Harley-Davidson Luncurkan Dua Moge Baru di GIIAS 2026
30 Juli 2026, 19:00 WIB
Menurut Irvino harga Harley-Davidson terkena dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Terkini pada Senin (13/5) terdapat di angka Rp 16.077.
Hal tersebut sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Membuat sejumlah pihak merasakan dampak negatifnya.
Seperti dilontarkan oleh Irvino Edwardly, Director of Sales and Marketing JLM Auto Indonesia. Dia menuturkan kalau nilai tukar rupiah yang melemah berimbas pada harga Harley-Davidson di Tanah Air.
“Maka harga untuk model 2024 sedikit lebih tinggi dari 2023. Tentu dikarenakan efek rupiah saat ini tembus Rp 16 ribu,” ujar Irvino di Jakarta beberapa waktu lalu.
Lebih jauh dia menuturkan dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah adalah harga Harley-Davidson terkerek cukup jauh, bisa mencapai puluhan juta.
“Secara persentase mungkin rata-rata mulai Rp 15 jutaan sampai Rp 40 jutaan peningkatan banderol antara model 2023 dengan 2024,” dia melanjutkan.
Berangkat dari hal tersebut, Irvino ingin nilai tukar rupiah terhadap dolar segera membaik. Sehingga banderol motor gede asal Amerika Serikat dapat lebih terjangkau.
“Harapan kami bisa kembali normal ke angka Rp 15 ribuan ya,” pungkasnya.
Di sisi lain dia ingin penjualan Harley-Davidson merangkak naik. Terlebih kondisi pasar motor premium di Indonesia dinilai cukup baik sekarang.
Bahkan dia menyebut pencapaian di 2024 bisa lebih berkembang dari 2023. Sehingga sangat berharap pihaknya bisa meningkatkan penjualan.
“Tahun ini mungkin sekitar 25 sampai 30 persen daripada 2023. Kami yakin itu dapat tercapai berkat ditunjang dengan model-model terbaru,” Irvino menegaskan.
Memang sebelumnya mereka baru saja memperkenalkan lima model 2024. Mulai dari Harley-Davidson Street Glide, Road Glide, Heritage Classic 114, Low Rider ST sampai Ultra Limited Tobacco Fade.
Kelimanya diharapkan bisa memenuhi permintaan konsumen di dalam negeri. Apalagi dengan hadirnya varian spesial.
“Meski ada imbas kenaikan nilai tukar rupiah terhadap dolar, tetapi tidak terlalu berpengaruh dan tetap bisa diserap pasar,” Irvino menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juli 2026, 19:00 WIB
24 Februari 2026, 17:37 WIB
16 Desember 2025, 20:57 WIB
30 November 2025, 19:00 WIB
08 November 2025, 09:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika