MotoGP Wajibkan Pembalap Ikut Hero Walk, Absen Otomatis Denda
13 Oktober 2026, 15:40 WIB
Fabio Quartararo kena mental akibat terlalu sering mengalami kendala pada motornya di ajang balap MotoGP
Oleh Denny Basudewa
KatadataOTO – Fabio Quartararo mengalami musim berat pada MotoGP 2023. Pembalap Yamaha tersebut bahkan menyudahi musim di urutan kesepuluh klasemen akhir.
Menyandang gelar juara dunia MotoGP 2021 tentu akan memberikan tekanan tersendiri bagi seorang pembalap. Terlebih jika mengalami rentetan hasil buruk di tahun berikutnya.
Hal ini dialami Quartararo bersama Yamaha selama dua musim belakangan. Praktis pada 2023 ia hanya menapaki podium sebanyak tiga kali tanpa kemenangan.
Kesulitan yang dialami rider pengguna nomor 20 tersebut membuat dirinya stres. Quartararo kena mental istilah anak zaman sekarang, hingga ia merasa harus memanggil psikolog.
Pembalap berkebangsaan Perancis mengaku kerap teriak-teriak ketika marah. Namun berkat bantuan pelatih mentalnya, perubahan sudah mulai terjadi.
“Saya mudah naik pitam dan teriak-teriak, namun berkat pelatih mental kini sudah mulai berubah. Anda harus benar menjelaskan apa yang salah dan tetap tenang,” ungkap Quartararo seperti dikutip GPOne.com (29/12).
Disebutkan bahwa Quartararo mulai menjalani disiplin kejiwaan sejak 2021. Sejak saat itu peringai Quartararo perlahan membaik, lebih bisa menerima berbagai keadaan dalam hidup.
Pelatih kejiwaan Quartararo sendiri mampu membuat muridnya lebih tenang. Sehingga mendapat benefit adalah performa di trek kian positif.
“Masalah saya adalah mudah marah terhadap apapun. Sehingga bekerjasama dengan pelatih mental banyak membantu saya dalam hidup dan berkomunikasi bersama mekanik,” tutur dia.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa tidak pernah melecehkan orang lain. Akan tetapi disebutkan jika meninggikan suara tidak membantu orang lain lebih mengerti.
“Anda perlu mengidentifikasi apa yang salah dan tidak bekerja seperti biasa. Mengeluh bukanlah solusi menyelesaikan masalah dengan cepat,” jelas Quartararo.
Selaku pembalap profesional ia mengaku harus bisa melakukan identifikasi masalah. Walhasil bisa memberikan efek positif dalam pengembangan motor.
“Penting untuk mengetahui titik kelemahan diri sendiri, meliputi tikungan, pengereman atau grip. Ini adalah pelajaran hidup dan membuat penampilan bagus meskipun dalam masa kritis sekalipun,” ujarnya.
Rekan satu tim Alex Rins di Yamaha MotoGP 2024 mengatakan bagian paling sulit mengontrol amarah adalah ketika mengalami masa sulit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Oktober 2026, 15:40 WIB
12 Oktober 2026, 22:00 WIB
11 Oktober 2026, 14:57 WIB
10 Oktober 2026, 14:59 WIB
09 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama