Jadwal MotoGP San Marino 2026: Kans Marquez Tumbangkan Martin
09 September 2026, 09:00 WIB
Pembalap LCR Honda, Johann Zarco menilai sistem radio komunikasi MotoGP kurang efektif dibandingkan dengan F1
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Beberapa waktu lalu sejumlah pembalap MotoGP memberikan usulan soal sistem radio yang disematkan pada helm guna memudahkan komunikasi antara rider dengan tim, seperti diterapkan di F1.
Proposal terkait alat komunikasi itu kemudian mulai diuji coba lagi. Tetapi sistemnya berbeda dari in-ear piece para pembalap F1.
Metode digunakan yakni bone conduction, di mana suara disalurkan lewat bantalan kecil yang menempel ke rahang pembalap.
Sedangkan di F1, alat komunikasinya menyerupai earphone berukuran kecil dan menempel langsung ke telinga.
Menurut Brad Binder, pembalap Red Bull KTM, sistem radio komunikasi bone conduction sudah baik dan membuatnya terkesan. Bahkan ia menilai tidak ada perbedaan pada helm setelah disematkan alat tersebut
Namun, joki LCR Honda Johann Zarco menilai gawai bone conduction tak dapat menghasilkan pesan dari tim secara optimal. Apalagi ketika helm mulai berpindah posisi akibat kecepatan tinggi saat balapan.
Dia menjadi salah satu pembalap yang ikut mencoba sistem teranyar itu di Sirkuit Aragon beberapa waktu lalu.
“Ketika Anda melaju (dalam kecepatan) lebih dari 300 km/jam helmnya sedikit naik. Jadi radio (alat bone conduction) tidak bersentuhan dengan tulang dan kadang saya tidak bisa mendengar apapun,” kata Zarco seperti dikutip dari Crash, Minggu (15/05).
Menurut Zarco memang ada beberapa pembalap tetap dapat mendengar suara dari tim dengan jelas. Tetapi lainnya tidak bisa.
Dia menyarankan agar FIM (Federation Internationale de Motocyclisme) dapat mempertimbangkan penggunaan alat serupa F1 buat seluruh pembalap MotoGP.
In-ear piece di F1 diklaim adaptif dan dapat membantu menjaga pendengaran pembalap. Mengingat mereka juga harus mendengar raungan suara mesin motor yang terbilang sangat kencang.
“Saya ingin melindungi pendengaran saya, jadi menurut saya adaptive earplugs seperti di Formula One bisa dipertimbangkan,” lanjut Zarco.
Dia berharap seluruh pihak terkait bisa membantu mengembangkan sistem serupa agar dapat diterapkan ke MotoGP di masa mendatang.
Meskipun memang ada beberapa kekhawatiran yang jadi pertimbangan sehingga in-ear piece tidak dikembangkan lebih jauh buat pembalap MotoGP.
“Katanya, tingkat desibel bisa menjadi semakin rendah jika menggunakan sistem radio ini (in-ear piece di F1. Dengan ataupun tanpa radio, saya pribadi ingin menurunkan level desibel (selama balapan),” ungkap Zarco.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 September 2026, 09:00 WIB
03 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan