Pertamina Enduro VR46 Usung Livery Garuda di MotoGP Mandalika
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
Shell Indonesia dikabarkan sudah memasuki tahap akhir negosiasi dengan Pertamina untuk mendapatkan stok BBM
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), milik swasta masih terus terjadi.
Namun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), memberikan kabar terbaru mengenai BBM Shell.
"Vivo kan kemarin sudah, sekarang kabar terakhir Shell memasuki tahap akhir," ungkap Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM di Antara, Selasa (25/11).
Laode menjelaskan, tahap akhir negosiasi antara Shell serta Pertamina merupakan tindak lanjut arahan dari Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Sehingga pemenuhan BBM di SPBU swasta bisa segera dilakukan. Jadi masyarakat dapat membeli produk Shell.
Apalagi beberapa waktu lalu, Pertamina sudah memasok BBM ke dua SPBU swasta lain. Mulai dari Vivo serta BP AKR.
Pada tahap awal, BBM yang dikirimkan menyentuh angka 100 ribu barel minyak di masing-masing SPBU.
Ia pun menyampaikan, Shell juga telah mengajukan volume BBM yang ingin dibeli di Pertamina.
Akan tetapi, Laode tidak bisa menyampaikan secara detail. Sebab semua masih dalam proses perundingan.
"Kita tunggu saja (jumlah kapasitas BBM Shell)," Laode melanjutkan.
Sebagai informasi, Shell memang sebelumnya menyetujui rencana pembelian stok BBM tambahan dengan skema impor melalui Pertamina.
Hal tersebut dilakukan demi memenuhi permintaan para pengendara. Sehingga tidak lagi terjadi kelangkaan.
"Mereka setuju dan memang harus setuju untuk beli, berkolaborasi dengan Pertamina," ungkap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM dalam kesempatan terpisah.
Bahlil mengatakan kalau Shell, BP AKR, Vivo sampai Exxon Mobil mengajukan sejumlah syarat saat menyetujui kuota impor BBM tambahan lewat Pertamina.
Seperti contoh bahan bakar yang dibeli merupakan BBM murni atau fuel base. Sehingga mereka bisa melakukan pencampuran secara mandiri.
Syarat selanjutnya adalah, Shell hingga BP AKR mengajukan survei bersama pembelian stok BBM.
Selain itu Shell maupun BP AKR minta adanya transparansi harga pembelian bahan bakar yang mereka dapatkan.
"Kita ingin swasta maupun Pertamina harus sama-sama cengli (untung), harus semua terbuka dan sudah setuju juga terjadi open book," Bahlil menambahkan.
Pertamina pun mengambulkan permintaan dari Shell. Mereka berjanji untuk transparan dalam pembelian BBM.
Pertamina bakal open book supaya transparan. Jadi tidak ada kenaikan harga BBM yang akan dibeli masyarakat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
07 Oktober 2026, 09:00 WIB
01 Oktober 2026, 17:35 WIB
30 September 2026, 22:20 WIB
23 September 2026, 22:39 WIB
16 September 2026, 09:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama