Pertamina dan Telkomsel Manjakan Ojol, Beri Kuota Internet Gratis
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina gandeng Toyota untuk mengembangkan bioethanol yang diharapkan bisa menekan emisi gas buang
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertamina gandeng Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk mengembangkan bahan bakar alternatif khususnya Bioetanol. Kerja sama tersebut diharapkan bisa menjadi terobosan di masa depan.
Dalam kerja sama tersebut Pertamina akan melakukan test drive kendaraan Flexy Fuel Vehicle (FFV) Toyota menggunakan Bioethanol 100 persen (E100) yang diproduksi dari tanaman Sorgum. Uji coba digelar selama penyelenggaraan Gaikindo Indonesia Intenational Auto Show (GIIAS) 2024
Bahan bakar telah diproduksi sebanyak 150 liter yang berbahan dasar ampas biomasa yaitu batang tanaman Sorgum. Proses produksi bahan bakar nabati tersebut menggunakan peralatan distilasi dan dehidrasi di fasilitas Laboratorium Technology Innovation Pertamina.
“Nira sorgum didapatkan melalui kerjasama dengan universitas setempat yang sudah melakukan uji penanaman di beberapa lahan. Setelah itu nira dihasilkan dari difermentasi menjadi Bioethanol dan kemudian dimurnikan,” ungkap Oki Muraza, Senior Vice President Technology Innovation PT Pertamina (Persero).
Selama uji coba Bioethanol hasil produksi Pertamina telah dites di kendaraan Toyota Fortuner Flexy Fuel Vehicle (FFV). Menariknya, performa mobil mengalami peningkatan dengan pembakaran lebih sempurna dan emisi menurun.
Selanjutnya Pertamina akan melakukan peningkatan produksi Bioethanol dari skala laboratorium ke skala yang lebih besar. Mereka juga siap menjajaki kemitraan untuk mendapatkan ketersediaan suplai Sorgum dan bahan nabati lainnya.
Sementara itu Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) mengungkap bahwa mereka terus menciptakan inovasi. Selain Bioethanol 100 persen (E100), perusahaan juga telah mengimplementasikan secara bertahap Bioethanol di Indonesia dimulai dari Pertamax Green 95.
Menurutnya, dengan implementasi E5 pada industri hulu-hilirnya dapat memberi beragam manfaat. Mulai dari pengurangan impor BBM, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan GDP hingga berkontribusi pada penurunan emisi sebesar 2,8 juta ton CO2 per tahun.
“Penggunaan Bioethanol akan memperkuat peta jalan Pertamina dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan. Kami melakukannya secara bertahap yang utamanya untuk mendukung program pemerintah yaitu mencapai target Net Zero Emission di Tahun 2060,” pungkas Fadjar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 22:39 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
02 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
01 Oktober 2026, 07:00 WIB
Martin bertekad tampil maksimal di MotoGP Jepang 2026 dan mempertahankan tempatnya di klasemen sementara
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Awal bulan menjadi waktu yang tepat untuk mengurus masa berlaku dokumen berkendara di SIM keliling Bandung
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Satu dekade pengoperasian sistem ganjil genap Jakarta, disebut masih cukup relevan mengatur lalu lintas
01 Oktober 2026, 06:00 WIB
Mengawali Oktober 2026, layanan SIM keliling Jakarta masih beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda
30 September 2026, 22:20 WIB
Shell Lubricants berhasil mempertahankan prestasinya dalam penjualan yan berada di puncak selama dua dekade
30 September 2026, 20:53 WIB
Astra Daihatsu Motor mengklaim berhasil mencatatkan penjualan 4.156 baru di Solo, Semarang dan sekitarnya
30 September 2026, 17:00 WIB
Belum ada kepastian perubahan aturan, namun penerapan ganjil genap Jakarta akan dievaluasi setelah satu dekade
30 September 2026, 15:34 WIB
Mobil listrik Jaecoo J5 EV tuai respons positif, waktu tunggunya sempat mengular dan tembus satu bulan