Hemat BBM, Pemerintah Tetapkan WFH dan Pembatasan Kendaraan Dinas
01 April 2026, 11:00 WIB
PT Pertamina masih mengevaluasi dan memantau kondisi nilai tukar rupiah guna menentukan harga BBM non subsidi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus menghantui berbagai hal. Salah satunya adalah harga BBM (Bahan Bakar Minyak) non subsidi di Indonesia.
Banyak pihak berpendapat kalau banderol Pertamax Series bakal naik pada Juli 2024. Hal itu imbas dolar yang kian menguat.
Akan tetapi Pertamina justru memilih menahan harga BBM non subsidi. Sehingga konsumen bisa membeli Pertamax dengan lebih terjangkau.
Meski begitu perusahaan pelat merah satu ini mengaku terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
“Kurs rupiah serta harga minyak memang fluktuatif. Saat ini kami masih mengevaluasi dan memonitor situasinya,” ujar Fadjar Djoko Santoso, Vice President Corporate Communication PT Pertamina kepada KatadataOTO pada Senin (1/7) malam.
Lebih jauh Fajar menjelaskan kalau Pertamina dalam menentukan harga BBM non subsidi sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020.
Di dalamnya dijelaskan tentang formula banderol dasar, perhitungan harga jual eceran bahan bakar minyak umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.
Fajar pun tidak bisa memastikan sampai kapan Pertamina bakal menahan harga BBM Subsidi. Termasuk mengenai kemungkinan banderol Pertamax naik dalam waktu dekat.
“Saat ini masih dievaluasi (buat perubahan harga BBM non subsidi),” tegas dia.
Sebagai informasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada Senin (1/7) menguat ke angka Rp 16.365 per dolar AS. Jumlah tersebut meningkat 0,97 dibandingkan hari sebelumnya.
Di sisi lain, pilihan berbeda dilakukan oleh SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) milik swasta. Shell, BP AKR sampai Vivo kompak menurunkan harga.
Ambil contoh untuk bahan bakar jenis Shell Super kini jadi Rp 13.810 per liter dari Rp 14.580 per liter. Berikut rangkuman lengkap harga BBM.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 07:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
26 Maret 2026, 11:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini
02 April 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku kartu bisa dilakukan lebih praktis di SIM keliling Jakarta, berikut lokasinya
01 April 2026, 20:00 WIB
Menteri perdagangan menilai pasar kendaraan Indonesia masih menunjukkan tren positif setelah pasar tumbuh di Februari 2026
01 April 2026, 15:00 WIB
Penjualan Toyota global Februari 2026 mengalami penurunan dibandingkan pencapaian di bulan sebelumnya
01 April 2026, 15:00 WIB
Pabrik di Anapolis bekerja sama dengan CAOA, jadi bentuk komitmen jangka panjang Changan di pasar Brasil
01 April 2026, 13:00 WIB
Pameran GIICOMVEC 2026 bakal kehadiran tiga merek baru yang siap meramaikan pasar kendaraan komersial RI