Orang Indonesia Disebut Mulai Memandang Positif Hadirnya EV
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Diklaim bisa bantu dorong penjualan yang lesu, Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil domestik 2024 diklaim masih lesu karena beberapa faktor termasuk situasi ekonomi global. Ada beberapa hal disarankan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) guna mendongkrak angka penjualan.
Salah satunya adalah lewat pemberian insentif. Hingga saat ini Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah.
Mengingat sekarang mobil hybrid cukup diminati konsumen. Bahkan angka penjualannya tahun lalu berhasil melampaui capaian BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni.
“Insentif mobil hybrid sangat diperlukan karena perkembangan mobil hybrid di Indonesia cukup pesat,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Kamis (18/7).
Ia kembali mengingatkan bahwa di 2022 ada sekitar 10 ribu unit mobil hybrid terjual kemudian melonjak pesat ke angka 55 ribu sepanjang 2023. Tahun ini proyeksi penjualan HEV (Hybrid Electric Vehicle) adalah di atas 70 ribu unit.
Ada kekhawatiran berbagai manufaktur dapat mengalihkan produksinya ke negara tetangga seperti Thailand. Negeri Gajah Putih itu sudah menerapkan kebijakan menguntungkan terkhusus bagi produsen kendaraan hybrid.
Meski begitu Gaikindo menegaskan saat ini pihak pemerintah terus menjajaki kemungkinan pemberian subsidi mobil hybrid di masa mendatang.
“Kalau tidak berhati-hati, kita khawatir mereka bisa mengalihkan produksi ke negara-negara tersebut. Hal itu sudah ditanggapi secara positif oleh Menteri dan sudah dijajaki, kita tunggu hasilnya seperti apa,” tegas Nangoi.
Nangoi mengungkapkan beberapa poin yang mempengaruhi angka penjualan mobil adalah krisis ekonomi. Karena tidak terjadi di Indonesia namun global dan mempengaruhi daya beli masyarakat.
Interest Rate naik juga membuat konsumen berat membeli kendaraan baru. Mengingat 80 persen pembeli kendaraan bermotor membeli secara kredit atau mengangsur.
Gelaran GIIAS 2024 diharapkan bisa membantu mendongkrak penjualan domestik. Ada beragam model baru dan penawaran menarik diberikan oleh manufaktur seperti potongan harga.
“Kalau kita lihat mulai dari Mei-Juni sudah membaik penjualan sekitar 70 ribu lebih. Mudah-mudahan (naik) dengan adanya GIIAS ini dan kita masih menunggu beberapa insentif yang sedang didiskusikan ke pemerintah,” ucap dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Maret 2026, 12:34 WIB
23 Februari 2026, 19:00 WIB
23 Februari 2026, 14:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
23 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
03 Maret 2026, 18:00 WIB
Mobil listrik Honda Super One diyakini kuat jadi EV teranyar dari PT HPM yang masuk Indonesia tahun ini
03 Maret 2026, 17:00 WIB
Belum ada penyesuaian harga mobil listrik, ada pendatang baru seperti MG S5 EV dengan banderol Rp 300 jutaan
03 Maret 2026, 12:34 WIB
Meskipun angka kepemilikannya masih 18 persen, konsumen Indonesia melihat EV sebagai sesuatu yang positif
03 Maret 2026, 12:00 WIB
Haka Auto berkomitmen untuk membangun 10 diler BYD dan Denza di semester 1 2026 guna memperkuat posisi perusahaan
03 Maret 2026, 11:00 WIB
BYD dikabarkan siap luncurkan mobil PHEV yang dijual dengan harga yang lebih murah ketimbang mobil listrik
03 Maret 2026, 09:24 WIB
Denza D9 jadi pertimbangan sejumlah konsumen di segmen premium, tawarkan berbagai fitur dan keunggulan
03 Maret 2026, 09:00 WIB
Tingginya suhu di Sirkuit Buriram menjadi salah satu penyebab pelek motor balap milik Marc Marquez pecah
03 Maret 2026, 07:24 WIB
Yamaha Tmax baru yang diluncurkan pada awal 2026 di Indonesia, diklaim sudah terjual lebih dari 50 unit