Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Mendukung ekosistem mobil listrik dan daur ulang baterai, Honda dan Mitsubishi kolaborasi dirikan Altna
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Ikut persaingan ketat yang diramaikan merek China, Honda dan Mitsubishi Corporation baru-baru ini umumkan rencana kerja sama untuk mengembangkan mobil listrik dengan perusahaan JV (Joint Venture) yakni Altna, Juli 2024.
Untuk diketahui sebelumnya kedua pihak telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) pada Oktober 2023 serta berdiskusi mengenai bisnis baru untuk mengakomodir perkembangan pasar EV (Electric Vehicle).
"Kami senang mendirikan perusahaan baru bersama MC (Mitsubishi Corporation) yang memiliki banyak pengetahuan terhadap tenaga listrik dan berbagi aspirasi dalam menyadari dekarbonisasi," ucap Toshihiro Mibe, Director, President and Representative Executive Officer Honda dalam siaran resminya, dikutip Senin (17/6).
Beberapa poin utama jadi fokus adalah optimalisasi biaya penggunaan mobil listrik, memperpanjang umur dan nilai baterai serta akomodasi naiknya permintaan kapasitas baterai.
Di masa mendatang, Altna diharapkan bisa menawarkan banyak hal termasuk mengurangi total biaya kepemilikkan mobil listrik dan menciptakan penyedia tenaga baru sehingga jangka waktu hidup baterai lebih lama.
Nantinya Altna akan memberlakukan tiga bisnis mendukung ekosistem mobil listrik. Pertama adalah penyewaan baterai, berlaku buat Honda N-Van e: terlebih dulu.
N-Van sendiri merupakan mobil komersial bertenaga listrik, rencananya akan diluncurkan pada Oktober 2024. Ketika kendaraan itu disewakan ke konsumen, Altna akan menjadi pemilik baterai dan memantau kondisi komponen tersebut.
Ada dua skema penyewaan bisa dipilih oleh konsumen sesuai kebutuhan yakni Value Plan dan Circular Plan.
Rencana bisnis kedua adalah penggunaan kembali baterai. Sehingga ketika baterai mobil listrik ketika sudah tidak terpakai bisa dimanfaatkan lagi sebagai Grid Storage.
Terakhir adalah Smart Charging Business, di mana Altna menawarkan skema pengisian daya dengan harga kompetitif. Karena charging dilakukan di jangka waktu tertentu agar lebih optimal sesuai kebutuhan.
Skema tersebut diklaim bakal berkontribusi dalam meningkatkan penggunaan energi hijau lewat charging karena pengisian daya dilakukan saat ada surplus energi di Power Grid milik Altna.
"Altna akan didirikan dengan misi menciptakan solusi dalam memaksimalkan nilai sumber daya yang terbatas dan efisiensi penggunaan energi terbarukan. Sehingga masyarakat dan lingkungan global bisa hidup berdampingan dalam waktu lama," ucap Seiichi Fukui, Representative Director dan CEO Altna.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 18:02 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 10:30 WIB
14 Februari 2026, 07:00 WIB
Terkini
16 Februari 2026, 09:00 WIB
Penjualan LCGC Daihatsu di Indonesia tergerus karena sejumlah faktor yang termasuk yang mempengaruhi
16 Februari 2026, 07:00 WIB
Jetour T2 PHEV dipastikan akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di Indonesia pada semester kedua tahun ini
16 Februari 2026, 06:09 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di layanan SIM keliling Jakarta hari ini, simak informasinya
16 Februari 2026, 06:08 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan layanan SIM keliling Bandung agar masyarakat dapat mengurus dokumen berkendara
16 Februari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta ditiadakan dua hari untuk menyambut libur Imlek yang berlangsung hari ini dan besok.
15 Februari 2026, 21:30 WIB
Ipone meluncurkan berbagai produk terbaru dan sejumlah games selama pameran otomotif IIMS 2026 berlangsung
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain