Daftar Harga BBM Shell Hingga BP AKR, Naik Semua di Maret 2026
01 Maret 2026, 18:00 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memasuki penghujung tahun, kuota impor bahan bakar (BBM) Shell, BP AKR sampai Vivo untuk periode 2026 masih belum ditentukan.
Hal ini mendorong pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus bergerak cepat.
“Minggu depan kami sudah, Insya Allah bisa mendapatkan opsinya seperti apa,” ungkap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Antara, Jumat (12/12).
Laode mengatakan kalau mereka sudah menggelar rapat, melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Migas guna merumuskan opsi-opsi ihwal impor BBM bagi SPBU swasta.
Nantinya Kementerian ESDM akan menjabarkan hasil pertemuan tersebut kepada Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Selanjutnya pembantu Presiden Prabowo Subianto itu disebut, bakal mengambil keputusan perihal kuota impor BBM BP AKR, Shell maupun Vivo.
Kementerian ESDM pun mengaku, membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
“Itu (penambahan 10 persen) salah satu opsi,” lanjut dia.
Sebagai informasi, kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Akan tetapi jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Memaksa mereka buat menyetujui membeli kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih.
BP AKR pulih lebih dulu dengan menerima pasokan dari Pertamina sejak Oktober 2025. Kemudian mendapatkan tambahan lagi beberapa waktu lalu.
Dilanjut dengan Vivo pada akhir November 2025. Terakhir Shell yang menerima pengiriman bahan bakar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 430 ribu barel base fuel kepada tiga SPBU swasta di atas.
Jadi Kementerian ESDM wajib memperhatikan situasi di atas, agar kelangkaan BBM tidak terulang lagi pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Maret 2026, 18:00 WIB
01 Maret 2026, 08:26 WIB
23 Februari 2026, 16:00 WIB
02 Februari 2026, 17:00 WIB
01 Februari 2026, 15:00 WIB
Terkini
04 Maret 2026, 08:06 WIB
Kemudahaan ini diharapkan bisa mendorong ketaatan masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor mereka
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Alternatif buat melayani perpanjangan di samping Satpas, SIM keliling Jakarta disebar di lima lokasi berbeda
04 Maret 2026, 06:00 WIB
Untuk mengurus dokumen berkendara bisa melalui banyak cara, seperti dengan mendatangi SIM keliling Bandung
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik