Penjualan Mobil Juli 2026 Kembali Membaik, Tumbuh 3,6 Persen
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Pertamina gandeng Toyota untuk mengembangkan bioethanol yang diharapkan bisa menekan emisi gas buang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertamina gandeng Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk mengembangkan bahan bakar alternatif khususnya Bioetanol. Kerja sama tersebut diharapkan bisa menjadi terobosan di masa depan.
Dalam kerja sama tersebut Pertamina akan melakukan test drive kendaraan Flexy Fuel Vehicle (FFV) Toyota menggunakan Bioethanol 100 persen (E100) yang diproduksi dari tanaman Sorgum. Uji coba digelar selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) 2024
Bahan bakar telah diproduksi sebanyak 150 liter yang berbahan dasar ampas biomasa yaitu batang tanaman Sorgum. Proses produksi bahan bakar nabati tersebut menggunakan peralatan distilasi dan dehidrasi di fasilitas Laboratorium Technology Innovation Pertamina.
“Nira sorgum didapatkan melalui kerjasama dengan universitas setempat yang sudah melakukan uji penanaman di beberapa lahan. Setelah itu nira dihasilkan dari difermentasi menjadi Bioethanol dan kemudian dimurnikan,” ungkap Oki Muraza, Senior Vice President Technology Innovation PT Pertamina (Persero).
Selama uji coba Bioethanol hasil produksi Pertamina telah dites di kendaraan Toyota Fortuner Flexy Fuel Vehicle (FFV). Menariknya, performa mobil mengalami peningkatan dengan pembakaran lebih sempurna dan emisi menurun.
Selanjutnya Pertamina akan melakukan peningkatan produksi Bioethanol dari skala laboratorium ke skala yang lebih besar. Mereka juga siap menjajaki kemitraan untuk mendapatkan ketersediaan suplai Sorgum dan bahan nabati lainnya.
Sementara itu Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) mengungkap bahwa mereka terus menciptakan inovasi. Selain Bioethanol 100 persen (E100), perusahaan juga telah mengimplementasikan secara bertahap Bioethanol di Indonesia dimulai dari Pertamax Green 95.
Menurutnya, dengan implementasi E5 pada industri hulu-hilirnya dapat memberi beragam manfaat. Mulai dari pengurangan impor BBM, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan GDP hingga berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 2,8 juta ton CO2 per tahun.
“Penggunaan Bioethanol akan memperkuat peta jalan Pertamina dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan. Kami melakukannya secara bertahap yang utamanya untuk mendukung program pemerintah yaitu mencapai target Net Zero Emission di Tahun 2060,” pungkas Fadjar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
07 Agustus 2026, 08:00 WIB
06 Agustus 2026, 20:28 WIB
05 Agustus 2026, 22:00 WIB
04 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse