Daftar Harga BBM Oktober 2026, Cek yang Paling Murah
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk menyambut era kendaraan listrik yang semakin berkembang
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk kendaraan listrik agar dapat bertahan di masa depan. Guna mewujudkannya, mereka telah menggandeng sejumlah mitra agar produknya bisa sesuai dengan teknologi yang dibutuhkan.
Hal ini disampaikan oleh Sari Rachmi, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants siang hari tadi. Menurutnya pelumas kendaraan listrik jauh berbeda dibanding konvensional sehingga perlu pengembangan khusus.
“Pertamina sedang bekerja sama dengan beberapa mitra untuk menciptakan fluida yang dibutuhkan ekosistem kendaraan listrik. Kami juga melakukan pengembangan lain seperti masuk ke speciality chemicals,” ungkapnya.
Kehadiran produk pun diklaim akan disesuaikan dengan program pemerintah serta kebutuhan pasar. Sehingga diharapkan Pertamina Lubricants bisa menjadi pemain utama di pasar tersebut.
Selain mengembangkan untuk kendaraan listrik, Pertamina Lubricants juga terus berupaya mempertahankan performanya di Tanah Air. Terlebih saat ini mereka masih mendominasi pasar di Indonesia.
“Saat ini kami menguasai 35 persen pangsa pasar pelumas di Tanah Air,” tegasnya.
Ia pun menampik anggapan bahwa pelumas akan ditinggalkan. Masih sedikitnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu alasan yang paling masuk akal.
"Beberapa tahun mendatang pelumas masih digunakan baik di sektor otomotif maupun industri. Itulah mengapa kami tetap berkembang dari berbagai sisi,” tegas Sari.
Selain itu Ia menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan lebih agresif dalam menggarap pasar otomotif. Beberapa strategi telah dilakukan untuk memastikan tercapainya target.
Target ini tentunya terbilang masuk akal karena fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan berpelat tersebut. Tercatat, Production Unit Jakarta (PUJ) telah memiliki kemampuan Lube Oil Blending Plant hingga 270 juta liter per tahun, Grease Plant 8.000 metric ton dan Viscosity Modifier Plant 14 juta liter.
Beragam teknologi juga sudah tersedia pada pabrik. Mulai dari Automatic Batch Blending, In- Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold hingga Full Automated Filling Machine.
Berkat teknologi modern maka tingkat akurasi product blending akan lebih tinggi. Inilah yang menjadikan kualitas produk lebih baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
01 September 2026, 20:09 WIB
31 Agustus 2026, 17:18 WIB
Terkini
04 Oktober 2026, 13:12 WIB
Marc Marquez berhasil keluar sebagai pemenang di balapan utama MotoGP Jepang 2026 usai mengalahkan Martinator
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
BAW merupakan produsen mobil yang berada di bawah Shandong Weiqiao Pioneering Group yang memiliki lini bisnis
03 Oktober 2026, 20:34 WIB
Jeep Wrangler Goldilocks dijual terbatas di Indonesia, sebab hanya tersedia dua unit saja pada tahun ini
03 Oktober 2026, 15:50 WIB
Lepas Asco Fatmawati siap melayani kebutuhan masyarakat di Ibu Kota akan kendaraan yang ramah lingkungan
03 Oktober 2026, 13:59 WIB
Berlangsung sengit, Diogo Moreira perdana naik podium sprint race MotoGP Jepang 2026 bersama Marc Marquez
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Para pengunjung GIIAS Semarang 2026, bisa langsung mencoba motor dan mobil incaran selama pameran berlangsung
02 Oktober 2026, 17:22 WIB
Mazda masih akan menggunakan sejumlah model mobil listrik Changan sebagai basis, Deepal S05 jadi kandidat
02 Oktober 2026, 14:26 WIB
Diyakini kalah gugatan dari PT Worcas Nusantara Abadi, BYD mengumumkan pergantian nama Denza jadi Danza