Harga BBM BP AKR Naik Ikuti Pertamina di April 2026, Vivo Tetap
19 April 2026, 11:05 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memasuki penghujung tahun, kuota impor bahan bakar (BBM) Shell, BP AKR sampai Vivo untuk periode 2026 masih belum ditentukan.
Hal ini mendorong pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus bergerak cepat.
“Minggu depan kami sudah, Insya Allah bisa mendapatkan opsinya seperti apa,” ungkap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Antara, Jumat (12/12).
Laode mengatakan kalau mereka sudah menggelar rapat, melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Migas guna merumuskan opsi-opsi ihwal impor BBM bagi SPBU swasta.
Nantinya Kementerian ESDM akan menjabarkan hasil pertemuan tersebut kepada Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Selanjutnya pembantu Presiden Prabowo Subianto itu disebut, bakal mengambil keputusan perihal kuota impor BBM BP AKR, Shell maupun Vivo.
Kementerian ESDM pun mengaku, membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
“Itu (penambahan 10 persen) salah satu opsi,” lanjut dia.
Sebagai informasi, kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Akan tetapi jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Memaksa mereka buat menyetujui membeli kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih.
BP AKR pulih lebih dulu dengan menerima pasokan dari Pertamina sejak Oktober 2025. Kemudian mendapatkan tambahan lagi beberapa waktu lalu.
Dilanjut dengan Vivo pada akhir November 2025. Terakhir Shell yang menerima pengiriman bahan bakar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 430 ribu barel base fuel kepada tiga SPBU swasta di atas.
Jadi Kementerian ESDM wajib memperhatikan situasi di atas, agar kelangkaan BBM tidak terulang lagi pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 April 2026, 11:05 WIB
13 April 2026, 11:00 WIB
08 April 2026, 09:00 WIB
01 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 April 2026, 20:41 WIB
Alex Marquez berhasil tampil mendominasi balapan di sirkuit Jerez dalam seri lanjutan MotoGP Spanyol 2026
26 April 2026, 13:00 WIB
Konsumen Indonesia dinilai lebih menyukai mobil listrik berukuran kecil, Jetour masih melakukan studi
26 April 2026, 11:00 WIB
Changan Lumin versi 4 pintu diyakini akan menyapa Indonesia untuk konsumen yang membutuhkan ruang lebih lapang
26 April 2026, 09:59 WIB
Lepas L6 PHEV tengah melakukan Global Journey of Elegant Driving usai dikenalkan di Beijing Auto Show 2026
25 April 2026, 15:00 WIB
Motul berkolaborasi dengan EMP untuk terlibat di ajang balap motor ketahanan FIM EWC World Endurance Championship
25 April 2026, 13:00 WIB
Changan memperkenalkan teknologi BlueCore Hybrid yang memiliki efisiensi dalam penggunaan bahan bakar
25 April 2026, 11:00 WIB
Lepas membawa beberapa produk unggulan dalam ajang Beijing Auto Show 2026, masing-masing adalah L4 dan L6
25 April 2026, 09:01 WIB
Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mempunyai catatan apik meraih kemenangan dalam ajang MotoGP Spanyol 2026