Aprilia Disebut Siap Kudeta Ducati pada MotoGP 2026
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Fabio Quartararo kena mental akibat terlalu sering mengalami kendala pada motornya di ajang balap MotoGP
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Fabio Quartararo mengalami musim berat pada MotoGP 2023. Pembalap Yamaha tersebut bahkan menyudahi musim di urutan kesepuluh klasemen akhir.
Menyandang gelar juara dunia MotoGP 2021 tentu akan memberikan tekanan tersendiri bagi seorang pembalap. Terlebih jika mengalami rentetan hasil buruk di tahun berikutnya.
Hal ini dialami Quartararo bersama Yamaha selama dua musim belakangan. Praktis pada 2023 ia hanya menapaki podium sebanyak tiga kali tanpa kemenangan.
Kesulitan yang dialami rider pengguna nomor 20 tersebut membuat dirinya stres. Quartararo kena mental istilah anak zaman sekarang, hingga ia merasa harus memanggil psikolog.
Pembalap berkebangsaan Perancis mengaku kerap teriak-teriak ketika marah. Namun berkat bantuan pelatih mentalnya, perubahan sudah mulai terjadi.
“Saya mudah naik pitam dan teriak-teriak, namun berkat pelatih mental kini sudah mulai berubah. Anda harus benar menjelaskan apa yang salah dan tetap tenang,” ungkap Quartararo seperti dikutip GPOne.com (29/12).
Disebutkan bahwa Quartararo mulai menjalani disiplin kejiwaan sejak 2021. Sejak saat itu peringai Quartararo perlahan membaik, lebih bisa menerima berbagai keadaan dalam hidup.
Pelatih kejiwaan Quartararo sendiri mampu membuat muridnya lebih tenang. Sehingga mendapat benefit adalah performa di trek kian positif.
“Masalah saya adalah mudah marah terhadap apapun. Sehingga bekerjasama dengan pelatih mental banyak membantu saya dalam hidup dan berkomunikasi bersama mekanik,” tutur dia.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak pernah melecehkan orang lain. Akan tetapi disebutkan jika meninggikan suara tidak membantu orang lain lebih mengerti.
“Anda perlu mengidentifikasi apa yang salah dan tidak bekerja seperti biasa. Mengeluh bukanlah solusi menyelesaikan masalah dengan cepat,” jelas Quartararo.
Selaku pembalap profesional ia mengaku harus bisa melakukan identifikasi masalah. Walhasil bisa memberikan efek positif dalam pengembangan motor.
“Penting untuk mengetahui titik kelemahan diri sendiri, meliputi tikungan, pengereman atau grip. Ini adalah pelajaran hidup dan membuat penampilan bagus meskipun dalam masa kritis sekalipun,” ujarnya.
Rekan satu tim Alex Rins di Yamaha MotoGP 2024 mengatakan bagian paling sulit mengontrol amarah adalah ketika mengalami masa sulit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 18:00 WIB
23 Desember 2025, 17:00 WIB
19 Desember 2025, 18:00 WIB
15 Desember 2025, 14:06 WIB
09 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
02 Januari 2026, 20:22 WIB
Persaingan baru, rookie Diogo Moreira dan Toprak Razgatlioglu siap meramaikan ajang balap MotoGP 2026
02 Januari 2026, 19:00 WIB
Julian Johan sudah melakukan berbagai persiapan guna berlaga di Rally Dakar 2026, seperti latihan di Maroko
02 Januari 2026, 18:46 WIB
Taksi listrik Green SM kembali alami kecelakaan, pengamat sorot pentingnya pelatihan softskill pengemudi
02 Januari 2026, 17:00 WIB
Penjualan BYD di Indonesia selama periode 2024-2025 tembus 50 ribu unit dan wajib dirakit lokal tahun ini
02 Januari 2026, 16:00 WIB
BYD menilai terobosan serta inovasi pada mobil listrik sebagai kontribusi dalam pengembangan industri
02 Januari 2026, 15:00 WIB
Leapmotor merupakan salah satu merek asal Tiongkok yang bakal masuk Indonesia melalui Indomobil Group
02 Januari 2026, 14:16 WIB
Tiga merek mobil Cina catat penjualan positif di Inggris, angka penjualannya diproyeksikan 200 ribu di 2025
02 Januari 2026, 13:38 WIB
Aismoli mengungkapkan ada cara lain untuk kembali menggairahkan pasar motor listrik pada periode 2026