Mobil Listrik dan Hybrid Jadi Andalan Warga Cina Hadapi Banjir
13 Juli 2026, 09:00 WIB
Diklaim bisa bantu dorong penjualan yang lesu, Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Penjualan mobil domestik 2024 diklaim masih lesu karena beberapa faktor termasuk situasi ekonomi global. Ada beberapa hal disarankan oleh Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) guna mendongkrak angka penjualan.
Salah satunya adalah lewat pemberian insentif. Hingga saat ini Gaikindo masih tunggu insentif mobil hybrid dari pemerintah.
Mengingat sekarang mobil hybrid cukup diminati konsumen. Bahkan angka penjualannya tahun lalu berhasil melampaui capaian BEV (Battery Electric Vehicle) alias mobil listrik murni.
“Insentif mobil hybrid sangat diperlukan karena perkembangan mobil hybrid di Indonesia cukup pesat,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo di ICE BSD, Kamis (18/7).
Ia kembali mengingatkan bahwa di 2022 ada sekitar 10 ribu unit mobil hybrid terjual kemudian melonjak pesat ke angka 55 ribu sepanjang 2023. Tahun ini proyeksi penjualan HEV (Hybrid Electric Vehicle) adalah di atas 70 ribu unit.
Ada kekhawatiran berbagai manufaktur dapat mengalihkan produksinya ke negara tetangga seperti Thailand. Negeri Gajah Putih itu sudah menerapkan kebijakan menguntungkan terkhusus bagi produsen kendaraan hybrid.
Meski begitu Gaikindo menegaskan saat ini pihak pemerintah terus menjajaki kemungkinan pemberian subsidi mobil hybrid di masa mendatang.
“Kalau tidak berhati-hati, kita khawatir mereka bisa mengalihkan produksi ke negara-negara tersebut. Hal itu sudah ditanggapi secara positif oleh Menteri dan sudah dijajaki, kita tunggu hasilnya seperti apa,” tegas Nangoi.
Nangoi mengungkapkan beberapa poin yang mempengaruhi angka penjualan mobil adalah krisis ekonomi. Karena tidak terjadi di Indonesia namun global dan mempengaruhi daya beli masyarakat.
Interest Rate naik juga membuat konsumen berat membeli kendaraan baru. Mengingat 80 persen pembeli kendaraan bermotor membeli secara kredit atau mengangsur.
Gelaran GIIAS 2024 diharapkan bisa membantu mendongkrak penjualan domestik. Ada beragam model baru dan penawaran menarik diberikan oleh manufaktur seperti potongan harga.
“Kalau kita lihat mulai dari Mei-Juni sudah membaik penjualan sekitar 70 ribu lebih. Mudah-mudahan (naik) dengan adanya GIIAS ini dan kita masih menunggu beberapa insentif yang sedang didiskusikan ke pemerintah,” ucap dia.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Juli 2026, 09:00 WIB
06 Juni 2026, 19:00 WIB
03 Juni 2026, 14:03 WIB
25 Mei 2026, 18:54 WIB
25 Mei 2026, 09:00 WIB
Terkini
26 Juli 2026, 16:28 WIB
Apabila dikembangkan di masa mendatang, Geely membuka peluang menghadirkan Lynk & Co ke pasar Indonesia
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran