Polytron Fest 51: Makin Serius di Industri Otomotif Tanah Air
20 September 2026, 21:41 WIB
Triumph TE-1 dikembangkan untuk bisa memiliki kecepatan setara motor 1.000 cc dan bobotnya lebih ringan
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Motor listrik Triumph TE-1 dikatakan telah selesai dikembangkan, meskipun tidak diketahui kapan masuk jalur produksi. Triumph Motorcycle dikatakan mendapat bantuan dari tim Williams Advanced Engineering.
Selain itu, produsen asal Inggris tersebut juga mendapatkan dukungan Integral Powertrain dari Universitas of Warwick. Berkat bala bantuan tersebut disebutkan bahwa kuda besi elektrik tersebut memiliki tenaga sebesar 175 hp.
Besaran tenaga motor ramah lingkungan tersebut diyakini sama dengan motor konvensional kelas 1.000 cc. Berdasarkan penulusuran TrenOto, Yamaha YZF-R1 yang paling mendekati yakni powernya mencapai 197 hp.
Dilansir dari Carscoops, bantuan Williams pada komponen baterai, daya jelajah Triumph TE-1 mencapai 161 km. Dengan jarak tersebut analoginya motor bisa menempuh perjalanan Jakarta ke Bandung sekali pengecasan.
Motor listrik yang terkenal dengan torsi besar juga menjadi keunggulannya. Triumph TE-1 bisa melejit dari diam hingga kecepatan 96 km/jam hanya 3.6 detik saja.
Sementara untuk mencapai kecepatan 160 km/jam hanya membutuhkan 6.2 detik.
Baca juga : Spesifikasi Triumph Tiger 1200 Menggoda Petualang Tangguh
Dilahirkan sebagai motor listrik tentunya pertanyaan yang kerap muncul selain jarak tempuh adalah kemampuan baterai. Motor ini dikatakan dapat diisi ulang baterainya dari kosong hingga 80 persen hanya 20 menit saja.
Sayangnya tidak disebutkan pengecasan menggunakan metode fast charging model apa.
Lalu bobot motor ramah lingkungan ini disebutkan mencapai 220 kilogram. Lebih berat daripada Yamaha YZF-R1 yang hanya 199 kilogram.
Namun bobot Triumph TE-1 diyakini lebih ringan apabila dibandingkan dengan motor listrik lainnya di pasaran. Klaimnya 25 persen lebih enteng dari kendaraan sejenis.
“Williams Advanced Engineering (WAE) senang terlibat program menarik yakni mengembangkan TE-1. Sejak konsepnya pada 2018, seluruh mitra telah berkolaborasi, melahirkan inovasi dengan semangat yang sama,” tulis pihak Triumph seperti dikutip Carscoops.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pengendara motor ini menyebar komentar positif tentang motor. Bahkan dilanjutkan selaras dengan DNA Triumph.
“Teknologi inti WAE memungkinkan kami untuk melampaui target kinerja dan pengisian daya baterai untuk masa depan,” tuturnya kemudian.
Triumph disebutkan akan melakukan pengetesan baik melalui mesin dyno maupun langsung ke lintasan balap.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial