Lokasi SPBU Shell yang Jual BBM Super, Jakarta sampai Cirebon
08 Desember 2025, 14:00 WIB
Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk menyambut era kendaraan listrik yang semakin berkembang
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk kendaraan listrik agar dapat bertahan di masa depan. Guna mewujudkannya, mereka telah menggandeng sejumlah mitra agar produknya bisa sesuai dengan teknologi yang dibutuhkan.
Hal ini disampaikan oleh Sari Rachmi, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants siang hari tadi. Menurutnya pelumas kendaraan listrik jauh berbeda dibanding konvensional sehingga perlu pengembangan khusus.
“Pertamina sedang bekerja sama dengan beberapa mitra untuk menciptakan fluida yang dibutuhkan ekosistem kendaraan listrik. Kami juga melakukan pengembangan lain seperti masuk ke speciality chemicals,” ungkapnya.
Kehadiran produk pun diklaim akan disesuaikan dengan program pemerintah serta kebutuhan pasar. Sehingga diharapkan Pertamina Lubricants bisa menjadi pemain utama di pasar tersebut.
Selain mengembangkan untuk kendaraan listrik, Pertamina Lubricants juga terus berupaya mempertahankan performanya di Tanah Air. Terlebih saat ini mereka masih mendominasi pasar di Indonesia.
“Saat ini kami menguasai 35 persen pangsa pasar pelumas di Tanah Air,” tegasnya.
Ia pun menampik anggapan bahwa pelumas akan ditinggalkan. Masih sedikitnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu alasan yang paling masuk akal.
"Beberapa tahun mendatang pelumas masih digunakan baik di sektor otomotif maupun industri. Itulah mengapa kami tetap berkembang dari berbagai sisi,” tegas Sari.
Selain itu Ia menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan lebih agresif dalam menggarap pasar otomotif. Beberapa strategi telah dilakukan untuk memastikan tercapainya target.
Target ini tentunya terbilang masuk akal karena fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan berpelat tersebut. Tercatat, Production Unit Jakarta (PUJ) telah memiliki kemampuan Lube Oil Blending Plant hingga 270 juta liter per tahun, Grease Plant 8.000 metric ton dan Viscosity Modifier Plant 14 juta liter.
Beragam teknologi juga sudah tersedia pada pabrik. Mulai dari Automatic Batch Blending, In- Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold hingga Full Automated Filling Machine.
Berkat teknologi modern maka tingkat akurasi product blending akan lebih tinggi. Inilah yang menjadikan kualitas produk lebih baik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Desember 2025, 14:00 WIB
06 Desember 2025, 11:00 WIB
05 Desember 2025, 21:00 WIB
04 Desember 2025, 20:00 WIB
01 Desember 2025, 07:00 WIB
Terkini
13 Desember 2025, 22:00 WIB
Mitsubishi Fuso berharap pemerintah turun tangan untuk memperbaiki situasi pasar kendaraan niaga di Indonesia
13 Desember 2025, 21:00 WIB
Mobil rakyat memiliki konsep yang serupa dengan AMMDes, membantu mobilitas dan logistik masyarakat desa
13 Desember 2025, 20:00 WIB
Mobil rakyat dari PT Pindad bakal bertenaga listrik, harganya kompetitif guna menjangkau masyarakat pedesaan
13 Desember 2025, 19:00 WIB
Menurut data Gaikindo, pasar mobil LCGC mengalami penurunan sampai 0,7 persen sepanjang November 2025
13 Desember 2025, 18:07 WIB
Kemenhub menghadirkan angkutan motor gratis selama libur Nataru demi memudahkan perjalanan masyarakat
13 Desember 2025, 17:41 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Bitung digelar di Sulawesi Utara, berbagai komunitas otomotif ikut meramaikan
13 Desember 2025, 13:00 WIB
Ducati Indonesia menyiapkan program potongan harga di penghujung 2025, nominalnya tembus Rp 200 juta
13 Desember 2025, 11:00 WIB
Cicido hadir menawarkan aksesoris untuk meningkatkan kenyamanan berkendara saat libur Natal dan tahun baru 2025