JMC Tuntaskan Touring 500 KM, Jelajahi Keindahan Lampung Selatan
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Cal Crutchlow bela Morbidelli yang menilai kalau motor YZM-M1 milik Yamaha terlalu agresif dan sulit dikendalikan pada MotoGP 2021
Oleh Satrio Adhy
TRENOTO – MotoGP 2021 menjadi musim yang kurang baik bagi pembalap Yamaha Franco Morbidelli. Kondisi tersebut terjadi karena dia gagal meraih hasil terbaik dalam setiap balapan.
Terlebih murid Valentino Rossi hanya meraih satu podium dalam dua tahun terakhir. Situasi semakin sulit setelah dia menjalani operasi lutut yang berbarengan promosinya ke tim utama.
Gaya balap Morbidelli yang halus dengan motor A-Spec milik Yamaha Petronas membuatnya kompetitif pada 2020. Akan tetapi semua berubah ketika dia menjadi rekan satu tim Fabio Quartararo.
Bersama YZR-M1 performanya menyusut dan tidak segarang saat bersama tim satelit dulu. Pria kelahiran 4 Desember 1994 lantas merubah gaya balapanya.
Semua usahanya ternyata tidak cukup membantu pada MotoGP 2021. Pembalap pabrikan berlambang garpu tala harus puas menyelesaikan musim di urutan ke-19.
Melihat hal itu pembalap tes Yamaha, Cal Crutchlow bela Morbidelli. Menurutnya motor balap YZR-M1 terlalu agresif dan tidak sesuai dengan versi sebelumnya.
“Sejujurnya, saya pikir Yamaha harus kembali membuat motor mereka (mudah dikendarai) sehingga Anda tidak harus menjadi pembalap yang agresif. Itulah kenyataannya,” ungkap Crutchlow.
Karakter motor balap Yamaha yang berubah membuat Morbidelli gagal raih hasil terbaik dalam setiap balapan. Sehingga Crutchlow menyarankan Yamaha untuk kembali membuat kuda besi sesuai karakter sang pembalap.
“Kami perlu membuat motor lebih halus dan lebih tenang. Mereka harus memperbaikinya untuk tahun depan dan akan membuat motor lebih baik secara keseluruhan, Frankie (Morbidelli) adalah pengendara yang mulus secara alami. Dia mengalami musim yang sulit, tetapi itu tidak berarti ia tidak akan kembali,” tutur Cal Cruthclow.
Di sisi lain kegalannya di MotoGP 2021 membuat Morbidelli mendapat banyak dikritik. Hal tersebut diakuinya sangat berpengaruh saat melakoni balapan.
“Komentar dari para penggemar jauh lebih baik dan membuat Anda merasa jauh lebih baik ketika itu positif. Ketika negatif hanya melukai saya, dan rasa sakit harus segera dilupakan,” ungkap Morbidelli.
Kendati demikian pembalap 27 tahun mengaku senang bisa beradaptasi dengan kuda besinya sekarang. Sehingga dia bisa memberikan yang terbaik untuk tim musim depan.
“Kami tahu bahwa paket 2023 memiliki kelemahan. Tapi saya yakin mereka bekerja keras di Jepang untuk menyelesaikan masalah. Bagi kami, penting untuk menyelesaikan masalah yang saya alami sebagai pembalap dalam hal gaya berkendara,” Morbidelli menutup perkatannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Mei 2026, 17:00 WIB
13 Mei 2026, 14:44 WIB
12 Mei 2026, 19:21 WIB
07 Mei 2026, 07:00 WIB
15 April 2026, 18:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta