Cara Agar Harga BBM Tak Naik Imbas Konflik Iran dan Amerika
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Kementerian ESDM membuka opsi menambah kuota impor BBM Shell, BP AKR dan Vivo sebesar 10 persen pada 2026
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Memasuki penghujung tahun, kuota impor bahan bakar (BBM) Shell, BP AKR sampai Vivo untuk periode 2026 masih belum ditentukan.
Hal ini mendorong pemerintah Indonesia, terutama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) harus bergerak cepat.
“Minggu depan kami sudah, Insya Allah bisa mendapatkan opsinya seperti apa,” ungkap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM di Antara, Jumat (12/12).
Laode mengatakan kalau mereka sudah menggelar rapat, melibatkan jajaran Direktorat Jenderal Migas guna merumuskan opsi-opsi ihwal impor BBM bagi SPBU swasta.
Nantinya Kementerian ESDM akan menjabarkan hasil pertemuan tersebut kepada Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam waktu dekat.
Selanjutnya pembantu Presiden Prabowo Subianto itu disebut, bakal mengambil keputusan perihal kuota impor BBM BP AKR, Shell maupun Vivo.
Kementerian ESDM pun mengaku, membuka opsi untuk menambah kuota impor BBM 2026 sebesar 10 persen dari periode 2025.
“Itu (penambahan 10 persen) salah satu opsi,” lanjut dia.
Sebagai informasi, kebijakan serupa sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah pada 2025. Mereka menambah jatah impor BBM SPBU swasta.
Akan tetapi jumlah di atas masih dirasa kurang, mengingat sepanjang tahun ini Vivo, Shell serta BP AKR sempat kehabisan stok BBM sebanyak dua kali.
Memaksa mereka buat menyetujui membeli kuota impor tambahan dari Pertamina. Sehingga mereka bisa kembali melayani permintaan masyarakat.
Oleh sebab itu pemerintah diminta untuk menetapkan kuota lebih banyak pada tahun depan. Dengan begitu tidak ada lagi kelangkaan bahan bakar di SPBU swasta.
Sekadar mengingatkan, stok BBM RON 92 di SPBU Shell, BP AKR dan Vivo perlahan-lahan mulai membaik atau pulih.
BP AKR pulih lebih dulu dengan menerima pasokan dari Pertamina sejak Oktober 2025. Kemudian mendapatkan tambahan lagi beberapa waktu lalu.
Dilanjut dengan Vivo pada akhir November 2025. Terakhir Shell yang menerima pengiriman bahan bakar dari perusahaan pelat merah tersebut.
Secara keseluruhan, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan 430 ribu barel base fuel kepada tiga SPBU swasta di atas.
Jadi Kementerian ESDM wajib memperhatikan situasi di atas, agar kelangkaan BBM tidak terulang lagi pada 2026.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 08:00 WIB
19 Januari 2026, 08:00 WIB
13 Januari 2026, 12:00 WIB
01 Januari 2026, 11:12 WIB
24 Desember 2025, 20:00 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu
23 Januari 2026, 21:06 WIB
Demi memberikan wadah kepada para pencinta modifikasi di Indonesia, kick off IMX 2026 baru saja dimulai