Link Live Streaming MotoGP Italia 2026: Momen Kebangkitan Marquez
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Fabio Quartararo kena mental akibat terlalu sering mengalami kendala pada motornya di ajang balap MotoGP
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Fabio Quartararo mengalami musim berat pada MotoGP 2023. Pembalap Yamaha tersebut bahkan menyudahi musim di urutan kesepuluh klasemen akhir.
Menyandang gelar juara dunia MotoGP 2021 tentu akan memberikan tekanan tersendiri bagi seorang pembalap. Terlebih jika mengalami rentetan hasil buruk di tahun berikutnya.
Hal ini dialami Quartararo bersama Yamaha selama dua musim belakangan. Praktis pada 2023 ia hanya menapaki podium sebanyak tiga kali tanpa kemenangan.
Kesulitan yang dialami rider pengguna nomor 20 tersebut membuat dirinya stres. Quartararo kena mental istilah anak zaman sekarang, hingga ia merasa harus memanggil psikolog.
Pembalap berkebangsaan Perancis mengaku kerap teriak-teriak ketika marah. Namun berkat bantuan pelatih mentalnya, perubahan sudah mulai terjadi.
“Saya mudah naik pitam dan teriak-teriak, namun berkat pelatih mental kini sudah mulai berubah. Anda harus benar menjelaskan apa yang salah dan tetap tenang,” ungkap Quartararo seperti dikutip GPOne.com (29/12).
Disebutkan bahwa Quartararo mulai menjalani disiplin kejiwaan sejak 2021. Sejak saat itu peringai Quartararo perlahan membaik, lebih bisa menerima berbagai keadaan dalam hidup.
Pelatih kejiwaan Quartararo sendiri mampu membuat muridnya lebih tenang. Sehingga mendapat benefit adalah performa di trek kian positif.
“Masalah saya adalah mudah marah terhadap apapun. Sehingga bekerjasama dengan pelatih mental banyak membantu saya dalam hidup dan berkomunikasi bersama mekanik,” tutur dia.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak pernah melecehkan orang lain. Akan tetapi disebutkan jika meninggikan suara tidak membantu orang lain lebih mengerti.
“Anda perlu mengidentifikasi apa yang salah dan tidak bekerja seperti biasa. Mengeluh bukanlah solusi menyelesaikan masalah dengan cepat,” jelas Quartararo.
Selaku pembalap profesional ia mengaku harus bisa melakukan identifikasi masalah. Walhasil bisa memberikan efek positif dalam pengembangan motor.
“Penting untuk mengetahui titik kelemahan diri sendiri, meliputi tikungan, pengereman atau grip. Ini adalah pelajaran hidup dan membuat penampilan bagus meskipun dalam masa kritis sekalipun,” ujarnya.
Rekan satu tim Alex Rins di Yamaha MotoGP 2024 mengatakan bagian paling sulit mengontrol amarah adalah ketika mengalami masa sulit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Mei 2026, 13:00 WIB
27 Mei 2026, 21:00 WIB
23 Mei 2026, 09:57 WIB
17 Mei 2026, 20:56 WIB
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Terkini
29 Mei 2026, 21:16 WIB
Teaser Mitsubishi Pajero generasi terbaru dibagikan, pakai bahasa desain serupa Xforce dan Destinator
29 Mei 2026, 21:12 WIB
iCAR V23 merupakan SUV listrik yang berkarakter dan memiliki berbagai kelebihan untuk menggoda konsumen
29 Mei 2026, 18:08 WIB
Jetour T1 i-DM mengisi kelas di bawah T2, sudah dibekali teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV)
29 Mei 2026, 13:00 WIB
Marc Marquez bertekad tampil maksimal saat menjalani MotoGP Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini
29 Mei 2026, 09:00 WIB
Mitsubishi Destinator sebagai SUV 7 penumpang menawarkan banyak kemudahan dalam perjalanan sehari-hari
29 Mei 2026, 07:00 WIB
Chery melalui perusahaan patungan yang berbasis di Singapura menyiapkan kei car untuk diluncurkan di 2027
29 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung masih menjadi salah satu alternatif bagi para pengendara yang ingin mengurus dokumen
29 Mei 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, ada dispensasi