Mengenal Suzuki Shogun 110 R yang Digunakan Bom Bandung

Mengenal Suzuki Shogun 110 R yang bersejarah di Indonesia dan digunakan pelaku bom bunuh diri di Bandung

Mengenal Suzuki Shogun 110 R yang Digunakan Bom Bandung
Denny Basudewa

TRENOTO – Suzuki Shogun 110 pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada 1996. Kala itu Shogun menjadi produk pertama Suzuki yang menggunakan mesin 4-Tak.

Suzuki Shogun menjadi favorit pembalap karena kerap memenangkan lomba di berbagai ajang. Mesin yang kencang berpadu dengan handling mumpuni menjadikannya andalan para tim balap.

Nama Suzuki Shogun belakangan menjadi perhatian karena digunakan sebagai transportasi pelaku bom bunuh diri di polsek Astanaanyar Bandung, Jawa Barat.

Pihak kepolisian mengamankan unit sepeda motor berkelir biru tersebut. Menarik perhatian karena pada batok lampunya terdapat pesan tertulis di sebuah kertas.

Photo : OLX

Kertasnya juga terdapat ayat Al-Quran.

Motor tersebut dalam kondisi yang tidak terlalu baik. Bahkan bisa dibilang bentuknya cukup menyedihkan.

Seperti terlihat pada bagian sayap sudah tidak terpasang lagi. Kendaraan juga tidak dilengkapi dengan spion samping dan batok lampunya terlihat lusuh.

Unit Suzuki Shogun 110 nan digunakan merupakan generasi kedua. Motor ini pertama kalinya diluncurkan pada era 2000-an.

Ciri khas yang mudah diingat pada kendaraan adalah bodinya ramping. Berbeda dari generasi pertamanya sehingga mendapat julukan kebo.

Baca juga : Ruas jalan Astanaanyar Dibuka Setelah Terjadi Ledakan Bom

Keunggulan lain pada Shogun 110 R adalah digunakannya perangkat rem cakram. Komponen ini membuat handling menjadi lebih baik.

Kendaraan mengusung mesin 110 cc satu silinder. Suzuki Shogun 110 R dipercaya mamun menghasilkan daya 9.6 hp pada 7.000 rpm.

Jantung pacunya disandingkan dengan transmisi manual empat percepatan. Namun kendaraan masih mengandalkan sistem pengabut karburator.

Dapur pacu yang bertenaga membuat para pemiliknya secara mudah meningkatkan performa. Bahkan disebut-sebut modal untuk upgrade kemampuan mesin.

Photo : OLX

Kuda besi tersebut sekarang masih tersedia di pasar motor bekas. Meskipun terbilang unit jadul, namun Shogun 110  khususnya generasi kedua banderolnya masih cukup tinggi.

Berdasarkan laman jual beli motor bekas, Suzuki Shogun 110 R ditawarkan dengan harga mulai dari Rp3 jutaan. Namun dalam kondisi terawat dan mulus, penjual meniagakannya seharga Rp15 jutaan.

Tingginya harga Shogun 110 R disebabkan salah satunya oleh video restorasi yang dilakukan oleh Ariel Noah. Vokalis band kenamaan tersebut berhasil mengembalikkan bentuk motor kembali seperti baru.


Terkini

news
Tianneng

Tianneng Resmikan Pangkalan Produksi Strategis di Jawa Timur

Grup Tianneng meresmikan basis produksi yang berlokasi di Surabaya, fokus pada baterai kendaraan listrik

mobil
Lepas

Lepas Siapkan Portofolio EV buat Pasar Indonesia

Setelah E4 EV, Lepas masih punya rencana untuk memperkenalkan produk mobil listrik lain untuk pasar RI

mobil
BMW Seri M

Harga Tiga Mobil Baru BMW, Goda Penggemar Seri M

Tiga model mobil baru dari BMW resmi diluncurkan hari ini, ditawarkan dengan harga mulai dari Rp 1 miliar

news
Ganjil Genap Jakarta

Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 25 Juni 2026, Intip Lokasinya

Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan pihak kepolisian untuk bisa memecah kebuntuan arus lalu lintas

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 25 Juni 2026, Jangan Salah

Lima lokasi SIM keliling Jakarta bisa dimanfaatkan untuk perpanjangan masa berlaku kartu, berikut daftarnya

news
SIM Keliling Bandung

The Kings Jadi Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini, 25 Juni 2026

Salah satu cara agar SIM keliling Bandung lebih mudah ditemukan adalah dengan menyebarnya di dua lokasi

mobil
Lepas E4 EV

Prediksi Harga Lepas E4 EV, Calon Pesaing Baru Geely EX5

Harga Lepas E4 EV berpeluang ada di rentang Rp 400 juta-Rp 500 jutaan ke atas, disinyalir debut di GIIAS 2026

mobil
Carsome

Carsome Indonesia Buka Empat Showroom Baru di Jabodetabek

Carsome membuka empat showroom baru untuk memperkuat ekosistem pasar mobil bekas mereka di Indonesia