Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air
02 April 2025, 12:00 WIB
Laporan langsung TrenOto Japan Mobility Show 2023, Meneguhkan visi mobil listrik Toyota yang akan hadir di masa depan
Oleh Maryadie
TRENOTO – Toyota Motor Corporation (TMC) telah lama mencurahkan riset dan produknya untuk mereduksi karbon. Strateginya multi pathway. Dimulai tahun 1997 dengan meluncurkan Toyota Prius Hybrid di Jepang. Kini Toyota menawarkan beragam mobil listrik.
Mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plugin Hybrid Electric Vehicle (PHEV) hingga Batery Electric Vehicle (BEV). Selain itu ada juga Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV), Hidrogen (H2) dan Cetane Number (CN). Tujuannya sama mengurangi emisi karbon. Kini visi mobil listrik Toyota pun diteguhkan kembali di ajang Japan Mobility Show (JMS) yang digelar mulai 25 Oktober 2023, selama 10 hari, di Tokyo Big Sigh, Tokyo, Jepang.
Visi itu terlihat dari peluncuran 4 mobil konsep di booth Toyota. Keempat mobil konsep itu adalah FT-3e, FT-Sr, Kayoibako dan imv0. Koji Sato, President and CEO, Member of the Board of Directors Toyota Motor Corporation (TMC) saat paparan mengatakan, semua mobil yang diluncurkan adalah BEV atau mobil listrik.
“Mobil tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga fun dan memberi pengalaman yang berbeda,” katanya.
Ke depan era industri otomotif adalah era mobil listrik dan kecerdasan. Toyota akan menciptakan masa depan itu.
“Masa depan adalah sesuatu yang kita ciptakan, kami ingin masa depan lebih baik dan akan menemukan masa depan di mobil-mobil Toyota,” ujar Koji.
Satu hari sebelum peluncuran 4 mobil listrik itu, dalam diskusi media di Keoi Plaza, Tokyo, CEO Toyota Asia, Masahiko Maeda mengatakan, ke depan Toyota akan lebih mengembangkan industrinya ke arah elektrifikasi dan kecerdasan.
Tentunya semuanya bertujuan untuk menuju carbon neutrality dengan meningkatkan kualitas secara global
Maeda mengatakan, Toyota melihat masa depan industri otomotif bahkan tidak hanya ke listrik tapi juga ke arah mobilitas. Tak heran, jika JMS 2023 mengambil tema ke arah mobilitas. "From cars to mobility dan from Tokyo to Japan.
"Ini kesempatan Jepang untuk melakukan transformasi ke arah mobility," ungkapnya.
Maeda menyebut, Toyota akan terus terlibat dalam menuju carbon neutrality sembari memperbesar nilai dari mobilitas yang tidak hanya sekedar di produk mobil. Toyota tidak hanya bergerak mengurangi karbon dari produknya tapi juga dari pabrik yang selalu menggunakan energi ramah lingkungan.
"Di India 100 persen pabrik kami menggunakan energi ramah lingkungan," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa di Thailand Toyota memulai mimpi bagaimana mobil komersial juga harus ramah lingkungan.
"Mimpi Thailand kami implementasikan lewat proyek jangka panjang dan bekerjasama dengan Isuzu serta Hino. Tujuannya untuk mensinergikan semua hal mulai dari infrastruktur, mobil listrik, data dan IT. Semua terintegrasi untuk mengurangi emisi karbon," katanya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Terkini
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi