Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 Dorong Inovasi Insan Media
03 Juli 2026, 15:00 WIB
Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk menyambut era kendaraan listrik yang semakin berkembang
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Pertamina Lubricants kembangkan pelumas baru untuk kendaraan listrik agar dapat bertahan di masa depan. Guna mewujudkannya, mereka telah menggandeng sejumlah mitra agar produknya bisa sesuai dengan teknologi yang dibutuhkan.
Hal ini disampaikan oleh Sari Rachmi, Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants siang hari tadi. Menurutnya pelumas kendaraan listrik jauh berbeda dibanding konvensional sehingga perlu pengembangan khusus.
“Pertamina sedang bekerja sama dengan beberapa mitra untuk menciptakan fluida yang dibutuhkan ekosistem kendaraan listrik. Kami juga melakukan pengembangan lain seperti masuk ke speciality chemicals,” ungkapnya.
Kehadiran produk pun diklaim akan disesuaikan dengan program pemerintah serta kebutuhan pasar. Sehingga diharapkan Pertamina Lubricants bisa menjadi pemain utama di pasar tersebut.
Selain mengembangkan untuk kendaraan listrik, Pertamina Lubricants juga terus berupaya mempertahankan performanya di Tanah Air. Terlebih saat ini mereka masih mendominasi pasar di Indonesia.
“Saat ini kami menguasai 35 persen pangsa pasar pelumas di Tanah Air,” tegasnya.
Ia pun menampik anggapan bahwa pelumas akan ditinggalkan. Masih sedikitnya jumlah kendaraan listrik di Indonesia menjadi salah satu alasan yang paling masuk akal.
"Beberapa tahun mendatang pelumas masih digunakan baik di sektor otomotif maupun industri. Itulah mengapa kami tetap berkembang dari berbagai sisi,” tegas Sari.
Selain itu Ia menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan lebih agresif dalam menggarap pasar otomotif. Beberapa strategi telah dilakukan untuk memastikan tercapainya target.
Target ini tentunya terbilang masuk akal karena fasilitas yang dimiliki oleh perusahaan berpelat tersebut. Tercatat, Production Unit Jakarta (PUJ) telah memiliki kemampuan Lube Oil Blending Plant hingga 270 juta liter per tahun, Grease Plant 8.000 metric ton dan Viscosity Modifier Plant 14 juta liter.
Beragam teknologi juga sudah tersedia pada pabrik. Mulai dari Automatic Batch Blending, In- Line Blending, Simultaneous Blending, Pigging System, Drum Decanting Unit (DDU), Automatic Piggable Manifold hingga Full Automated Filling Machine.
Berkat teknologi modern maka tingkat akurasi product blending akan lebih tinggi. Inilah yang menjadikan kualitas produk lebih baik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
03 Juli 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 14:57 WIB
10 Juni 2026, 07:00 WIB
06 Juni 2026, 18:08 WIB
01 Juni 2026, 13:20 WIB
Terkini
03 Juli 2026, 21:55 WIB
Vinfast turut menawarkan Limo Green kepada konsumen individual, tidak hanya pembeli fleet atau pelaku usaha
03 Juli 2026, 17:00 WIB
Aletra dikatakan tengah mempersiapkan untuk menghadirkan produk terbaru di ajang pameran otomotif GIIAS 2026
03 Juli 2026, 15:00 WIB
Apresiasi Jurnalistik Pertamina 2026 diharapkan mempererat hubungan antara narasumber dan insan media.
03 Juli 2026, 13:41 WIB
Berikut adalah spesifikasi Toyota Hilux BEV, era baru pikap elektrifikasi Toyota untuk pasar Indonesia
03 Juli 2026, 07:58 WIB
Hyundai Ioniq 3 bakal jadi salah satu produk kejutan dari PT HMID untuk konsumen melalui ajang GIIAS 2026
03 Juli 2026, 06:16 WIB
para pengguna mobil harus memperhatikan pelat nomornya jika ingin melintas karena ada ganjil genap Jakarta
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih SIM keliling Bandung yang beroperasi hari ini
03 Juli 2026, 06:00 WIB
Simak informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta menjelang akhir pekan hari ini, Jumat 3 Juli 2026