Bosch Tetapkan Strategi Baru di Tengah Kemajuan Industri Otomotif
06 Mei 2026, 11:35 WIB
Diklaim bisa bantu dorong penjualan yang lesu, Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil domestik 2024 diklaim masih lesu karena beberapa faktor termasuk situasi ekonomi global. Ada beberapa hal disarankan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) guna mendongkrak angka penjualan.
Salah satunya adalah lewat pemberian insentif. Hingga saat ini Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah.
Mengingat sekarang mobil hybrid cukup diminati konsumen. Bahkan angka penjualannya tahun lalu berhasil melampaui capaian BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni.
“Insentif mobil hybrid sangat diperlukan karena perkembangan mobil hybrid di Indonesia cukup pesat,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Kamis (18/7).
Ia kembali mengingatkan bahwa di 2022 ada sekitar 10 ribu unit mobil hybrid terjual kemudian melonjak pesat ke angka 55 ribu sepanjang 2023. Tahun ini proyeksi penjualan HEV (Hybrid Electric Vehicle) adalah di atas 70 ribu unit.
Ada kekhawatiran berbagai manufaktur dapat mengalihkan produksinya ke negara tetangga seperti Thailand. Negeri Gajah Putih itu sudah menerapkan kebijakan menguntungkan terkhusus bagi produsen kendaraan hybrid.
Meski begitu Gaikindo menegaskan saat ini pihak pemerintah terus menjajaki kemungkinan pemberian subsidi mobil hybrid di masa mendatang.
“Kalau tidak berhati-hati, kita khawatir mereka bisa mengalihkan produksi ke negara-negara tersebut. Hal itu sudah ditanggapi secara positif oleh Menteri dan sudah dijajaki, kita tunggu hasilnya seperti apa,” tegas Nangoi.
Nangoi mengungkapkan beberapa poin yang mempengaruhi angka penjualan mobil adalah krisis ekonomi. Karena tidak terjadi di Indonesia namun global dan mempengaruhi daya beli masyarakat.
Interest Rate naik juga membuat konsumen berat membeli kendaraan baru. Mengingat 80 persen pembeli kendaraan bermotor membeli secara kredit atau mengangsur.
Gelaran GIIAS 2024 diharapkan bisa membantu mendongkrak penjualan domestik. Ada beragam model baru dan penawaran menarik diberikan oleh manufaktur seperti potongan harga.
“Kalau kita lihat mulai dari Mei-Juni sudah membaik penjualan sekitar 70 ribu lebih. Mudah-mudahan (naik) dengan adanya GIIAS ini dan kita masih menunggu beberapa insentif yang sedang didiskusikan ke pemerintah,” ucap dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 11:35 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
22 April 2026, 12:31 WIB
21 April 2026, 18:45 WIB
21 April 2026, 11:37 WIB
Terkini
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Hari ini fasilitas SIM keliling Jakarta masih dibuka seperti biasa melayani prosedur perpanjangan masa berlaku
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Sebelum libur kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk memudahkan para pengendara motor dan mobil
13 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan berlaku mulai pagi dan kembali aktif pada sore hari untuk mengurai kemacetan
12 Mei 2026, 22:00 WIB
Changan berniat mengubah SUV 5-seater Nevo Q07 menjadi 7-seater untuk konsumen di Indonesia tahun depan
12 Mei 2026, 21:22 WIB
InJourney dan GSrek berkolaborasi untuk menunjukkan komitmennya dalam hal membangun kawasan pariwisata
12 Mei 2026, 19:28 WIB
Polda Metro Jaya baru saja menggerebek sebuah gudang yang berisikan 1.494 motor ilegal di Jakarta Selatan
12 Mei 2026, 19:21 WIB
Menurut laporan AISI, pada April 2026 pasar motor baru alami pertumbuhan hingga menyentuh angka 520.975 unit
12 Mei 2026, 12:54 WIB
Sejumlah wiraniaga BYD sudah mulai mengumumkan kehadiran BYD Atto 1 versi baru yang sudah dirakit lokal