BBM Shell Kembali Langka, Ini Daftar SPBU yang Masih Punya Stok
24 Desember 2025, 20:00 WIB
Pertamina minta kepada para pihak pemangku kebijakan untuk lebih tegas lagi menindak produsen oli palsu
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Aksi para produsen oli palsu makin meresahkan masyarakat. Pasalnya mereka kian masif dalam memasarkan produk bajakan tersebut.
Hal itu bisa dilihat di beberapa Marketplace yang ada. Pelumas satu ini ditawarkan dengan banderol cukup murah kepada pemilik kendaraan.
Membuat masyarakat yang tidak paham tergiur untuk membeli. Kemudian peredaran oli palsu juga kerap ditemukan di sejumlah daerah di luar Pulau Jawa.
Tentu ulah oknum-oknum seperti itu bakal merugikan masyarakat luas. Pasalnya kendaraan mereka berisiko mengalami kerusakan parah.
Bila sampai terjadi maka pemilik kendaraan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk melakukan perbaikan di bengkel.
Berangkat dari hal tersebut Pertamina Lubricants meminta kepada para pemangku kebijakan guna lebih tegas memerangi produsen maupun pengedar oli palsu.
“Kami sebagai produsen pelumas diwajibkan untuk memiliki SNI (Standar nasional Indonesia). Kita harapkan para oknum ini melakukan hal yang sama, karena kadang mereka menggunakan sertifikat pabrikan resmi,” ujar Hardiyanto Tato, Corporate Secretary Pertamina Lubricants kepada KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Ia juga meminta kepada aparat kepolisian buat rutin melakukan razia oli palsu. Sehingga peredarannya tidak semakin luas.
Selain itu menindak para pelaku jika terbukti melakukan kesalahan. Jadi dapat menimbulkan efek jera agar tak mengulangi aksinya.
“Karena bersifat merugikan masyarakat, konsumen harus dilindungi dengan cara membatasi pergerakan produsen pelumas palsu serta menerapkan aturan yang ketat,” tegas Hardiyanto.
Lebih jauh ia menuturkan kalau para oknum penjual oli palsu cukup lihai dalam memasarkan produk mereka. Sehingga sulit buat ditindak aparat penegak hukum.
“Pemain oli palsu ini jalurnya liar, mereka pintar berusaha agar tidak terlacak. Kita pernah beberapa kali menemukan kasus, saat ditelusuri informasi diterima putus,” pungkas dia.
Di sisi lain perusahaan pelat merah tersebut juga menyarankan kepada para konsumen agar tidak sembarangan membeli oli.
Bisa dilakukan di sejumlah bengkel atau rekanan resmi mereka. Lalu mencari produk Pertamina di SPBU, Fastron Auto Service sampai ke Enduro Motor Service.
“Kita juga mengimbau bengkel-bengkel membeli pelumas Pertamina melalui distributor resmi. Diharapkan dapat mengurangi kerugian masyarakat akibat penggunaan oli palsu,” Hardiyanto menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Desember 2025, 20:00 WIB
23 Desember 2025, 16:27 WIB
19 Desember 2025, 16:00 WIB
18 Desember 2025, 17:07 WIB
17 Desember 2025, 17:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025