Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memasuki penghujung tahun, kuota impor bahan bakar (BBM) Shell, BP AKR sampai Vivo untuk periode 2026 masih belum ditentukan.
Hal ini mendorong pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus bergerak cepat.
“Minggu depan kami sudah, Insya Allah bisa mendapatkan opsinya seperti apa,” ungkap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Antara, Jumat (12/12).
Laode mengatakan kalau mereka sudah menggelar rapat, melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Migas guna merumuskan opsi-opsi ihwal impor BBM bagi SPBU swasta.
Nantinya Kementerian ESDM akan menjabarkan hasil pertemuan tersebut kepada Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Selanjutnya pembantu Presiden Prabowo Subianto itu disebut, bakal mengambil keputusan perihal kuota impor BBM BP AKR, Shell maupun Vivo.
Kementerian ESDM pun mengaku, membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
“Itu (penambahan 10 persen) salah satu opsi,” lanjut dia.
Sebagai informasi, kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Akan tetapi jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Memaksa mereka buat menyetujui membeli kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih.
BP AKR pulih lebih dulu dengan menerima pasokan dari Pertamina sejak Oktober 2025. Kemudian mendapatkan tambahan lagi beberapa waktu lalu.
Dilanjut dengan Vivo pada akhir November 2025. Terakhir Shell yang menerima pengiriman bahan bakar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 430 ribu barel base fuel kepada tiga SPBU swasta di atas.
Jadi Kementerian ESDM wajib memperhatikan situasi di atas, agar kelangkaan BBM tidak terulang lagi pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
30 September 2026, 22:20 WIB
16 September 2026, 09:00 WIB
02 September 2026, 19:52 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif
21 Oktober 2026, 09:00 WIB
Berkat penggunaan Blade Battery 2.0, BYD Atto 1 generasi kedua kini bisa diisi daya dalam waktu lebih singkat