GT World Challenge Asia 2026 Bawa Mandalika ke Panggung Global
04 Mei 2026, 19:08 WIB
Seperti direncanakan sebelumnya sirkuit dibenahi jelang MotoGP Mandalika, ada tambahan kanopi dan pengecatan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – MotoGP Mandalika digelar 27-29 September 2024 di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Menjelang balapan pengelola sudah mulai merapikan sirkuit guna memfasilitasi pengunjung.
Tidak ketinggalan penambahan atap atau kanopi di sejumlah area. Sehingga penonton bisa lebih nyaman saat menyaksikan balapan di sirkuit tersebut.
“Kanopi kita akan lakukan pengerjaan, sampai hari ini masih dikerjakan. Nanti dua minggu sebelum MotoGP dilaksanakan kanopi sudah selesai, namun hanya untuk fase satu,” ucap Troy Warokka, Chairman Indonesai GP 2024 & Director Commercial ITDC (InJourney Tourism Development Corporation) di Gedung Sarinah, Senin (26/8).
Lebih rinci ia menjelaskan kanopi ditambah pada area Grandstand A dan Grandstand B. Hal itu merupakan jawaban atas permintaan dari penonton supaya area tidak terlalu panas selama balapan berlangsung.
Fase berikutnya bakal dilanjutkan tahun depan setelah MotoGP Mandalika berlangsung meliputi beberapa area Grandstand lain. Namun tidak dijelaskan lebih rinci titik dan waktu pengerjaannya.
“Mudah-mudahan bisa memenuhi tingkat kenyamanan penonton yang menonton aktivitas sirkuit,” tegas Troy.
Sementara itu pihak MGPA (Mandalika Grand Prix Association) turut mengungkapkan bahwa persiapan selain kanopi adalah pengecatan. Proses ini memakan waktu sekitar tiga minggu dimulai dari 1 September 2024.
“Yang lama buat kita itu satu bulan (sirkuit) saya tutup, 1 September sampai hari H karena proses pengecatan. Kalau dicat tidak bisa dilewati,” kata Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA dalam kesempatan sama.
Sebelumnya dalam kesempatan berbeda Priandhi juga pernah mengungkapkan bahwa cat di Sirkuit Mandalika perlu dipercantik atas permintaan dari Dorna Sports.
Tidak sembarangan, karena cat yang digunakan buat memoles sirkuit itu dibeli langsung dari Italia, hanya tersedia enam vendor secara global dan membutuhkan biaya sampai Rp 1 miliar.
Cat tersebut juga diklaim memiliki ciri sendiri yakni mengandung butiran kasar seperti tekstur aspal pada lintasan utama. Warna digunakan mengikuti motif suku Sasak, Samawa serta Mbojo yaitu merah, putih dan hijau.
“Kalau di lintasan tidak ada ya, aspalnya juga bagus. Dari 2022 tidak ada perubahan,” ujar Priandhi.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
04 Mei 2026, 19:08 WIB
07 April 2026, 13:00 WIB
30 Januari 2026, 17:00 WIB
18 Desember 2025, 19:00 WIB
17 Oktober 2025, 19:00 WIB
Terkini
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia