuhi kewajibannya atas insentif CBU yang telah didapatkan
30 Desember 2025, 15:00 WIB
Ucok harus mengeluarkan dana hampir Rp 1 miliaran untuk memodifikasi Yamaha Xmax berkelir dominan biru
30 Desember 2025, 14:00 WIB
Menurut data Kemenhub, motor listrik yang telah mengantongi SRUT di 2025 baru 55.059 unit atau turun 28,6 persen
30 Desember 2025, 13:00 WIB
Industri baterai lithium terpengaruh dari kinerja penjualan mobil listrik di Cina yang diproyeksi akan turun
30 Desember 2025, 12:00 WIB
Sejumlah model mobil yang disuntik mati oleh pabrikan kemudian diganti produk lain, berikut daftarnya
30 Desember 2025, 11:00 WIB
Insentif otomotif sebaiknya menyasar pada pertumbuhan industri komponen di dalam negeri agar seimbang
30 Desember 2025, 10:00 WIB
Yamaha tengah mencari formulasi yang tepat buat memasarkan motor listrik Neos kepada konsumen di Indoensia