Yamaha Beri Apresiasi Kepada Teknisi yang Berprestasi di WTGP
25 November 2025, 16:59 WIB
Cal Crutchlow bela Morbidelli yang menilai kalau motor YZM-M1 milik Yamaha terlalu agresif dan sulit dikendalikan pada MotoGP 2021
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – MotoGP 2021 menjadi musim yang kurang baik bagi pembalap Yamaha Franco Morbidelli. Kondisi tersebut terjadi karena dia gagal meraih hasil terbaik dalam setiap balapan.
Terlebih murid Valentino Rossi hanya meraih satu podium dalam dua tahun terakhir. Situasi semakin sulit setelah dia menjalani operasi lutut yang berbarengan promosinya ke tim utama.
Gaya balap Morbidelli yang halus dengan motor A-Spec milik Yamaha Petronas membuatnya kompetitif pada 2020. Akan tetapi semua berubah ketika dia menjadi rekan satu tim Fabio Quartararo.
Bersama YZR-M1 performanya menyusut dan tidak segarang saat bersama tim satelit dulu. Pria kelahiran 4 Desember 1994 lantas merubah gaya balapanya.
Semua usahanya ternyata tidak cukup membantu pada MotoGP 2021. Pembalap pabrikan berlambang garpu tala harus puas menyelesaikan musim di urutan ke-19.
Melihat hal itu pembalap tes Yamaha, Cal Crutchlow bela Morbidelli. Menurutnya motor balap YZR-M1 terlalu agresif dan tidak sesuai dengan versi sebelumnya.
“Sejujurnya, saya pikir Yamaha harus kembali membuat motor mereka (mudah dikendarai) sehingga Anda tidak harus menjadi pembalap yang agresif. Itulah kenyataannya,” ungkap Crutchlow.
Karakter motor balap Yamaha yang berubah membuat Morbidelli gagal raih hasil terbaik dalam setiap balapan. Sehingga Crutchlow menyarankan Yamaha untuk kembali membuat kuda besi sesuai karakter sang pembalap.
“Kami perlu membuat motor lebih halus dan lebih tenang. Mereka harus memperbaikinya untuk tahun depan dan akan membuat motor lebih baik secara keseluruhan, Frankie (Morbidelli) adalah pengendara yang mulus secara alami. Dia mengalami musim yang sulit, tetapi itu tidak berarti ia tidak akan kembali,” tutur Cal Cruthclow.
Di sisi lain kegalannya di MotoGP 2021 membuat Morbidelli mendapat banyak dikritik. Hal tersebut diakuinya sangat berpengaruh saat melakoni balapan.
“Komentar dari para penggemar jauh lebih baik dan membuat Anda merasa jauh lebih baik ketika itu positif. Ketika negatif hanya melukai saya, dan rasa sakit harus segera dilupakan,” ungkap Morbidelli.
Kendati demikian pembalap 27 tahun mengaku senang bisa beradaptasi dengan kuda besinya sekarang. Sehingga dia bisa memberikan yang terbaik untuk tim musim depan.
“Kami tahu bahwa paket 2023 memiliki kelemahan. Tapi saya yakin mereka bekerja keras di Jepang untuk menyelesaikan masalah. Bagi kami, penting untuk menyelesaikan masalah yang saya alami sebagai pembalap dalam hal gaya berkendara,” Morbidelli menutup perkatannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 November 2025, 16:59 WIB
20 November 2025, 22:30 WIB
19 November 2025, 21:00 WIB
18 November 2025, 23:00 WIB
14 November 2025, 11:00 WIB
Terkini
28 November 2025, 12:00 WIB
BYD Atto 1 berpeluang jadi mobil listrik pertama yang diproduksi di pabrik di kawasan Subang, Jawa Barat
28 November 2025, 11:00 WIB
Daihatsu berharap Penjualan mobil baru bisa membaik pada sisa tahun ini dan pada 2026 terus melonjak
28 November 2025, 10:00 WIB
Sejak dibuka pada Jumat (21/11), pengunjung yang datang ke GJAW 2025 sepertinya jauh dari harapan banyak pihak
28 November 2025, 09:00 WIB
Tenaga penjual kesulitan meraup SPK selama perhelatan GJAW 2025, meskipun banyak penawaran diberikan
28 November 2025, 08:00 WIB
Chery jadikan pengembangan teknologi untuk merebut pasar di Tanah Air sehingga harga bisa jadi lebih terjangkau
28 November 2025, 07:00 WIB
Malaysia berhasil merebut posisi pasar mobil terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2025, unggul dibanding Indonesia
28 November 2025, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tidak dibuka di lima lokasi selama akhir pekan, manfaatkan fasilitas tersebut hari ini
28 November 2025, 06:00 WIB
Pengendara di Kota Kembang dapat mendatangi dua lokasi SIM keliling Bandung, seperti di JL Leuwi Panjang